Zuriat
Vol 11, No 1 (2000)

Determinasi Enam Kultivar Lokal Padi Ladang Asal Kendari yang Mengandung Tepungsari Berinti Satu (Uninucleate) Untuk Pemuliaan In Vitro

Suaib, , (Unknown)



Article Info

Publish Date
13 Sep 2015

Abstract

Percobaan ini dilakukan di Kebun Praktek dan Laboratorium Agronomi Fakultas Pertanian Universias Haluoleo, sejak April 1998 hingga Februari 1999. Tujuannya adalah ingin mengetahui hubungan antara umur tanaman enam kultivar lokal padi ladang asal Kendari dan panjang pemunculan malai dengan tepungsari berinti satu yang telah mencapai lebih dari 50% dalam populasi. Keenam kultivar tersebut adalah (1) Pae Kuni (PK), (2) Pae Dai Meeto (PD), (3) Pae Hulo (PH), (4) Pae Iku Laku (PL), (5) Pae Mornene (PM), dan (6) Pae Wila (PW). Setiap pengamatan digunakan tiga malai sebagai ulangan, dan masing-masing malai dibagi tiga bagian, yakni: (a)bagian ujung malai, (b)bagian tengah malai, dan (c)bagian pangkal malai. Setiap bagian digunakan tiga bulir sebagai sumber antera. Komposisi tingkat perkembangan tepungsari dalam antera masing-masing malai dicatat sebagai sifat yang diamati. Data yang diperoleh melalui pengukuran dan penghitungan selanjutnya ditabulasi, kemudian dianalisis secara rata rata dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1)Pae Kuni (PK) tercapai pada umur 92 hari sesudah tanam (HST), malai berada dalam bungkusan maksimal kelopak daun bendera dan mengandung 77.55% tepungsari berinti satu, (2)Pae Dai Meeto (PD), tercapai pada 104 HST, malai berada dalam bungkusan maksimal kelopak daun bendera dan mengandung 78.94% tepungsari berinti satu, (3)Pae Hulo (PH) tercapai pada 95 HST, malai telah muncul sepanjang 1.50cm dan mengandung 84.50% tepungsari berinti satu, (4)Pae Iku Laku (PL) tercapai pada umur 118 HST, malai masih berada dalam bungkusan maksimal kelopak daun bendera dan mengandung 76.37% tepungsari berinti satu, (5)Pae Mornene (PM) tercapai pada umur 97 HST, malai telah muncul sepanjang 1.67cm dan mengandung 87.65% tepungsari berinti satu, dan (6)Pae Wila (PW) tercapai pada umur 117 HST, malai masih berada dalam bungkusan maksimal kelopak daun bendera, dan mengandung 81.25% tepungsari berinti satu.

Copyrights © 2000