PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Vol 7, No 1 (2014): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA

PERBEDAAN PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KOMUNIKASI MATEMATIS ANTARA SISWA KELAS HETEROGEN GENDER DENGAN KELAS HOMOGEN GENDER MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DI MTs KOTA LANGSA


Wahyuni, Wahyuni ( Prodi Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan (UNIMED), Medan 20221, Sumatera Utara, Indonesia ) , Dewi, Izwita ( Prodi Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan (UNIMED), Medan 20221, Sumatera Utara, Indonesia ) , Hasratuddin, Hasratuddin ( Prodi Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan (UNIMED), Medan 20221, Sumatera Utara, Indonesia )



Article Info

Publish Date
22 Dec 2014

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menelaah perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan  masalah dan  kemampuan komunikasi matematis antara siswa kelas heterogen gender dengan kelas  homogen gender yang diajarkan melalui model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) di MTs Kota Langsa dan  pengaruh antara  kemampuan  pemecahan  masalah, komunikasi matematis siswa terhadap hasil  belajar  matematik  siswa. Penelitian ini  merupakan penelitian quasi eksperimen. Populasi  penelitian ini adalah seluruh siswa MTs Kota Langsa. Kemudian dipilih secara acak dua sekolah, seterusnya dari masing-masing sekolah dipilih satu  kelas yaitu sekolah heterogen gender dan sekolah homogen gender, yaitu kelas heterogen gender sebagai kelas ekperimen I dan kelas homogen gender sebagai kelas ekperimen II, kedua kelas diberikan  model pembelajaran yang sama yaitu model pembelajaran berbasis masalah (PBM). Instrumen yang digunakan terdiri dari: tes kemampuan pemecahan masalah matematis, tes kemampuan komunikasi matematis dan tes hasil belajar matematika siswa. Instrumen tersebut dinyatakan telas memenuhi syarat validitas isi, serta koefisien reliabilitas sebesar 0,77, untuk kemampuan pemecahan masalah, 0,869 untuk kemampuan komunikasi matematis, dan  0,877 untuk tes hasil belajar matematik. Analisis data dilakukan dengan uji statistik uji-t, uji Mann Whiney, dan uji korelasi bivariat. Berdasarkan hasil analisis tersebut diperoleh hasil penelitian yaitu terdapat perbedaan  peningkatan kemampuan pemecahan  masalah dan  kemampuan komunikasi matematis antara siswa kelas heterogen gender dengan kelas  homogen gender yang diajarkan melalui model pembelajaran berbasis masalah (PBM) di MTs Kota Langsa. Temuan penelitian merekomendasikan model pembelajaran berbasis masalah (PBM) dapat dijadikan salah satu alternatif model pembelajaran yang digunakan di sekolah dan dibentuknya kelas homogen gender utamanya untuk mencapai kompetensi berpikir tingkat tinggi.


Copyrights © 2014







Original Source : http://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/paradikma/article/view/1775
Google Scholar : Check in googleschoolar