VIDYA SAMHITA
Vol 1, No 1 (2015): RELASI KUASA GENDER DAN IDENTITAS BERAGAMA

MODIFIKASI PAYAS AGUNG BADUNG WANITA MENGURANGI KELUHAN MUSKULOSKELETAL, KELELAHAN DAN BEBAN KERJA SERTA MENINGKATKAN KENYAMANAN BERBUSANA

Putri Purnamawari, Made Sri (Unknown)



Article Info

Publish Date
06 Jun 2015

Abstract

Payas Agung Badung (PAB) adalah salah satu jenis busana tradisional Bali. Ada dua jenis PAB, yaitu untuk laki-laki dan untuk wanita. Komposisinya terdiri dari hiasan kepala dan busana di badan. Sekarang ini PAB semakin popular, dan banyak dipakai pada saat upacara agama seperti mapandes (upacara potong gigi), ngeraja sewala (upacara akil-balig), pawiwahan (upacara perkawinan), dan mamukur (salah satu rentetan upacara pitra yadnya), tanpa memandang kasta. Pakaian cukup disewa tanpa membelinya. Masalahnya ialah bahwa pada wanita; pemakaian PAB lebih rumit, memerlukan waktu rias yang lama. Selama memakai PAB tersebut si pemakai merasakan ketidak-nyamanan akibat pemakaiannya terlalu ketat melilit di badan. Juga selama memakai PAB si pemakai tidak mungkin untuk buang air kecil atau buang air besar, sebab kalau hal itu terjadi maka akan membongkar kembali PAB yang sudah dipakainya. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa dengan modifikasi PAB wanita dapat: (1) mengurangi beban kerja; (2) mengurangi keluhan muskuloskeletal pemakai; dan (3) mengurangi kelelahan  pemakai; dan (4) meningkatkan kenyamanan berbusana. Dari hasil penelitian ini dapat disarankan hal-hal sebagai berikut: (1) Hasil dan manfaat dari penelitian ini bisa dipakai pemakai payas agung daerah lainnya. (2) Hasil dari penelitian ini bisa dipakai acuan bagi penelitian yang sejenis. Kata Kunci : payas agung badung, modifikasi, keluhan otot, kelelahan, kenyamanan  berbusana

Copyrights © 2015