Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika
Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Matematik dan Pendidikan Matematika 2017

ANALISIS PROSES BERPIKIR KREATIF DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIANRATIONAL DAN ARTISAN

Hasanah, Uswatun (Unknown)
Putra, Rizki Wahyu Yunian (Unknown)



Article Info

Publish Date
02 Jun 2017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses berpikir kreatif siswa Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) Proses berpikir kreatif dari tipe kepribadian Rational. (a)  Pada tahap persiapan subjek cenderung lebih cepat dalam memahami soal,  dapat mengungkapkan informasi yang didapatkannya baik secara lisan maupun secara tulisan, (2) pada tahap inkubasi subjek berhenti sejenak untuk mengendapkan pikirannya sehingga dapat memunculkan ide-ide baru, bahkan sudah dapat memikirkan alternatif lain namun masih bersifat abstrak, (c) pada tahap iluminasi subjek dapat menemukan  ide dan membangun gagasan baru sehingga dapat mengembangkan ide dan  pikirannya  dengan cara-cara yang tidak hanya terpaku pada cara yang pernah diajarkan saja. (d) Pada tahap verifikasi subjek cenderung teliti karena berhasil mengevaluasi solusi dengan cara memeriksa kembali hasil jawaban yang telah diperolehnya. (2) Proses berpikir kreatif dari tipe kepribadian Artisan. (a) Pada tahap persiapan subjek cenderung  lama dalam memperoleh informasi, membaca soal secara berulang-ulang untuk memahami soal yang disajikan, subjek kurang bisa menyajikan informasi yang didapatkannya dengan tulisan dan hanya dapat menyajikan informasi secara lisan, serta menjelaskan dengan menggunakan alasan yang kurang logis. (b) Pada tahap inkubasi subjek berhenti sejenak untukmengendapkan pikirannya karena subjek lebih cepat merasa bosan dengan suasana yang menuntutnya terlalu fokus, (c) pada tahap iluminasi subjek dapat membangun solusi masalah dengan benar namun tidak bisa mengembangkan ide dan gagasannya sehingga tidak bisa menerapkan cara lain yang dimaksud pada soal dan (d) pada tahap verifikasi subjek cenderung kurang teliti karena tidak dapat mengevaluasi solusi yang didapatkannya.

Copyrights © 2017