SAINTEK PERIKANAN
Vol 11, No 1 (2015): JURNAL SAINTEK PERIKANAN

EFISIENSI PRODUKSI RUMPUT LAUT E. cotonii DENGAN METODE BUDIDAYA LONG LINE VERTIKAL SEBAGAI ALTERNATIF PEMANFAATAN KOLOM AIR


Widowati, Lestari Lakhsmi, Rejeki, Sri, Yuniarti, Tristiana, Ariyati, Restiana Wisnu



Article Info

Publish Date
28 Aug 2015

Abstract

ABSTRAK   Kualitas dan kuantitas rumput laut yang baik dan berkelanjutan merupakan hal yang masih menjadi tantangan bagi usaha budidaya. Metode budidaya danlama pemeliharaan yang tepat diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk menghasilkan kuantitas dan kualitas budidaya yang berkelanjutan.Metode long line vertikal diterapkan untuk mengetahui kolom air yang dapat digunakan untuk pertumbuhan optimum rumput laut. Kualitas terbaik kandungan karaginan dilihat dari lama pemeliharaan. Tujuan penelitian adalah (1) Mengetahui interaksi lama pemeliharaan  dan  kedalaman terhadap produksi biomassa dan kualitas rumput laut. (2) Mengetahui lama pemeliharaan  dan  kedalaman yang terbaik terhadap produksi biomassa dan kualitas rumput laut. (3) Mengetahui kedalaman kolom air yang masih menghasilkan pertumbuhan rumput laut secara optimal. Penelitian dilakukan di perairan laut Pulau Pasir Kabupaten Brebes dengan lama pemeliharaan 45 hari dan 60 hari, serta 3 perlakuan pada kedalaman 30 cm, 60 cm, dan 90cm. Masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan faktorial 2 x 3. Variabel yang diamati adalah laju pertumbuhan dan kandungan karaginan.Hasil yang didapatkan yaitu laju pertumbuhan selama 45 hari pada kedalaman 30 cm, 60 cm dan 90 cm berturut-turut adalah 117%, 158%, 111%, dan pada pemeliharaan selama 60 hari adalah 198%, 182% dan 136%. Pada pemeliharaan 45 hari laju pertumbuhan harian pada kedalaman 30 cm, 60 cm dan 90 cm berturut-turut adalah 2,26%/hari, 2,10%/hari dan 1,66%/hari, dan pada pemeliharaan 60 hari adalah 1,82%/hari, 1,73%/hari dan 1,43%/hari. Dari segi kualitas dilihat pada kandungan karaginan menghasilkan rata-rata karaginan 76,3% pada pemeliharaan 45 hari dan 96,3% pada pemeliharaan selama 60 hari. Kesimpulan yang diambil alah bahwa (1) Kedalaman dan lama pemeliharaan  memberikan pengaruh terhadap produksi biomassa dan kandungan karaginan rumput laut. (2) Produksi biomassa tertinggi dihasilkan pada pemeliharaan selama 45 hari pada kedalaman 30 cm dengan pertumbuhan harian 2,26 %/hari dan kedalaman 60 cm  dengan laju pertumbuhan 2,10 %/hari. Kandungan karaginan rata-rata sebesar 96,3% didapatkan pada pemeliharaan selama 60 hari. (3) Kedalaman optimal untuk pemeliharaan rumput laut dengan metode longline vertikal adalah sampai dengan 60cm.   Kata kunci : long line vertikal, E. cottoni, karaginan   ABSTRACT   Good quality, quantity and sustainable still a challenge for aquaculture. The right method and duration of cultivation is expected to be one of the solutions to produce a sustainable quantity and quality of seaweed culture. Long line vertical method is applied to find out the column of water that can be used for optimum growth of seaweed. The best quality of carrageenan content was observed in duration of cultivation. The purpose of the study was (1) To find out the interaction between duration of cultivation and depth for the production of biomass and quality of seaweed. (2) To know the best duration of cultivation and depth for production of biomass and quality of seaweed. (3) To find out the depth of the water column which still produces the growth of seaweed optimally. Research conducted in sea water at Pulau Pasir, Brebes Regency with duration of cultivation were 45 days and 60 days, with 3 treatments at thedepth of 30cm, 60cm, and 90cm . Each treatment was repeated three times. The research used 3 x 2 factorial design. The observed variablewere growth rate and carrageenan content. The results are obtained, relative growth rate for 45 days at a depth of 30 cm, 60 cm and 90 cm was 117%, 170%, 110%, and for duration of cultivation  60 days was 187%, 185% and 136%. In 45 days duration of cultivation, the  of specific growth rate at depth of 30 cm, 60 cm and 90 cm was 2.26%/day, 2.10%/day and 1.66%/day, and on duration of cultivation 60 days is 1.82%/day, 1.73% and 1.43%/day. In terms of the quality of seaweed the average of karaginan content was 76.3% in 45 days duration of cultivation  and 96.3% on 60 days duration of cultivation . The conclusions were (1) The depth and period of cultivation influence the production of biomass and karaginan content of seaweed. (2 The highest biomass production on 45 days period of cultivation at a depth of 30 cm with specific growth rate of 2.26%/day and in depth of 60 cm with specific growth rate of 2.10%/day The content of carageenan an average of 96.3% obtained on maintenance for 60 days. Optimal depth for the maintenance of seaweed with vertical longline method is up to 60 cm.  Keywords : long line vertikal, E. cottoni, karaginan 


Copyrights © 2015







Original Source : http://ejournal.undip.ac.id/index.php/saintek/article/view/10564
Google Scholar : Check in googleschoolar

Journal Info

Abbrev

saintek

Publisher

Subject

Education

Description

SAINTEK PERIKANAN (p-ISSN: 1858-4748 dan e-ISSN: 2549-0885) adalah jurnal ilmiah perikanan yang diterbitkan oleh Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Februari dan Agustus). ...