VIDYA SAMHITA
Vol 1, No 1 (2015): RELASI KUASA GENDER DAN IDENTITAS BERAGAMA

PELINGGIH PADMATIGA PENATARAN AGUNG BESAKIH (Analisis Bentuk, Fungsi, Dan Makna)

Sutriyanti, Ni Komang (Unknown)



Article Info

Publish Date
06 Jun 2015

Abstract

Pura Besakih merupakan pura terbesar di Bali, adapun bangunan suci yang paling utama di Pura Besakih adalah Pelinggih Padmatiga yang berada di areal Penataran Agung Pura Besakih. Bentuk Pelinggih Padmatiga yang berada pada Penataran Agung Pura Besakih terdiri dari empat bagian yaitu : bagian dasar (altar), bagian kaki yang disebut tepas, badan atau batur dan kepala yang disebut sari. Pada  bagian-bagiannya terdapat ornament seperti : karang asti, naga anantaboga, naga basuki, Naga tatsaka, karang boma, karang paksi, candrasangkala, karang goak, simbar, karang asti/gajah, dan burung garuda, bedawang nala, serta pepalihan. Fungsi Pelinggih Padmatiga yang berada pada Penataran Agung Pura Besakih mempunyai fungsi yaitu : fungsi pemujaan,  fungsi estetika, fungsi sebagai sumber kesucian dan kerahayuan bagi umat Hindu, dan fungsi pemersatu umat. Makna Pelinggih Padmatiga yang berada pada Penataran Agung Pura Besakih mempunyai makna filosofis.Kata Kunci : Pelinggih Padmatiga, Bentuk, Fungsi, dan Makna.

Copyrights © 2015