Jurnal Manajemen Teknologi
Vol 15, No 1 (2016)

Pengelolaan Waktu Endap dan Tingkat Kepadatan Lapangan Penumpukan Peti Kemas di PT Jakarta International Container Terminal


Witjaksono, Arief - ( Program Doktor Manajemen dan Bisnis (MB-IPB)- Sekolah Pascasarjana IPB ) , Marimin, . ( Program Doktor Manajemen dan Bisnis (MB-IPB)- Sekolah Pascasarjana IPB ) , Machfud, . ( Program Doktor Manajemen dan Bisnis (MB-IPB)- Sekolah Pascasarjana IPB ) , Rahardjo, Sri ( Program Doktor Manajemen dan Bisnis (MB-IPB)- Sekolah Pascasarjana IPB Pasca Sarjana Universitas Sahid Jakarta )



Article Info

Publish Date
14 Apr 2016

Abstract

Abstrak. Waktu menunggu rata-rata petikemas untuk pemeriksaan dan pengurusan dokumen-dokumen yang dibutuhkan di lapangan penumpukan terminal terutama untuk barang import yang juga disebut dwell time (DT) di Jakarta Indonesia akhir-akhir ini menjadi isu nasional. Hal ini disebabkan masih tingginya waktu endap yang secara rata-rata masih berkisar 6 hari atau lebih, berakibat meningkatnya biaya pengiriman barang dan juga akan mempengaruhi tingkat kepadatan lapangan penumpukan petikemas/Yard Occupancy Ratio (YOR) dan menimbulkan kongesti sehingga kinerja operasional pelabuhan akan menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk : 1. menjelaskan kondisi eksisting hubungan DT dan YOR di PT. Jakarta International Container Terminal sebagai terminal petikemas terbesar di Indonesia dengan menggunakan data sekunder dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2015; 2. menyusun prakiraan perkembangan kinerja DT dan YOR yang akan datang dengan menggunakan analisis forecasting data time series dengan error paling kecil dan 3. memperoleh alternatif strategi dan solusi untuk mengatasi DT dengan teknik Analytical Hierarchy Process (AHP) yang menggunakan pendapat 7 pakar (expert) yang mewakili para pemangku kepentingan. Hasil korelasi antara DT dan YOR menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan, sedangkan prakiraan menunjukkan bahwa dwell time cenderung turun dan YOR juga akan cenderung turun. Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa strategi yang menjadi prioritas utama adalah perancangan model early warning system (EWS)/sistem peringatan dini lingkup antar lembaga yang dimaksudkan untuk mengantisipasi apabila terjadi lonjakan YOR para pihak dapat melakukan secara bersama-sama dengan cepat dan terkoordinasi dan alternatif solusi mengatasi DT dikarenakan aktifitas di terminal petikemas didominasi variabel waktu dalam pengurusan dokumen maka dapat dilakukan dengan memperbanyak barang yang lewat tanpa pemerikasaan dilihat dari rekam jejak para pemiliknya yaitu dapat dipercaya.Kata Kunci: waktu endap, tingkat kepadatan lapangan penumpukan, prakiraan, AHP, sistem peringatan diniAbstract. The average waiting time of containers for inspecting and handling documents required in the container yards of terminals, especially for imported goods, known as DT (dwell time), in Jakarta, Indonesia, lately becomes a national issue. This is due to the high settling time, which on average is still around 6 days or more, resulting in increased shipping cost and affecting the density of container yards/YOR (Yard Occupancy Ratio) and causing congestions that decrease the port operational performance. The purposes of this study were to: 1. Explain the existing condition of the relation between DT and YOR in PT. Jakarta International Container Terminal which is the largest container terminal in Indonesia, by using secondary data from 2011 to 2015; 2. Predict the growth of the future performances of DT and YOR using time series with the smallest error and to obtain alternative strategies and solutions to handle DT using AHP (Analytical Hierarchy Process) which uses opinions of 7 experts who represent stakeholders. The correlation between DT and YOR showed that there was a significant positive relation, while estimation indicated that the dwell time tended to decline and so did YOR. The results of AHP analysis showed that the prioritized strategy was designing EWS (Early Warning System) model between agencies to anticipate surge of YOR so that the parties could work together rapidly and in a coordinated manner. Alternative solutions to solve DT because activities in the container terminal are dominated by the time variable in terms of documents handling was multiplying goods which passed through without examination based on track records of trustworthy owners.Keywords: dwell time, yard occupancy ratio, predict, analytical hierarchy process, early warning system


Copyrights © 2016






Download : Full PDF (12798.189 KB)
Original Source : http://journal.sbm.itb.ac.id/index.php/mantek/article/view/1826
Google Scholar : Check in googleschoolar

Journal Info

Abbrev

mantek

Publisher

Subject

Computer Science & IT Decision Sciences, Operations Research & Management

Description

Jurnal Manajemen Teknologi merupakan salah satu publikasi ilmiah yg diterbitkan oleh SBM ITB, dalam kerangka untuk mendorong pengembangan praktik dan teori manajemen di Indonesia melalui penyebarluasan temuan-temuan hasil riset di bidang sains dan kasus manajemen. Jurnal ini dikenal secara luas ...