Interaksi Online
Vol 1, No 2 (2013): Wisuda April

PENGARUH KOMUNIKASI PERSUASIF GURU DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA JAWA

DAMAYANTI, ASTRID (Unknown)
Suprihatini, Taufik (Unknown)
Pradekso, Tandiyo (Unknown)



Article Info

Publish Date
28 Mar 2013

Abstract

ABSTRACTTITLE : THE INFLUENCE OF PERSUASIVE COMMUNICATIONAND STUDENT MOTIVATION TO STUDY JAVANESETOWARD STUDENT ACHIEVEMENT AT THE SUBJECTNAME : ASTRID DAMAYANTINIM : D2C006013Javanese is one of the significant subject that is learned in every junior highschool. However, the students tend to disparage this subject that bring them not tounderstand how the language works. Javanese is considered as traditional and oldfashioned one that make students not interested and feel lazy to study it.This research has been done to found out the influence of persuasivecommunication by teacher and the students motivation to study Javanese toward theirachievement at the subject. Theory that used in this research is about persuasivecommunication by Effendy (1992: 12). The research itself is explanatory one withquantitative approach. The population taken in this research are students from 9th and10th grade of junior high school (SMP) in Semarang Tengah. The sample is taken bystratified proporsional random sampling while the sample itself is 96 persons.Meanwhile, the data is analyzed by regression test of quantitative analysis that usedcalculation from SPSS program (Statistical Product and Service Solution).The result indicates that persuasive communication by teacher (X1) hasinfluenced towards students achievement at Javanese (Y). It can be evidenced bycalculation with statistical test that obtained error probability (sig) 0,000 (<0,05) andR square value is 0.191. It means that persuasive communication by teacher hasinfluenced students achievement 19,1%. Meanwhile, students motivation to study(X2) has also influenced their achievement at Javanese (Y). It can be evidenced byhypothesis test that obtained error probability (sig) 0,000 (<0,05) and R square valueis 14,1%. Regression test indicated that 19,1% and 14,1 % of the study achievementfactors can be explained by persuasive communication by teacher and studentsmotivation to study, while the others 66,8% by other factors that was not be studiedin the research, like intelligence, maturity, and family factor.Keywords : Persuasive, Motivation, AchievementABSTRAKSIJUDUL : PENGARUH KOMUNIKASI PERSUASIF GURU DAN MOTIVASIBELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI SISWA PADA MATAPELAJARAN BAHASA JAWANAMA : ASTRID DAMAYANTINIM : D2C006013Mata pelajaran bahasa Jawa merupakan salah satu pelajaran yang penting dan ada didalam kurikulum setiap sekolah menengah. Akan tetapi, tak banyak siswa yang bisa menguasaipelajaran ini. Hal tersebut disebabkan karena siswa memiliki kecenderungan sikap meremehkanbahasa Jawa, karena bahasa Jawa dipandang sebagai bahasa tradisional yang kuno, danketinggalan jaman. Sehingga membuat siswa menjadi tidak tertarik dan malas untukmempelajarinya.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh komunikasi persuasif guru danmotivasi belajar siswa terhadap prestasi siswa pada mata pelajaran bahasa Jawa. Teori yagdigunakan untuk mendukung penelitian ini adalah konsep komunikasi persuasif dari Effendy(Effendy, 1992: 12). Penelitian ini merupakan penelitian bertipe eksplanatori dengan pendekatankuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri kelas IX dan X yangbersekolah di wilayah kecamatan Semarang Tengah. Teknik sampling yang digunakan dalampengambilan sampel adalah stratified proporsional random sampling dengan jumlah sampelsebanyak 96 orang. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatifdengan uji regresi yang menggunakan perhitungan dengan program SPSS (Statistical Productand Service Solution).Hasil penelitian menunjukan bahwa komunikasi persuasif guru (X1) berpengaruhterhadap prestasi siswa pada mata pelajaran bahasa Jawa (Y). Hal ini dibuktikan berdasarkanperhitungan melalui uji statistik dimana diperoleh probabilitas kesalahan (sig) sebesar 0,000(<0,05) dengan nilai R square sebesar 0.191. Artinya, komunikasi persuasif guru mempengaruhiprestasi siswa sebesar 19,1%. Sedangkan untuk variabel motivasi belajar siswa (X2) ternyatajuga berpengaruh terhadap prestasi siswa pada mata pelajaran bahasa Jawa (Y). Hal iniberdasarkan data uji hipotesis, diperoleh probabilitas kesalahan (sig) sebesar 0,000 (<0,05)dengan nilai R square sebesar 0,141. Artinya, bahwa motivasi belajar siswa mempengaruhiprestasi siswa sebesar 14,1%. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa 19,1% dan 14,1 % faktorfaktorprestasi belajar dijelaskan oleh komunikasi persuasif guru dan motivasi belajar siswa,sedangkan sisanya 66,8% dijelaskan oleh faktor- faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitianini, seperti kecerdasan siswa, kematangan individu, dan kondisi keluarga.Key Words : Persuasif, Motivasi, PrestasiPENDAHULUANPeran seorang guru yang mengajar di dalam kelas sangat menentukan prestasi akademikpara siswanya. Guru sebagai komunikator dan siswa sebagai komunikan harus mempunyaikesamaan makna agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan maksimal, atau dengan katalain isi pesan yang disampaikan komunikator dapat tersampaikan oleh komunikan. Komunikasiantara guru dan siswa menunjukkan proses dimana orang-orang yang terlibat didalamnya salingmempengaruhi. Suatu komunikasi bisa dikatakan efektif apabila dapat mencapai tujuan atausasaran sesuai dengan maksud si pembicara.Akan tetapi dalam kenyataannya tidak jarang hubungan guru dan siswa di dalam kelaskurang berjalan sebagaimana mestinya, dimana siswa mengalami kesulitan memahami materipelajaran saat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Mata pelajaran bahasa Jawa bukanlahpelajaran yang baru bagi para siswa, karena pelajaran ini mulai diterima oleh siswa semenjakmereka berada di Sekolah Dasar (SD), artinya hingga lulus SD mereka sudah 6 tahunmempelajari bahasa Jawa. Namun kenyataannya, tak banyak siswa yang bisa menguasaipelajaran ini. Hal tersebut disebabkan karena siswa memiliki kecenderungan sikap meremehkanbahasa Jawa, karena bahasa Jawa dipandang sebagai bahasa tradisional yang kuno, danketinggalan jaman.Persoalan ini tidak jarang membuat siswa merasa kesulitan saat berlangsungnya kegiatanbelajar mengajar. Sehingga membuat siswa menjadi tidak tertarik dan malas untukmempelajarinya. Dapat dilihat selama beberapa tahun terakhir di Semarang, nilai rata-rata bahasaInggris di sejumlah sekolah justru lebih tinggi dari nilai mereka dalam bahasa Jawa. Hal tersebutdapat terlihat pada rendahnya nilai siswa pada mata pelajaran bahasa Jawa di sekolah-sekolah.Nilai rata-rata untuk bahasa Inggris adalah 60,73, sedangkan nilai rata-rata untuk bahasa Jawahanya 51,02. (www.jatenginfo.web.id, 1 Okt 2011: 20.41). Di dalam memperoleh prestasiakademik, siswa memerlukan motivasi di dalam dirinya. Motif-motif penyebab timbulnyamotivasi bagi siswa bisa bermacam-macam. Reward yang diberikan bagi siswa apabila siswamencapai tingkat prestasi tertentu adalah salah satu motif didalam berprestasi.Melihat fenomena yang menunjukan rendahnya nilai dan ketertarikan siswa pada matapelajaran bahasa Jawa, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai pengaruhkomunikasi persuasif guru dan motivasi belajar terhadap prestasi akademik siswa pada matapelajaran bahasa Jawa.PEMBAHASANBeberapa teori yang terkait dengan tujuan penelitian diatas, yaitu:Menurut Effendy, komunikasi persuasif adalah penyampaian pesan yang dilakukan olehkomunikator sedemikian rupa dengan tujuan untuk mengubah sikap, pendapat, atau perilakukomunikan (Effendy, 1992: 12). Komunikasi persuasif juga didefinisikan sebagai perubahansikap akibat paparan informasi dari orang lain. Setiap informasi mempunyai potensi besar dalammempengaruhi sistem sikap dan perilaku seseorang. Sikap dan perilaku seseorang dapat berubahdengan adanya tambahan informasi baru(Werner dan James, 2008: 177) Dalam teoripenggabungan informasi, dikatakan bahwa perubahan sikap seseorang dapat terjadi ketika adatambahan informasi-informasi baru. Sama halnya ketika proses belajar mengajar berlangsung,dimana guru mengkomunikasikan informasi berupa materi pelajaran bahasa Jawa, yangkemudian informasi baru tersebut diterima siswa dan dipercayai oleh siswa, sehingga merubahsikap siswa yang menerima informasi tersebut (Littlejohn, 2009: 111-112). Informasi yangdisampaikan komunikator merupakan informasi yang berupa bujukan (persuasi) dengan tujuanagar komunikan mengubah sikap dan perilakunya sesuai dengan keinginan komunikator.Berdasarkan definisi di atas, jadi komunikasi persuasif guru saat mengajar adalahpenyampaian pesan yang dilakukan oleh guru dengan tujuan mengubah sikap, pendapat, atauperilaku siswa. Dalam hal ini guru, tentu menginginkan agar prestasi belajar siswa berupa nilaimata pelajaran menjadi semakin baik. Dimana prestasi itu sendiri diartikan oleh Djamarahsebagai perubahan sikap, pengetahuan dan ketrampilan siswa sebagai hasil dari interaksi denganpara guru di sekolah (Djamarah, 1994: 23), dan prestasi juga diartikan sebagai hasil yang telahdicapai atau diperoleh siswa berupa nilai mata pelajaran (Nurkencana, 1986 : 62). Maka prestasisiswa merupakan perubahan sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa berupa nilai matapelajaran sebagai hasil dari interaksi dengan para guru di sekolah. Berdasarkan pengertian di atasdapat disimpulkan, komunikasi persuasif guru saat mengajar adalah penyampaian pesan yangdilakukan oleh guru dengan tujuan mengubah prestasi siswa.Untuk membangkitkan semangat dan kegairahan para siswa dalam belajar bahasa Jawa,diperlukan adanya motivasi atau dorongan dengan harapan para siswa tertarik dan memilikisemangat yang tinggi dalam belajar bahasa Jawa. Motivasi belajar adalah keinginan ataudorongan untuk belajar. Didalam kegiatan belajar mengajar motivasi sangat diperlukan karenamotivasi dapat mendorong siswa untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu yang berhubungandengan kegiatan belajar mengajar. Siswa dengan motivasi belajar rendah mengerjakan tugassekolah akan menjadi malas bahkan tidak dikerjakan sehingga mencapai prestasi yang rendah,begitu juga sebaliknya (Ghozali, 1984: 40).Secara konseptual dan operasional, ketiga variabel pada penelitan ini memiliki definisidan indikator sebagai berikut:1. Komunikasi persuasif guru adalah penyampaian pesan berupa ilmu pengetahuan daripendidik kepada peserta didik dengan cara tertentuIndikator: Pemilihan BahasaGuru menyampaikan materi menggunakan bahasa yang sederhana dan mudahdimengerti PengulanganGuru mengulang materi yang telah disampaikan sebelumnya InteraktifGuru melibatkan siswa untuk aktif di dalam kelas EvaluasiGuru memberikan evaluasi belajar InovasiGuru menggunakan media dalam menyampaikan materi2. Motivasi belajar diartikan sebagai serangkaian usaha yang dilakukan siswa gunamencapai hasil atau tujuan tertentuIndikator: Frekuensi belajarTingkat keseringan siswa belajar bahasa Jawa Durasi belajarLama waktu belajar bahasa Jawa3. Prestasi adalah hasil belajar yang menunjukan ukuran kecakapan yang dicapai dalambentuk nilaiIndikator: Nilai mata pelajaran bahasa Jawa siswa di sekolahTipe penelitian yang digunakan adalah penelitian eksplanatori, yaitu penelitian yangbertujuan untuk menguji hipotesis mengenai hubungan kausal antar variabel yang diteliti, yaitupengaruh komunikasi persuasif guru (X1) dan motivasi belajar siswa (X2) terhadap prestasi siwapada mata pelajaran bahasa Jawa (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negerikelas IX dan X yang bersekolah di wilayah kecamatan Semarang Tengah, yaitu SMPN 3, SMPN7, SMPN 32, SMPN 36, dan SMPN 38. Teknik sampling yang digunakan dalam pengambilansampel adalah stratified proporsional random sampling suatu sampel yang diambil denganmemilih responden secara proporsional dari populasi sasaran yaitu siswa SMPN kelas IX dan Xdari sekolah-sekolah yang berada di kecamatan Semarang Tengah dengan jumlah sampelsebanyak 96 orang..Digunakan analisis yang bersifat kuantitatif untuk menguji pengaruh dari komunikasipersuasif guru dan motivasi belajar siswa (variabel X) terhadap prestasi siwa pada mata pelajaranbahasa Jawa (variabel Y). Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatifdengan uji statistik yang menggunakan uji regresi dengan menggunakan perhitungan denganprogram SPSS (Statistical Product and Service Solution).Hasil penelitian menunjukan bahwa uji hipotesis untuk pengaruh variabel komunikasipersuasif guru (X1) terhadap prestasi siswa (Y) menunjukkan bahwa regresi signifikan. Haltersebut ditunjukkan dengan nilai p-value sebesar 0,00. Dengan demikian regresi dikatakansignifikan pada taraf 99% karena 0,000 < 0,01. Maka Ho ditolak dan Ha diterima, yakni variabelkomunikasi persuasif guru memiliki pengaruh signifikan terhadap prestasi siswa. Hasil ujiregresi menunjukkan bahwa nilai R Square yang diperoleh sebesar 0,191, yaitu bahwa kontribusipengaruh variabel komunikasi persuasif guru terhadap variabel prestasi siswa adalah sebesar19,1%.Sedangkan, hasil uji hipotesis untuk pengaruh motivasi belajar siswa (X1) terhadapprestasi siswa (Y) menunjukkan bahwa regresi signifikan. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilaip-value sebesar 0,00. Dengan demikian regresi dikatakan signifikan pada taraf 99% karena 0,000< 0,01. Maka Ho ditolak dan Ha diterima, yakni variabel motivasi belajar siswa memilikipengaruh signifikan terhadap prestasi siswa. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa nilai R Squareyang diperoleh sebesar 0,141, yaitu bahwa kontribusi pengaruh variabel motivasi belajar siswaterhadap variabel prestasi siswa adalah sebesar 14,1%.Dalam penelitian ini pengaruh komunikasi persuasif guru terhadap prestasi siswadijelaskan dengan menggunakan pendapat dari Effendy, Djamarah, dan Nurkencana, yangmengatakan bahwa komunikasi persuasif guru adalah penyampaian pesan yang dilakukan olehguru dengan tujuan mengubah prestasi siswa. Adapun pengertian prestasi dalam hal inimerupakan perubahan sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa berupa nilai mata pelajaransebagai hasil dari interaksi dengan para guru di sekolah. Pendapat ini menjelaskan bahwapenyampaian pesan berupa informasi baru yang dilakukan oleh guru dapat mempengaruhi sistemsikap dan perilaku siswa yang kemudian ditunjukkan dalam bentuk nilai dan disebut denganprestasi (lihat bab 1 hal. 13 dan 16).Hal itu sesuai dengan teori perubahan sikap Hovland, yang menjelaskan bahwa sikap itudapat terbentuk dan sikap dapat berubah melalui proses komunikasi. Serupa dengan Hovland,dalam teori penggabungan informasi, dikatakan bahwa perubahan sikap seseorang dapat terjadiketika ada tambahan informasi-informasi baru. Hovland, Janis & Kelly juga beranggapan bahwaproses dari perubahan sikap adalah serupa dengan proses belajar. Persuasi dipandang sebagaisebuah cara belajar. Dalam teori belajar (learning theory) perilaku manusia dipandang sebagaisebuah rangkaian stimulus- respon. Keadaaan manusia secara terus menerus diserang olehstimulus atau rangsangan. Kemudian apa yang dilakukan manusia merupakan hasil daripemrosesan stimulus yang ditanggapi manusia sebagai respon. Teori ini dapat memprediksiperilaku sehingga kemudian dapat mengontrolnya sesuai kehendak komunikator. Dengan katalain komunikator dapat mengarahkan perilaku seseorang ke arah yang dikehendakinya (lihat bab1 hal. 15).Dari penjelasan di atas digambarkan bahwa ketika proses belajar mengajar berlangsung,dimana guru mengkomunikasikan informasi berupa materi pelajaran bahasa Jawa, yangkemudian informasi baru tersebut diterima siswa dan dipercayai oleh siswa. Sehingga dapatmerubah sikap siswa yang menerima informasi tersebut. Informasi yang disampaikan gurumerupakan informasi yang berupa bujukan (persuasi) dengan tujuan agar siswa mengubah sikapdan perilakunya sesuai dengan keinginan guru. Dalam hal ini guru, tentu menginginkan agarprestasi belajar siswa berupa nilai mata pelajaran menjadi semakin baik. Dari hasil pengujianmenunjukkan bahwa komunikasi persuasif guru memiliki pengaruh yang signifikan terhadapprestasi siswa.Hipotesis mengenai motivasi belajar siswa juga dapat dibuktikan dengan memperhatikanhasil penelitian yang disajikan. Hasil penelitian menyebutkan hal yang sesuai dengan hipotesis,yaitu motivasi belajar memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi siswa. Lingrenmengatakan bahwa motivasi belajar adalah dorongan yang ada pada seseorang yangberhubungan dengan prestasi. Sama halnya dengan yang disampaikan oleh Ghozali, bahwa siswadengan motivasi belajar rendah mengerjakan tugas sekolah akan menjadi malas bahkan tidakdikerjakan sehingga mencapai prestasi yang rendah, begitu juga sebaliknya. Jadi dapatdisimpulkan bahwa dengan adanya motivasi belajar, setiap siswa ingin mendapatkan tujuan akhiryaitu prestasi yang ditandai dengan nilai. Hal ini mendukung hasil pembuktian hipotesis di atas,bahwa motivasi belajar berpengaruh terhadap prestasi siswa.PENUTUPKESIMPULANPenelitian tentang pengaruh komunikasi persuasif guru dan motivasi belajar siswaterhadap prestasi siswa pada mata pelajaran bahasa Jawa, menghasilkan beberapa kesimpulansebagai berikut.1. Terdapat pengaruh komunikasi persuasif guru saat mengajar terhadap prestasi siswa padamata pelajaran bahasa Jawa. Artinya bahwa penyampaian pesan berupa materi pelajaranyang dilakukan oleh guru dapat mempengaruhi sistem sikap dan perilaku siswa yangditunjukkan dalam bentuk nilai. Hal ini dapat dijelaskan karena materi yang disampaikanoleh guru saat mengajar bersifat persuasif dimana didalamnya terdapat pemilihan bahasayang tepat, guru juga melakukan evaluasi, pengulangan, dan inovasi didalam kelas,sehingga dapat mengarahkan siswa untuk bertindak sesuai dengan yang diinginkan guru.2. Terdapat pengaruh motivasi belajar siswa terhadap prestasi siswa pada mata pelajaranbahasa Jawa. Artinya, ketika motivasi belajar siswa yang ditandai dari lamanya waktubelajar dan seringnya siswa mengulang pelajaran tinggi, prestasi siswa pun ikut tinggi.Hal ini dapat dijelaskan karena motivasi merupakan keseluruhan daya penggerak didalamdiri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan darikegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yangdikehendaki oleh subyek belajar itu dapat tercapai.SARANPenelitian tentang pengaruh komunikasi persuasif guru dan motivasi belajar siswaterhadap prestasi siswa pada mata pelajaran bahasa Jawa, menghasilkan saran sebagaiberikut :1. Didalam proses belajar mengajar guru sebaiknya dapat lebih memacu motivasi siswadalam mempelajari bahasa JawaDAFTAR PUSTAKACangara, Hafied. 2006. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta : PT Raja Grafindo PersadaDe Vito, Joseph. 1997. Komunikasi Antarmanusia. Jakarta : Professional BooksDjamarah, Syaiful Bahri. 1994. Prestasi Belajar Dan Kompetensi Guru. Jakarta: UsahaNasionalEffendy, Onong Uchjana. 2002. Ilmu komunikasi teori dan praktek. Bandung: PT.Remaja rosdakaryaGhozali, Endang. W. 1984. Kesukaran Belajar. Citra Dunia Kedokteran No.35.Surabaya: Fakultas Ilmu Kedokteran Jiwa Universitas AirlanggaHardiyanto dan Esti Sudi Utami. 2001. Kamus Kecik Bahasa Jawa Ngoko-Krama.Semarang: Lembaga Pengembangan Sastra dan BudayaHamzah, Uno. 2008. Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar yangKreatif dan Efektif. Jakarta: Bumi AksaraImaningtyas. 2010. Sistem Koordinasi Manusia. Bogor: PT. Gelora Aksara PratamaKriyantono, Rachmat. 2006. Teknis Praktis Riset Komunikasi. Jakarta : KencanaLittlejohn, Stephen W. 2009. Theories of Human Communication (9th edition). Jakarta:Salemba HumanikaMakmun, Abin Syamsuddin. 2003. Psikologi Pendidikan. PT Rosda Karya Remaja,BandungMarisan, dkk. 2010. Teori Komunikasi Massa. Bogor: PT. Ghalia IndonesiaMuhammad,Arni. 1996. Komunikasi Organisasi, Jakarta : Bumi AksaraMulyana, Deddy. 2002. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung : RemajaRosdakarya OffsetMulyasa, H.E. 2009. Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan: KemandirianGuru dan Kepala Sekolah. Jakarta: Bumi AksaraMunandar. 2003. Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah. Jakarta:GramediaNaim, Ngainun. 2011. Dasar-Dasar Komunikasi Pendidikan. Arr-Ruz Media:YogyakartaNugroho, Adi. 2005. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Dengan MetodologiBerorientasi Objek. Informatika. BandungNurkencana. 2005. Evaluasi Hasil Belajar Mengajar. Surabaya: Usaha NasionalPoerwadarminta, WJS. 1996. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai PustakaPurwadi, Dr. 2005. Tata Bahasa Jawa. Yogyakarta: Media AbadiPurwanto, M Ngalim. 1999. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja RosdakaryaRakhmat, Jalaluddin. 2004. Psikologi Komunikasi. Bandung : PT. Remaja RosdakaryaSabri, M.Alisuf. 1996. Psikologi Pendidikan . Jakarta: Pedoman JayaSaputra, Karsono H. 1992. Pengantar Sekar Macapat. Depok: Fakultas SastraUniversitas IndonesiaSardiman. 2007. Interaksi Dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. RemajarosdakaryaSasangka, Sry Satria Tjatur Wisnu. 2004. Unggah-ungguh Bahasa Jawi. Jakarta:Yayasan ParamalinguaSingarimbun, Masri. 1995. Metode Penelitian Survai. Jakarta : LP3ESSoemirat, Soleh, Hidayat Satiri dan Asep Suryana. 2004. Komunikasi Persuasif. Jakarta :Universitas TerbukaSusanto, Astrid. 1993. Komunikasi Dalam Teori dan Praktek, Jilid 2. Bandung: BinaciptaTarigan, Henri. 1993. Strategi Pengajaran dan Pembelajaran Bahasa. Bandung:Angkasa BandungUsman, M Uzer. 2011. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT. Remaja RosdakaryaWalgito, Bimo. 2010. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: CV. Andi OffsetWerner dan James Tankard Jr. 2008. Teori Komunikasi: Sejarah, Metode, dan Terapandi dalam Komunikasi Massa. Jakarta: Kencana Prenada Media GroupWidjaja, H.A.W. Drs. 2000. Ilmu Komunikasi Pengantar Studi. Jakarta: PT. Rineka CiptaYusuf. Pawit M. 1990. Komunikasi Pendidikan dan Komunikasi instruksional. Bandung:PT. Remaja rosdakaryaSuara Merdeka, Sabtu, 23 Agustus 2008Suara Merdeka, Senin, 30 Mei 2005www.AnneAhira.com, 26 Maret 2011: 15.38www.jatenginfo.web.id, 1 Okt 2011: 20.41www.kompas.com, 12 Feb 2011: 21.57www.solopos.com, 12 Feb 2011: 21.57Data Pokok Pendidikan Wilayah (DAPODIK) Dinas Pendidikan Kota Semarang Th.2011

Copyrights © 2013






Journal Info

Abbrev

interaksi-online

Publisher

Subject

Library & Information Science Social Sciences

Description

Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu ...