Jurnal Teknologi Pertambangan
Vol 1, No 2 (2016)

STUDI HIDROGEOLOGI PADA RENCANA PENAMBANGAN BATUBARA DI DAERAH MUARA BAKAH, IUP PT. DUTA NURCAHYA, BARITO UTARA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

Suyono, Suyono ( Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Yogyakarta 55283 Indonesia )
Setyowati, Indah ( Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Yogyakarta 55283 Indonesia )
Rosadi, Peter Eka ( Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Yogyakarta 55283 Indonesia )
Wijaya, Bagus Arief ( Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Yogyakarta 55283 Indonesia )



Article Info

Publish Date
01 Mar 2015

Abstract

Penelitian dilakukan di IUP PT. Duta Nurcahya yang berlokasi di Desa Muara Bakah, Kecamatan Lahai, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah. Berkaitan dengan rencana PT. Duta Nurcahya untuk membuat bukaan tambang yang baru, studi hidrogeologi sangat mutlak diperlukan. Hal ini dikarenakan lokasi rancangan bukaan tambang yang berdekatan dengan sungai besar di Kalimantan Tengah yaitu Sungai Lahai. Lokasi Sungai Lahai yang sangat dekat dengan lokasi rancangan bukaan tambang berpotensi mempengaruhi kondisi airtanah disekitar bukaan tambang.Berdasarkan hasil studi hidrogeologi yang telah dilakukan, diketahui terdapat dua jenis akuifer, yaitu akifer bebas dan akuifer tertekan. Akuifer bebas terdiri dari pasir halus hingga sedang. Sedangkan akuifer tertekan terdiri dari batupasir dengan ukuran pasir halus-sedang yang terperangkap lapisan batulempung. Sebaran ketebalan akuifer bebas dan akuifer tertekan di daerah penyelidikan tidak merata. Akuifer bebas memiliki ketebalan antara 3,00 – 22,60 meter, sedangkan akuifer tertekan memiliki ketebalan antara 8,00 – 37,35 meter.Hasil pengujian berdasarkan metode slug test diketahui nilai permeabilitas (k) akuifer berkisar antara (1,1294 . 10-6 – 5,3528 . 10-6) meter/detik. Sedangkan melalui uji pumping test pada lubang bor GH_DN_05 didapatkan nilai konduktivitas hidrolik (K) sebesar 1,330 . 10-5 meter/detik. Dilihat dari  jenis batuan penyusun akuifer, sebaran nilai permeabilitas dan konduktivitas hidrolik yang kecil, maka potensi airtanah di daerah penyelidikan relatif rendah. Pengaruh penambangan endapan batubara terhadap keberadaan airtanah (terutama airtanah bebas) tidak signifikan, karena material penyusun akuifer memiliki ukuran butir relatif kecil/halus, dengan sebaran akuifer tidak merata. Pada kondisi nilai permeabilitas yang tergolong rendah, aliran airtanah di dalam akuifer relatif terbatas (temporary), apalagi hanya dipengaruhi oleh perbedaan muka airtanah akibat penggalian maupun gaya gravitasi.Disamping itu, PT. Duta Nurcahya juga harus memperhatikan kualitas air yang ada pada daerah tambang dan sekitarnya karena air tersebut digunakan banyak orang yang berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari. Dari hasil uji laboratorium menyatakan bahwa pada sepuluh sampel air yang diambil, delapan sampel air merupakan air kelas satu (I), sedangkan sampel air anak Sungai Lahai (162.c / Air / 2015) dan sampel air dari sungai kecil (162.i / Air / 2015) tergolong air kelas tiga (III) karena mengandung bakteri total koli > 10.000 Jml/100mL.Kata Kunci: akuifer, slugtest, pumping test.

Copyrights © 2016