Jurnal Manusia dan Lingkungan
Vol 10, No 3 (2003)

ANALISIS SIFAT AKUSTIK PAGAR PEMBATAS SEBAGAI PEREDAM BISING KENDARAAN BERMOTOR: SALAH SATU ALTERNATIF PENGENDALI BISING DI KOTA DENPASAR


Kusuma, Putri ( Universitas Udayana ) , Sudibyakto, Sudibyakto ( Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta ) , Galuh, Dewi ( Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta )



Article Info

Publish Date
13 Jan 2015

Abstract

Salah satu sumber kebisingan di daerah urban adalah kendaraan bermotor. Upaya untuk menghadapi kebisingan ini adalah mengendalikannya dengan cara memasang penghalang (barrier) dalam bentuk pagar, seperti misalnya pada arsitektur tradisional Bali. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi tentang efektivitas berbagai macam pagar dan tentang efek pagar ini dan jumlah kendaraan bermotor terhadap tingkat kebisingan yang ditimbulkan. Penelitian ini dilaksanakan berdasar pada standar (ISO) R 1996, atau Equivalence of Noise Level of n number of sample. Penelitian ini mengadopsi sampling purposif untuk memilih jenis penghalang, dan berfokus pada objek berikut: (1) jenis pagar, (2) jarak dari sumber kebisingan, dan (3) jumlah jenis kendaraan. Efektivitas penghalang diekspresikan dalam jumlah reduksi kebisingan dari suatu kebisingan, baik menggunakan atau tidak menggunakan penghalang, serta koefisien keheningan (coefficient of muting) dari setiap penghalang. Tes untuk menganalisis data meliputi korelasi untuk mengetahui efektifitas penghalang, dan tes regresi untuk mengetahui hubungan antara jenis kendaraan dan tingkat kebisingan. Penelitian ini menemukan bahwa pagar masif merupakan pengurang kebisingan yang paling efektif diantara jenis-jenis pagar yang ada, dengan koefisien 0,12, tetapi jenis ini memiliki kekurangan elemen estetika dan memberikan kesan individualistik ditambah lagi bahwa struktur tersebut menghalangi pandangan apa yang terjadi diluar. Pagar yang berselang-seling dan ditutupi dengan vegetasi lebih baik ditinjau dari sisi estetika maupun fungsi fisik untuk mengurangi kebisingan, dengan koefisien 0,09. Relasi antara tingkat kebisingan dan jumlah kendaraan dapat diidentifikasi dengan menggunakan persamaan linier dengan memberikan jumlah kendaraan yang equivalen dengan jumlah sepeda motor.


Copyrights © 2015







Original Source : http://jpe-ces.ugm.ac.id/ojs/index.php/JML/article/view/340
Google Scholar : Check in googleschoolar