INFO-TEKNIK
2016: Prosiding Semnas Teknik Sipil 2016

Asumsi Sistem Cerucuk Sebagai Alternatif Solusi Dalam Penanganan Kelongsoran Lereng Jalan Diatas Tanah Lunak

Rusdiansyah, Rusdiansyah (Unknown)



Article Info

Publish Date
29 Mar 2017

Abstract

Daya dukung tanah yang rendah merupakan  akibat yang ditimbulkan  oleh tanah yang memiliki tahanan geser yang rendah. Hal ini karena tahanan geser merupakan unsur utama daya dukung tanah. Tahanan geser  yang  rendah  selalu  dimiliki  oleh  kondisi  tanah  dengan  konsistensi  sangat  lunak  sampai  lunak.  Upaya untuk  meningkatkan  tahanan  geser  tanah  lunak  yang  rendah  dapat  dilakukan  antara  lain  melalui  metode perkuatan  tanah.  Metode  perkuatan  tanah  bertujuan  untuk  menambah  kekuatan  tanah  agar  lebih  mampu mendukung  beban yang bekerja padanya. Saat ini tersedia beragam metode perkuatan tanah dengan teknologi yang memadai  dan metode  tersebut  telah berkembang  dengan  baik. Namun  perlu dijadikan  perhatian  bahwa suatu  metode  perkuatan  tanah  tertentu  belum  tentu  cocok  untuk  jenis  tanah  yang  lain,  apalagi  bila  ada permasalahan  spesifik  yang  ditimbulkan  oleh tanah  tersebut.Salah  satu metode  perkuatan  tanah  yang  efektif untuk  mengatasi  kelongsoran  jalan  dan  stabilitas  lereng  adalah  dengan  menggunakan  perkuatan  tiang-tiang vertikal yang berperilaku seperti sistem cerucuk. Cerucuk memiliki kemampuan yang lebih dibandingkan turap dalam mengatasi  overall stability. Alasannya  berdasarkan  pada kemampuan  cerucuk yang dapat menghambat pergeseran tanah pada bidang longsornya. Cerucuk dapat dipancang sampai melewati asumsi bidang keruntuhan sirkuler yang terdalam. Pada perencanaan turap, bidang keruntuhan sirkuler yang terdalam tersebut tidak diperlukan.Untuk  menunjang  perhitungan  konstruksi  cerucuk  yang  mendekati  kondisi  yang  ada  di lapangan sangat dibutuhkan teori yang relevan mengenai cerucuk. Berdasarkan hasil kajian menunjukkan  bahwa apabila overall  stability   lebih  menentukan   dalam  perhitungan   stabilitas   turap  dan  penjangkarnya,   maka  asumsi perhitungan  yang lebih mendekati  kondisi sebenarnya  di lapangan  adalah asumsi konstruksi  cerucuk. Asumsi cerucuk  didasarkan  pada  kemampuan  turap  atau  tiang  berfungsi  serupa  cerucuk,  yang  dapat  memberikan perlawanan   tambahan   terhadap   geser  pada  saat  akan  terjadinya   pergeseran   keruntuhan   menurut   asumsi kelongsoran berbentuk lingkaran (circular sliding plane). Hal ini apabila panjang turap melebihi asumsi bidang kelongsorannya.Hasil  kajian juga menunjukkan bahwa tahanan geser tanah pada stabilitas lereng yang diperkuat dengan  cerucuk  selain  dipengaruhi  oleh parameter  momen  maksimum  yang  bekerja  pada cerucuk  (Mmaks), koefisien momen (Fm), dan faktor kekakuan cerucuk (T), juga dipengaruhi oleh : a) panjang tancap cerucuk, b) jarak atau spasi antar cerucuk,  c) jumlah  cerucuk  dan faktor  efisiensi,  d) diameter  cerucuk,  e) posisi  tancap cerucuk,  f)  pola  pemasangan  cerucuk,  dan  g)  jenis  tanah.Selain  itu  hasil  kajian  juga  menunjukkan  bahwa panjang tancap cerucuk mempengaruhi  peningkatan kuat geser tanah, dimana semakin panjang batang cerucuk yang ditancap  dibawah  bidang kelongsoran  maka semakin  meningkat  pula kuat geser tanah yang dihasilkan. Pada spasi cerucuk sebesar 3D dan 5D yang digunakan,  kuat geser tanah menjadi meningkat.  Tahanan  geser tanah mengalami  penurunan  disaat spasi cerucuk yang digunakan  semakin besar, dalam hal ini spasi cerucuk yang digunakan lebih dari 5D (spasi 8D). Pada spasi cerucuk yang digunakan sebesar 5D dapat menghasilkan kuat geser tanah yang lebih besar. Faktor efisiensi juga dapat mempengaruhi tahanan geser tanah yang diperkuat kelompok  cerucuk yang menerima  gaya geser horisontal  (longsoran).  Dimana kemampuan  kelompok  cerucuk dalam menahan geseran tidak akan sama dengan kemampuan masing-masing  cerucuk dikalikan dengan jumlah cerucuk  dalam  kelompok   yang  bersangkutan.   Faktor  efisiensi  mempengaruhi   tahanan  geser  tanah  yang diperkuat  kelompok  cerucuk  yang  menerima  gaya  geser  horisontal  (longsoran).  Posisi  tancap  tiang  cerucuk terhadap tahanan geser tanah mempunyai pengaruh yang signifikan. Posisi tiang cerucuk yang tepat memotong garis  lengkung  bidang  longsor  tanah  yang  membentuk  sudut  30o  dan  450  terhadap  horisontal  menghasilkan tahanan geser yang lebih besar daripada yang dihasilkan pada sudut 0o.

Copyrights © 2016