Paedagoria | FKIP UMMat
Vol 6, No 2 (2015): September

BERBAHASA: POTRET NASIONALISME GENERASI BANGSA

Maryani, Sri (Unknown)
Erwin, Erwin (Unknown)



Article Info

Publish Date
04 Feb 2018

Abstract

Keheterogenan dalam kehidupan berbangsa adalah suatu keniscayaan yang harus diterima sebagai realitaskekayaan budaya dan suku bangsa, serta mesti terpelihara dan terjaga oleh segenap masyarakat penggunanya.Olehkarena itu, bahasa mesti dipahami sebagai salah satu kekayaan nasional yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.Setidaknya terdapat 700 bahasa daerah yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Dengan demikian, maka bahasabahasadaerah tersebut menjadi ciri dan indentitas bagi para penuturnya. Selain bahasa-bahasa daerah tersebut,kita juga mengenal bahasa Indonesia yang berkedudukan sebagai bahasa Nasional dan bahasa Negara,sebagaimana yang tertuang dalam butir ke- 3 ikrar sumpah pemuda dan tercantum di dalam pasal 36 BAB XV UUD1945. Selain itu, kita juga dihadapkan dengan hadirnya bahasa-bahasa Asing sebagai bagian dari perkembanganarus globalisasi yang luar biasa dahsyatnya. Kondisi ini menjadi embrio terjadinya kontak bahasa yang berujungpada konsistensi dan kecenderungan berbahasa (sikap bahasa) yang berbeda-beda. Berangkat dari landasansebagaimana dideskripsikan di atas, maka dalam tulisan ini akan disajikan berbagai fenomenafaktual mengenaiekistentesibahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional dan bahasa Negara yang tercermin dalam berbagai aktifitassosial. Beberapa hal yang akan disajikan terkait kedudukan bahasa Indonesia yang dimaksud, diantaranya: (1)Kecenderungan perilaku berbahasa;(2) pembelajaran bahasa Indonesia; dan (3) hasil Ujian Akhir Nasional (UAN);antara kualitas berbahasa danbukti nasionalisme. Secara substansial tulisan ini bertujuan untuk merefleksi realitasdan kemampuan berbahasa masyarakat Indonesia pada umumnya, guna menakar kualitas nasionalisme generasibangsa. Dengan demikian, tulisan ini diharapkan dapat menjadi ilustrasi bagi para pembaca untuk ikut berkontribusi;(a) mengapresiasi penggunaan bahasa sesuai dengan konteksnya, dan (b) mendorong berbagai pihak terkait untukberupaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan prestasi belajar Bahasa Indonesia.

Copyrights © 2015