Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Vol 31, No 3 (2013):

PENCEGAHAN PERUBAHAN WARNA PADA KAYU JAMUJU (Podocarpus imbricatus) DAN KISAMPANG (Evodia aromatica BL.) DENGAN BAHAN DASAR DESINFEKTAN

Ismanto, Agus (Unknown)
Iqbal, Mohamad ( Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan, Jl. Gunung Batu No. 5. 16610. Telp./Fax: 8633413, 8633378 )



Article Info

Publish Date
01 Sep 2013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perubahan warna alami kayu jamuju (Podocarpus imbricatus) dan kisampang (Evodia aromatica BL.) sebelum dan sesudah perlakuan karena pengaruh suhu, kelembaban, dan panas. Pencegahan perubahan warna dilakukan secara kimia dengan menggunakan antiseptik yang mengandung bahan aktif benzalkonium klorida (formula C), kresol atau asam kresilat (formula D) dan metilena bis tiosianat (MBT sebagai pembanding) baik pada dolok yang dikuliti maupun tidak dikuliti serta pada kayu gergajian. Hasil pengujian efikasi MBT pada kayu gergajian jamuju dan kisampang, serta formula C pada kayu kisampang mampu mencegah jamur biru dengan masa proteksi empat minggu. Hasil pengukuran kecerahan warna kayu jamuju pada bagian yang diserut berkisar antara 35,22 (MBT Bawah atap)-45,22 (C AC) dan pada bagian yang tidak diserut berkisar antara 10,62 (C Luar)-37,14 (K AC). Sedangkan pengukuran kecerahan warna pada kayu kisampang yang diserut berkisar antara 45,04 (C AC)-53,42 (K Luar) dan yang tidak diserut berkisar antara 8,24 (MBT Luar)-46,66 (K AC) dari nilai kecerahan standar 73,5. Hasil pengukuran total variasi warna E* kayu kisampang pada bagian diserut berkisar antara 8,80 (K Luar)-22,56 (K Bawah atap) dan pada bagian tidak diserut berkisar antara 21,57 (D AC)-40,19 (C Luar). Sementara E* pada kayu jamuju pada bagian diserut antara 20,49 (MBT Luar)-25,65 (D AC) dan pada bagian tidak diserut antara 23 (C AC)-41,02 (C Luar).

Copyrights © 2013