Jurnal Sejarah dan Budaya
Vol 9, No 2 (2015): Desember

POLITIK SIMBOLIS KASUNANAN

Joebagio, Hermanu (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Dec 2015

Abstract

Abstrak. Para Sunan telah kehilangan kekuasaan sosial politik maupun ekonomi,namun mereka dapat menggunakan kekuasaannya. Hal ini diwujudkan dalampermainan simbol-simbol politik, yang lazim disebut politik simbol. Hampir semuaelit aristokrat Jawa memainkan politik simbolis, terutama setelah raja-raja diVorstenlanden kehilangan wilayah konsentris mereka. Begitu pula kondisi yangdihadapi oleh Pakubuwana X. Otoritas yang dia miliki justru diolah dan dialihkanmenjadi kekuatan pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan itu ditafsirkan sebagaisimbol publik. Dalam politik simbolis terdapat dua unsur yang saling terkait, yaknisimbol personal dan simbol publik. Kedua simbol itu memungkinkan masyarakat luasuntuk mengakses informasi melalui perspektif politik maupun ekonomi. Kesempatanitu akan menumbuhkan kesadaran kritis.Kata-kata kunci: politik, simbol, Kasunanan, Pakubuwana XAbstract. The Sunans had lost their political-social and their economical-socialpower, however they could still use their power. This is represented by producing thepolitical-symbol, well-known as the symbolic politics. All Javanese aristocratic elitesplayed the symbolic politic, mainly after the kings of Vorstenlanden losed theirconsentric areas. In addition, Pakubuwana X had the same condition. He changedand transformed his authority into the power of people’s empowerment. Theempowerment could interpreted as public symbol. The symbolic politic divided intopersonal and public symbol. Both symbols might lead people to access informationthrough political and economic perspectives. The chance would grow up the criticalawareness.Keywords: politic, symbol, Kasunanan, Pakubuwana X

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

JSB

Publisher

Subject

Education Social Sciences

Description

Terbit dua kali dalam satu volume yaitu Juni dan Desember; ISSN 1979-9993 berisi tulisan ilmiah tentang sejarah, budaya dan hubungannya dengan pengajaran, baik yang ditulis dalam Bahasa Indonesia maupun asing. Tulisan yang dimuat berupa analisis, kajian dan aplikasi; hasil penelitian, dan pembahasan ...