Jurnal Akuakultur Indonesia
Vol 14, No 2 (2015): Jurnal Akuakultur Indonesia

Induced maturation of eel weighed 100–150 gram with PMSG, antidopamine, and 17α-methyltestosterone


Aryani, Nadia Mega ( Departemen Budidaya Perairan Institut Pertanian Bogor ) , Sudrajat, Agus Oman ( Departemen Budidaya Perairan Institut Pertanian Bogor ) , Carman, Odang ( Departemen Budidaya Perairan Institut Pertanian Bogor )



Article Info

Publish Date
15 Oct 2015

Abstract

ABSTRACT Marketed eel Anguilla bicolor bicolor is commonly produced from larvae rearing activity whose broodstocks and larvae are caught from the nature. Supply of eel broodstock is restricted by its life cycle and uncertain size variation of mature male and female. This study was aimed to evaluate the effect of hormonal induction through injection to enhance masculinization and gonadal maturation of eel at the weight of 100–150 g. The experiment used completely random design with the use of combination pregnant mare serum gonadotropin  (PMSG), antidopamine (AD), dan 17α-methyltestosterone (MT), which were (10 IU/kg PMSG + 0,01 mg/kg AD), P2 (20 IU/kg PMSG + 0,01 mg/kg AD), P3 (10 IU/kg PMSG + 0,01 mg/kg AD + 150 µg/kg MT), P4 (20 IU/kg PMSG + 0,01 mg/kg AD + 150 µg/kg MT), and P5 (control; without hormonal treatment). The result showed that an increasing of fish length along with fish weight were performed by treatment P4 and P3. The highest gonadosomatic index value was obtained by treatment P3 (1,3030±0,24262). Based on gonadal histology analysis, 2nd phase of spermatogonia development was found in P3 in week-8. The highest testosterone level was obtained by treatment P3, followed by P4, P2, and P1 in week-4. Combination of 10 IU/kg PMSG + 0,01 mg/kg AD + 150 µg/kg MT could enhance masculinization and gonadal maturation of eel in eight weeks of rearing period. Keywords: gonadal maturation, Anguilla bicolor bicolor, PMSG, AD, MT  ABSTRAK Ikan sidat Anguilla bicolor bicolor yang dipasarkan pada umumnya merupakan hasil usaha pembesaran yang benih dan induknya masih diperoleh dari alam. Penyediaan induk ikan sidat terkendala dengan siklus hidup dan variasi perbedaan ukuran induk ikan sidat jantan dan betina matang gonad yang belum pasti. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran induksi hormonal yang disuntikkan pada ikan sidat dalam mempercepat proses pematangan gonad ikan sidat ukuran 100–150 g. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen rancangan acak lengkap dengan kombinasi pregnant mare serum gonadotropin (PMSG), antidopamin (AD), dan  17α-metiltestosteron (MT) sebagai berikut P1 (10 IU/kg PMSG + 0,01 mg/kg AD), P2 (20 IU/kg PMSG + 0,01 mg/kg AD), P3 (10 IU/kg PMSG + 0,01 mg/kg AD + 150 µg/kg MT), P4 (20 IU/kg PMSG + 0,01 mg/kg AD + 150 µg/kg MT), dan P5 (kontrol; tanpa perlakuan hormon). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pertambahan panjang seiring dengan pertambahan bobot diperoleh dari perlakuan P4 dan P3. Indeks gonadosomatik tertinggi diperoleh dari perlakuan P3 (1,3030±0,24262). Hasil histologi gonad ditemukan perkembangan spermatogonia fase 2 pada P3 di minggu kedelapan. Konsentrasi testosteron tertinggi didapat dari perlakuan P3 kemudian diikuti P4, P2, dan P1 pada minggu keempat. Kombinasi hormon 10 IU/kg PMSG + 0,01 mg/kg AD + 150 µg/kg MT dapat mempercepat pematangan gonad dan pertumbuhan pada ikan sidat selama delapan minggu pemeliharaan. Kata kunci: pematangan gonad, Anguilla bicolor bicolor, PMSG, AD, MT 


Copyrights © 2015






Download : Full PDF (2757.108 KB)
Original Source : http://journal.ipb.ac.id/index.php/jai/article/view/10356
Google Scholar : Check in googleschoolar

Journal Info

Abbrev

jai

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Jurnal Akuakultur Indonesia (JAI) merupakan salah satu sarana penyebarluasan informasi hasil-hasil penelitian serta kemajuan iptek dalam bidang akuakultur yang dikelola oleh Departemen Budidaya Perairan, FPIK–IPB. Sejak tahun 2005 penerbitan jurnal dilakukan 2 kali per tahun setiap bulan ...