Jurnal Manusia dan Lingkungan
Vol 15, No 1 (2008)

NILAI EKONOMI TOTAL KAMBING PERANAKAN ETAWAH (PE) SISTEM KANDANG KELOMPOK DI DESA GIRIKERTO TURI SLEMAN

Kusumastuti, Tri Anggraeni ( Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta )
Masyhuri, Masyhuri ( Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta )
Suryantini, Any ( Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta )



Article Info

Publish Date
20 Dec 2014

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis nilai ekonomi total yang menunjukkan besar aset sumberdaya Kambing Peranakan Etawah (PE) sistem kandang kelompok di Desa Girikerto Turi Sleman. Pengambilan sampel secara sensus pada tiga kelompok ternak yaitu "Mandiri" di Dusun Nganggring, "Pangestu" di Dusun Kemirikebo, dan "Sukorejo l" di Dusun Sukorejo sebanyak 116 sampel. Untuk menghitung nilai ekonomi total dengan mengidentifikasi manfaat sosial yaitu nilai guna langsung, nilai guna tidak langsung, maupun nilai pilihan. Selain itu juga mempertimbangkan biaya sosial meliputi biaya langsung atau operasional, biaya eksternal, dan biaya relokasi. Nilai manfaat dan biaya yang dapat dipasarkan (marketahle) menggunakan harga pasar, sedangkan yang tidak dipasarkan (no marketable) yaitu nilai pilihan (kemauan membayar atau willingness to Pay dari masyarakat dan peternak Kambing PE, sistem kandang kelompok) serta biaya relokasi (kemauan menerima tawaran alau Willingness to Accept peternak kambing sistem individu) menggunakan Contingent Valuation method (CIVM). Untuk mengetahui terjadinya perubahan di luar kondisi normal dengan menggunakan analisis sensitivitas meliputi perbaikan manajemen pemeliharaan, perubahan harga output clan input, serta perubahan lingkungan. Nilai ekonomi totaI pada kondisi normal untuk periode 5 tahun mendatang dengan asumsi tidak ada perkembangan populasi tiap tahunnya dalam satuan Unit Ternak (UT) sebesar 3.416.464.641 rupiah pertahun. Urutan prioritas kelayakan nilai ekonomi total Kambing Peranakan Etawah 5 tahun mendatang adalah penurunan mortalitas (4.111.611.671 rupiah pertahun), kenaikan harga jual ternak (3.814.291.873 rupiah pertahun), peningkatan produksi susu (3.756.830.268 rupiah pertahun). perbaikan kidding interval (3.536.780.715 rupiah pertahun), peningkatan harga susu segar (3.534.635.862 rupiah pertahun), penurunan harga pollard  (3.438.843.522 rupiah pertahun). peningkatan manfaat lingkungan (3.417.191.446 rupiah pertahun) dan peningkatan biaya lingkungan (3.438.843.522 rupiah pertahun). Hasil simulasi menunjukkan perbaikan manajemen pemeliharaan menjadi prioritas yaitu nilai ekonomi total pada peningkatan produksi susu, perbaikan kidding interval, dan penurunan mortalitas lebih tinggi dibandingkan pada kondisi normal.

Copyrights © 2008