Jurnal AGROTEKNOLOGI
Vol 5, No 2 (2011)

KONSUMSI MINUMAN NUTRAFOSIN BERISI INULIN DAN FRUKTOOLIGOSAKARIDA (FOS) MENURUNKAN KADAR TRIGLISERIDA PENDERITA DISLIPIDEMIA


Tejasari, . ( Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Jember ) , Suryono, . ( Fakultas Kedokteran, Universitas Jember )



Article Info

Publish Date
04 Jan 2016

Abstract

Pangan memasok zat gizi, termasuk karbohidrat yang berfungsi utama menghasilkan energi untuk aktivitas internal dan eksternal. Beberapa jenis karbohidrat, seperti inulin (fruktan) dan fruktooligosakarida (FOS) telah terbukti mampu memodifikasi proses fisiologis dan biomiawi, khususnya metabolisme asam lemak dan kolesterol. Kenyataan ini menunjukkan bahwa kedua senyawa karbohidrat tersebut secara aktif biologis berpengaruh terhadap profil lipida darah, termasuk trigliserida (TAG). Kedua senyawa tersebut telah diklaim sebagai bahan pangan fungsional. Efek fungsional sehat inulin dan FOS akan dirasakan jika individu cukup konsumsi energi dan zat gizinya. Di Indonesia, uji klinis efek sehat bahan pangan fungsional pada manusia sulit dilakukan karena tidak dapat mengontrol seutuhnya konsumsi pangan subjek. Penelitian ini menggunakan penderita dislipidemia yang memenuhi syarat inklusi subjek, dan bersedia (informed consent) untuk mengikuti semua prosedur perlakuan yang telah disepakati, selama 21 hari, dengan pola konsumsi seperti biasanya. Subjek dislipidemia adalah pasien rawat jalan Rumah Sakit Subandi Jember, sehingga telah mendapatkan konsultasi gizi baik dari dokter ahli penyakit jantung maupun dari bagian gizinya. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi efek penurunan kadar trigliserida akibat asupan inulin dan FOS dalam minuman Nutrafosin pada penderita dislipidemia berpola konsumsi seperti biasa. Data konsumsi pangan diperoleh dengan metoda 24 jam Recall Method. Kebutuhan energy subjek dislipidemi ditentukan berdasarkan berat badan relative (BBR). Jika BBR<90% maka kebutuhan energy sebesar 40-60 Kal/kg BB. Jika BBR 90-100% maka kebutuhan energy sejumlah 30 Kal/kg BB. Jika BBR>110% maka kebutuhan energy 20 Kal/kg BB. Bila BBR>120% maka kebutuhan energinya sebesar 15 Kal/kg BB. Lalu, kebutuhan energy dibandingkan dengan asupan energinya. Penelitian eksperimental klinik (clinical trial) dengan metode uji klinis dan desain pararel matched pairs. Sampel yang dikehendaki (intended sampel) diambil dari accesible population secara non-probability dengan consecutive sampling. Minuman Nutrafosin berisi 2 g bubuk inulin dan 50 ml bahan cair FOS diberikan secara single blinding placebo designed kepada 16 subjek dislipidemia untuk dikonsumsi setiap hari 1 gelas secara oral. Pengukuran kadar TAG dilakukan sebelum (0 hari) dan terakhir (hari ke-22). Perbedaan kadar TAG sebelum dan sesudah intervensi, kelompok placebo dan perlakuan, dianalisis dengan uji statistic T-test berpasangan Confidence Interval 95%. Hasil penelitian membuktikan bahwa konsumsi minuman Nutrafosin oleh subjek dislipidemia selama 21 hari menurunkan kadar trigliserida secara nyata. (Thitung= 1,108 < TTabel = 2,365). Berdasarkan temuan ini untuk hasil yang lebih optimal, disarankan pada penderita dislipidemia untuk mengurangi asupan energy dari karbohidrat agar tidak lebih dari 50% total energy AKG, dan meningkatkan asupan serat larut air dari kelompok pangan bebuahan, dan tidak larut air (seperti selulosa) dari sayuran minimal 30 g serat per hari. Terkait hal tersebut, diperlukan daftar kadar serat pangan berbagai jenis pangan nabati Indonesia, agar dapat digunakan oleh masyarakat sebagai acuan perencanaan konsumsi pangan sumber serat, terutama bagi penderita dislipidemia.Kata kunci: Inulin, Fruktooligosakarida (FOS), trigliserida, dislipidemia, serat pangan


Copyrights © 2016






Download : Full PDF (406.339 KB)
Original Source : http://jurnal.unej.ac.id/index.php/JAGT/article/view/2300
Google Scholar : Check in googleschoolar

Journal Info

Abbrev

JAGT

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Jurnal Agroteknologi terbit 2 (dua) nomor per volume, dan mempublikasikan hasil penelitian dalam bidang ilmu dan teknologi pertanian yang mencakup teknologi hasil pertanian, enjiniring pertanian, dan agroindustri. Selain itu, dimungkinkan membahas berbagai ulasan ilmiah, resensi buku, komunikasi ...