Jurnal Akuakultur Indonesia
Vol 9, No 1 (2010): Jurnal Akuakultur Indonesia

Study on food habits of herring (Clupea fimbriata) in Ujung Pangkah Waters, East Java

Sulistiono, . (Unknown)
Robiyanto, M. (Unknown)
Brodjo, M. (Unknown)
Simanjuntak, C.P. (Unknown)



Article Info

Publish Date
11 Feb 2012

Abstract

Herring Clupea fibriata is an important fishery resource in Indonesia. This species is found in large number in Ujung Pangkah Waters. This study aims to investigate food habits of the species. The study was done from July to December 2005, in Ujung Pangkah Waters (Gresik, East Java Province), using samples of 313 individuals consisting of 147 males and 166 female fish, collected by gill net and fix net. Study result shows that food habit of the herring was consisted of Bacillariophyceae (7 genera), Crustacea (3 genera), Ciliate (2 genera), Dynophycea (2 genera), and detritus. Bacillariophyceae is a main food, Crustacea is additional food, and Ciliata and detritus is complementary food both for male and female fish. Electivity indeks of the fish varied from -0,99 to 0,45 (male) and -0,98 to 0,51 (female). According to the index, Skeletonema and Calanus are the dominant food of the fish collected in the Ujung Pangkah Waters. Key words:  Food habits, herring  (Clupea fibriata), Ujung Pangkah, Gresik   ABSTRAK Ikan tembang (Clupea fibriata) merupakan salah satu sumberdaya perikanan yang cukup penting di Indonesia. Jenis ikan ini cukup banyak ditemukan di perairan Ujung Pangkah. Penelitian bertujuan untuk menganalisis makanan ikan tembang yang tertangkap di daerah tersebut.  Penelitian dilaksanakan sejak Juli sampai Desember 2005, di daerah Perairan Ujung Pangkah (Gresik, Jawa Timur), dengan pengambilan sampel ikan sebanyak 313 ekor yang terdiri atas 147 ekor jantan dan 166 ekor betina, menggunakan alat tangkap jaring insang (gill net) dan jeger (fix net). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ikan tembang memiliki makanan yang terdiri atas Bacillariophyceae (7 jenis), Crustacea (3 jenis), Ciliata (2 jenis), Dynophycea (2 jenis), dan detritus.  Kelompok Bacillariophyceae merupakan kelompok makanan utama, Crustacea merupakan makanan pelengkap, dan Ciliata dan detritus merupakan makanan tambahan baik pada ikan jantan maupun ikan betina.  Indeks pilihan makanan ikan tembang berkisar antara -0,99 sampai 0,45 (pada ikan jantan) dan -0,98 sampai 0,51 (pada ikan betina). Berdasarkan  indeks tersebut, Skeletonema dan Calanus merupakan jenis yang banyak dimakan ikan tembang di perairan Ujung Pangkah. Kata kunci:  Makanan, ikan tembang (Clupea fibriata), Ujung Pangkah, Gresik

Copyrights © 2010






Journal Info

Abbrev

jai

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Jurnal Akuakultur Indonesia (JAI) merupakan salah satu sarana penyebarluasan informasi hasil-hasil penelitian serta kemajuan iptek dalam bidang akuakultur yang dikelola oleh Departemen Budidaya Perairan, FPIK–IPB. Sejak tahun 2005 penerbitan jurnal dilakukan 2 kali per tahun setiap bulan ...