Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia
Vol 12, No 2 (2005): Desember 2005

VARIABILITAS ANOMALI TINGGI PARAS LAUT (TPL) DAN ARUS GEOSTROPIK PERMUKAAN ANTARA L. SULAWESI, S. MAKASSAR DAN S. LOMBOK DARI DATA ALTIMETER TOPEX/ERS

Purba, Mulia (Unknown)
S . Atmadipoera, Agus (Unknown)



Article Info

Publish Date
17 May 2016

Abstract

Fluktuasi anomali tinggi paras laut (TPL) dari data altimeter TOPEX/ERS2 selama 4 tahun (April1998 - Maret 2002) sepanjang lintasan barat aliran Arus Lintas Indonesia (ARLINDO) antara L. Sulawesi, S. Makassar dan S. Lombok ditelaah dengan menggunakan analisis deret waktu. Fluktuasi anomali TPL dengan periode 2 - 6 bulanan terdapat di sepanjang lintasan Arlindo, sementara periode tahunan hanya terdapat di L.Flores dan kedua ujung S. Lombok. Spektral energi fluktuasi tertinggi terdapat di selatan S. Lombok, kemudian diikuti L. Flores dan L. Sulawesi serta yang terlemah di S. Makassar. Anomali TPL tahunan yang tinggi di selatan S. Lombok pada Desember Maret diperkirakan merupakan sinyal tibanya Arus Pantai Jawa (APJ).Anomali semi-tahunan yang tinggi di lokasi yang sama pada bulan Mei dan November diduga sinyal gelombang Kelvin. Anomali TPL tahunan yang rendah pada Juni - September di sisi selatan S. Lombok diperkirakan akibat menggesernya poros Arus Ekuator Selatan ke utara pada saat bertiupnya Angin Muson Tenggara. Kelihatannya pengaruh sistem Angin Muson lebih terasa di bagian selatan (kedua ujung S. Lombok) dari bagian utara (L. Sulawesi dan S. Makassar) dari lintasan barat aliran Arlindo. Perbedaan anomali TPL tegak lurus lintasan Arlindo dihitung pada posisi 4oS sejauh 166.1 km di S. Makassar untuk memperkirakan anomali arus geostropik permukaan dan apakah hasilnya dapat digunakan sebagai indikator proxy aliran Arlindo. Anomali arus geostropik permukan yang telah ditapis 30 hari bervariasi antara -9 cm/det (ke selatan) sampai +5.5 cm/det (ke utara) dengan periode fluktuasi antara 2 - 4bulanan. Aliran ke utara dan ke selatan hampir sebanding dengan aliran bersih selama 4 tahun ke selatan (-0.43 cm/det). Kelihatannya, anomali arus geostropik permukaan terlalu berfluktuasi dan tidak mengambarkan aliran Arlindo yang menurut pengamatan umumnya ke selatan dan terfokus di lapisan termoklin. Akan tetapi, seperti halnya karakter Arlindo, arus permukaan ini menguat ke selatan pada bulan Juni - Agustus dan aliran cenderung ke utara pada bulan Desember –Maret.Kata kunci: anomali Tinggi Permukaan Laut (TPL), Arus Lintas Indonesia (Arlindo), fluktuasi, anomali arusgeostropik permukaan.

Copyrights © 2005