TARBAWI: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Vol 1, No 2 (2016): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

PEMIKIRAN PENDIDIKAN MULLA SHADRA


bawa, Dahlan lama



Article Info

Publish Date
22 Jan 2017

Abstract

Perkembangan pemikiran Islam di dunia semakin berkembang pesat. Salah satu tokoh yang sangat berpengaruh dalam pemikiran pendidikan Islah adalah Mullah Shadra. Shadr Al-Muta’allihin atau Mulla Shadra terkenal dengan pemikiran pendidikannya atau yang populer disebut filsafat Al-Hikmah Al Muta’aliyah (Filsafat Transendental).  Jenis penelitian ini adalah penelitian pustakan, yaitu mengkaji tulisan-tulisan Mulla Shadra yang berkaitan dengan pemikiran pendidikan islam. Secara ontologis, pemikiran dan analisis  Mulla Shadra didasarkan pada tiga hal, yaitu: Pertama, Ashalah al-wujud (prinsipianitas eksistensi) Seperti filosof-filosof muslim sebelumnya, Shadra berusaha menjawab masalah mahiyyah (kuiditas/esensi), dan wujud (eksistensi). Perbandingan antara eksistensi-esensi Shadra menyatakan eksistensi bersifat positif, pasti, tertentu dan nyata. Kedua, Tasykik (gradasi wujud) Jika para filosof peripatetik itu menganggap wujud setiap benda berbeda dari wujud yang lain, walaupun prinsipial dalam hubungannya dengan mahiyah, maka bagi Mulla Shadra wujud adalah realitas tunggal yang muncul dalam gradasi (tahap) yang berbeda. Ketiga, Gerak Substansial (al-harokhah al-jauhariyyah) Mulla Shadra berpendapat bahwa gerak tidak hanya terjadi pada empat kategori aksiden: kuantitas, kualitas, posisi dan tempat.Kata Kunci: Pemikiran, Pendidikan The development of Islamic thought in the world is growing rapidly. One Of the influential figures hearts Islam Education Thought was Mullah Sadra. Shadr Al-Muta’allihin atau Mulla Shadra thought education or a popular use is called the philosophy of Al-Hikmah Al muta'aliyah (transcendental philosophy). Type of this research is library research., assess namely writings relates with Mulla Sadra thought Islamic Education  Operates ontological, Mulla Sadra Thought and analysis is based on three things are: First, Ashalah al-being (prinsipianitas Existence) Like the earlier Muslim philosophers, Sadra tried Answering problems mahiyyah (kuiditas / essence), and forms (Existence). comparison between Existence essence Sadra states are positive, certainly, Specific and Realistic. Second, Tasykik (gradation form) IF IT Peripatetic philosopher considers form Benda any different of another form, although prinsipial hearts conjunction with mahiyah, Then For Mulla Sadra form is sole Reality Appears hearts gradation (Phase) the differentiate. Third, substantial motion (al-harokhah al-jauhariyyah) Mulla Sadra argued that the motion does not only happen in the four categories of accidents: quantity, quality, position and place.  Keywords: Development , Education


Copyrights © 2017






Download : Full PDF (42.337 KB)
Original Source : https://journal.unismuh.ac.id/index.php/tarbawi/article/view/365
Google Scholar : Check in googleschoolar

Journal Info

Abbrev

tarbawi

Publisher

Subject

Education

Description

Jurnal Tarbawi (p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X) adalah media publikasi ilmiah yang fokus menyebarluaskan hasil penelitian di bidang Ilmu Keguruan dan Pendidikan Agama Islam. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah ...