Jurnal Pengembangan Energi Nuklir
Vol 15, No 1 (2013): Juni 2013

PERHITUNGAN FAKTOR EMISI CO2 PLTU BATUBARA DAN PLTN

Nugroho, Ari (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Jun 2013

Abstract

ABSTRAK MODIFIKASI BENCHMARK DAN PENGARUHNYA TERHADAP AKURASI PENGUKURAN DEFORMASI DI MURIA. Monitoring deformasi di sekitar Gunung Muria, Jawa Tengah direkomendasikan oleh IAEA (International Atomic Energy Agency) untuk dilakukan di sekitar calon tapak PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir). Hal ini dilakukan untuk mendapatkan data tentang perubahan deformasi akibat adanya aktivitas vulkanik dari Gunung Muria sebagai analisis awal bahaya Gunung Muria terhadap keselamatan bangunan PLTN. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketelitian dari dua sesi pengukuran deformasi dengan BM (Benchmark) yang berbeda. Pada penelitian ini digunakan alat GPS (Global Positioning System) geodetik jenis Trimble R7 GNSS. Pengukuran pada Bulan April s/d Juli 2011 digunakan BM standar, dilakukan di delapan BM yaitu BKI (Bopkri), UJW (Ujung Watu), PDP (Perdopo), RTW (Rahtawu), RGG (Rengging), KTP (Ketek Putih), CRG (Cranggang), DM (Danyang Mulyo) dan di pantau terhadap satu BM bernama Mijen. Pengukuran pada bulan November 2011 digunakan BM yang sudah dimodifikasi, dilakukan di enam BM yaitu BKI, PDP, RTW, RGG, KTP, CRG dan di pantau terhadap BM yang sama. Hasil pengukuran dengan BM standar menghasilkan ketelitian horisontal berkisar  4 - 7 mm dan vertikal 16 - 28 mm, sedangkan untuk BM yang sudah dimodifikasi menghasilkan ketelitian horisontal berkisar 0,6 mm - 1,3 mm, dan vertikal 0,3 - 0,6 mm. Kata kunci: Deformasi, global positioning system, metode diferensial ABSTRACT THE EFFECT OF MODIFIED BENCHMARK ON THE ACCURACY OF MEASURING THE DEFORMATION AT MURIA. The monitoring of deformation surrounding the Muria mountain is recommended by The IAEA (International Atomic Energy Agency). In addition, this study also to provide the   data of deformation caused by the volcanic activity of Mount Muria, as a basic study in analyzing the volcanic hazard toward the NPP (Nuclear Power Plant). The main purpose of this study is to discover the accuracy between the two measurements by using the different BM (Benchmark). This study uses geodetic GPS (Global Positioning System) Trimble R7 GNSS.  The measurement in the month of April to July 2011 used the standar BM and conducted in eight BM which are BKI (Bopkri), UJW (Ujung Watu), PDP (Perdopo), RTW (Rahtawu), RGG (Rengging), KTP (Ketek Putih), CRG (Cranggang), DM (Danyang Mulyo) and refer to one reference BM named Mijen. The measurement in the month of November 2011 used the modified BM and conducted in six BM which are BKI, PDP, RTW, RGG, KTP, CRG refered to the same reference BM named Mijen. These measurements resulted data in the range of 4-7 mm (horizontal), 16-28 mm (vertical), and in the range of 0.6 mm - 1.3 mm (horizontal), 0.3 mm – 0.6 mm, respectively. Keywords: Deformation, global positioning system, differential method

Copyrights © 2013