Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Vol 1, No 2 (2017): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan

KARYA TARI KUASO NAN MANYESO

Candra, Riko (Unknown)



Article Info

Publish Date
24 Oct 2017

Abstract

Karya tari yang berjudul “Kuaso Nan Manyeso” ini mengambarkan pemimpin yang melakukan keburukan demi kekusaan sehingga dapat merugikan diri sendiri dan masyarakat. Masyarakat menjadi resah dan sedih mengetahui pemimpinnya melakukan keburukan dan masyarakat pun marah terhadap pemimpin tersebut. Fokus dari karya tari ini adalah prilaku seorang pemimpin yang buruk. Dalam karya tari Kuaso Nan Manyeso memiliki tema heroik dan tipe tari dalam karya tari ini adalah tipe tari dramatik. Penggunaan gerak diambil dari pengembangan gerak silat tuo Minangkabau, Kostum yang digunakan pada karya tari “Kuaso Nan Manyeso” adalah penari memakai baju dan celana berwana hitam yang telah dimodifikasi, setting yang digunakan adalah tiang yang didirikan ditengah panggung, musik tari dalam karya ini menggunakan alat musik tradisional Minangkabau yaitu Gandang Tambua, Gandang Lasi, Gandang Pano, Canang, Saluang, Sampelong , vokal dan musik tekno. This dance work entitled “Kuaso Nan Manyeso” describes about leader that does bad things for power so it prejudices that leader’s own self and people. People become restless and sad because of knowing that their leader do bad things and then people get angry toward that leader. Focus of this dance work is a leader’s poor behaviour. In the dance work “Kuaso Nan Manyeso,” it has heroic theme and this dance type is dramatic dance type. The use of movement is taken from the movement development of Minangkabau silat tuo. Costumes used in the dance work “Kuaso Nan Manyeso” are modified black shirt and trousers worn by dancers. Setting used is pillar set up in the middle of stage. Music of dance in this work comes from Minangkabau traditional music instruments namely Gandang Tambua, Gandang Lasi, Gandang Pano, Canang, Saluang, Sampelong , vocal and techno music. 

Copyrights © 2017