ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"
Volume 9, Nomor 3, Juli 2007

PENGUKURAN VISKOSITAS DAN NILAI KALOR BIO-DIESEL MINYAK BAWANG DENGAN VARIASI TEMPERATUR DAN KADAR MINYAK BAWANG

Fajar, Berkah ( Staf pengajar jurusan teknik mesin FT-UNDIP )
Sudargana, Sudargana ( Staf pengajar jurusan teknik mesin FT-UNDIP )



Article Info

Publish Date
04 Mar 2012

Abstract

Biodiesel dibuat dari minyak nabati dan dipakai untuk bahan pencampur bahkan menggantikan solar. Dua buahsifat bio-diesel untuk menentukan kualitas bio-diesel adalah viskositas dan nilai kalor. Viskositas sangat dipengaruhioleh temperatur. Viskositas yang tinggi pada temperatur rendah akan sulit pengaliran dan juga mempengaruhiatomisasi pada sistem injeksi. Sedangkan nilai kalor untuk menentukan spesifikasi pembakaran.Dalam penelitian ini dipakai minyak bawang sebagai bahan bakar bio-diesel dan dilakukan pengukuranviskositas dan nilai kalor percampuran solar-minyak bawang dengan komposisi 0 sampai 30 % minyak bawang denganrentang 5 %. Untuk pengujian viskositas ini digunakan range temperatur antara 7oC sampai dengan 90oC, denganrentang 1oC pada suhu 7oC sampai 10oC dan 5oC pada suhu antara 10oC sampai 90oC. Untuk populasi pengujianviskositas, pengambilan data diambil sebanyak 5 kali, sedangkan nilai kalor sebanyak 3 kali pengambilan data.Penelitian masih bersifat deskriptif dengan rancangan blok sederhana dan dipetakan.Hasil pengujian didapatkan bahwa biodiesel minyak bawang murni nilai kalor sebesar 9380 Cal/gr. Sedangkansolar sekitar 10900 Cal/gr. Pencampuran bahan bakar biodiesel minyak bawang-solar menghasilkan nilai kalor yanglebih rendah. Sedangkan untuk viskositasnya, biodiesel murni pada suhu 7oC memiliki viskositas 664 cP. Padatemperatur tersebut biodiesel telah membentuk gel. Sedangkan untuk campuran 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, dan 30%pada suhu 7oC memiliki viskositas sekitar 10 cP sampai dengan 11 cP.

Copyrights © 2007