VIDYA SAMHITA
Vol 1, No 1 (2015): RELASI KUASA GENDER DAN IDENTITAS BERAGAMA

Penafsiran Ulang Kedudukan Perempuan Hindu Dalam Kitab Sarasamuccaya (Suatu Pendekatan Fenomenologis Tentang Gender Terhadap Problem Disekuilibrium)

Suhardi, untung (Unknown)



Article Info

Publish Date
05 Oct 2015

Abstract

Dasar penelitian ini menggunakan metoda kualitatif dengan pendekatan fenomonalogis melalui teori hermeneutika Gadamer dan teori rasayang didalamnya menggunakan pengumpulan data wawancara tidak berstruktur. Permasalahannya adalah banyak orang yang beranggapan bahwa sarasamuccaya adalah kitab bias gender yang banyak menimbulkan pro dan kontra dalam kehidupan.  Pada hasil penelitian ini bahwa  karya sastra besar ini yang ditulis oleh Bhagavan Vararuci yang menceritakan wejangan dari Bhagavan Vaisampayana kepada raja Janamejaya bukanlah untuk merendahkan perempuan tetapi, keberadaan makna wejangan itu adalah agar laki-laki tidak memperlakukan wanita secara sembarangan dan memberikan perhatian bahwa ketika berada didekat perempuan faktor pengendalian pikiran itu sangatlah penting, janganlah sampai terjerumus dalam hubungan yang terlarang, apalagi dengan perempuan yang bukan pasangannya. Hal inilah yang harusnya dihindari oleh laki-laki baik itu pendeta yang selalu berkiprah dalam dunia spiritual yang selalu dijadikan panutan bagi umatnya dan laki-laki pada umumnya agar tetap berada dijalan dharma. Adapun nilai-nilai pendidikan  etika yang berkaitan dengan sloka 424-442 adalah adanya pengendalian diri laki-laki terhadap nafsu birahi, dan pengendalian diri inilah yang memegang peranan penting adalah pikiran sebagai rajanya indriya (Rajendriya). Adapun didalamnya terdapat nilai tat twam asi, viveka, vairagya, dama dan ahimsa yang semuanya ini inti ajarannya adalah pengendalian diri dari masing-masing individu, terutama untuk kaum laki-laki. Kata Kunci : Perempuan, gender, Etika, pendidikan dan Pengendalian diri

Copyrights © 2015