Jurnal Humaniora
Vol 11, No 3 (1999)

MEMAHAMI KARAKTERISTIK UNCONSCIOUS FILOSOFI JAWA MELALUI TOKOH WAYANG BIMA

Udasmoro, Wening (Unknown)



Article Info

Publish Date
03 Aug 2012

Abstract

Wayang memiliki cara tersendiri untuk mengungkapkan kandungan isinya . Ada dua unsur dasar dalam penampilan wayang yang keduanya menyimpan makna filosofis, yaitu unsur cerita dan unsur noncerita. Pada unsur cerita, seperti telah dijelaskan di atas, wayang memiliki perbedaan dengan cerita asalnya . Sebagai contoh, dalam cerita Mahabarata versi India tidak ditonjolkan peran anak keturunan Pandawa (Lal, 1992), sementara dalam cerita versi Jawa, dilakukan pengembangan cerita terhadap tokoh-tokoh keturunan Pahdawa yang tidak muncul dalam cerita sumbernya, seperti Gatotkaca, Antareja, Wisanggeni, dan sebagainya. Tokoh-tokoh Punakawan (Semar, Gareng, Petruk, dan sejak abad XVII Bagong) yang muncul di pertengahan cerita dalam adegan gara-gara (kondisi dunia dalam keadaan kacau), dianggap betul-betul bersifat Jawa karena tidak terdapat dalam epos di India (Magnis-Suseno, 1993) .

Copyrights © 1999






Journal Info

Abbrev

jurnal-humaniora

Publisher

Subject

Arts Humanities

Description

Humaniora focuses on the publication of articles that transcend disciplines, and which, regardless of subject, appeal to a diverse readership and advance the study of humanities, particularly in Indonesia. This articles that contribute to the strengthening of critical approaches, increasing the ...