Sains Tanah
Vol 10, No 1 (2013)

POTENSI ISOLAT MIKROBIA ASAL ANDISOL DIENG, JAWA TENGAH SEBAGAI INOKULUM PUPUK HAYATI PENGOKSIDASI SULFUR

Sudadi, Sudadi ( Soil Science Department, Faculty of Agriculture, University of Sebelas Maret, Surakarta )
Ernawati, Ika ( Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, University of Sebelas Maret, Surakarta )
Sumarno, Sumarno ( Soil Science Department, Faculty of Agriculture, University of Sebelas Maret, Surakarta )
Dewi, Widyatmani Sih ( Soil Science Department, Faculty of Agriculture, University of Sebelas Maret, Surakarta )
Widijanto, Hery ( Soil Science Department, Faculty of Agriculture, University of Sebelas Maret, Surakarta )



Article Info

Publish Date
21 Oct 2013

Abstract

Masalah kekahatan hara cenderung meningkat, termasuk kekahatan sulfur. Penggunaan pupuk NPK berkemurnian tinggi ikut mendorong terjadinya kekahatan hara di lahan pertanian. Masalah kekahatan hara ini dapat diatasi melalui penggunaan sulfur elementer yang disertai denngan pupuk hayati pengoksidasi sulfur. Penelitian bertujuan untuk mengkaji potensi mikrobia pengoksidasi sulfur yang diisolasi dari tanah Andisol Dieng, Jawa Tengah sebagai inokulan untuk pupuk hayati. Tanah Andisol Dieng secara alamiah mengandung sulfur yang cukup tinggi sehingga diperkirakan dihuni oleh banyak mikrobia pengoksidasi sulfur. Penelitian terdiri dari dua percobaan, masing-masing disusun dalam rancangan percobaan acak lengkap dua faktor, yaitu macam isolat mikrobia hasil isolasi dari Andisol Dieng dan lama inkubasi. Percobaan pertama menggunakan medium cair Czapek-dox + sulfur sedangkan percobaan kedua menggunakan medium vermikompos. Tiap-tiap kombinasi perlakuan diulang tiga kali. Variabel yang diamati meliputi jumlah S terlarut, kerapatan sel bakteri atau biomassa jamur dan pH medium. Dari hasil eksplorasi diperoleh satu isolat bakteri I1 dan tiga isolat jamur F1, F2 dan F3 yang menunjukkan kemampuan mengoksidasi sulfur pada medium Czapek-dox+ sulfur elementer agar. Hasil percobaan menunjukkan bahwa proses oksidasi sulfur meningkat seiring dengan bertambahnya waktu inkubasi yang ditunjukkan oleh meningkatnya jumlah S-terlarut, kerapatan sel bakteri atau biomassa jamur dan menurunnya pH medium. Hasil serupa diperoleh dari percobaan kedua. Isolat jamur F2 menunjukkan potensi yang paling tinggi sebagai inokulan pengoksidasi sulfur yang ditunjukkan oleh kemampuannya tumbuh dan mengoksidasi sulfur yang paling tinggi baik pada medium cair Czapek-dox + sulfur maupun pada medium vermikompos.

Copyrights © 2013






Journal Info

Abbrev

tanah

Publisher

Subject

Earth & Planetary Sciences

Description

Sains Tanah adalah jurnal yang dikelola Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian UNS Solo yang melibatkan Editor dan Mitra Bestari dari institusi atau lembaga yang terkait. Sains Tanah mempublikasikan hasil penelitian dan telaah dalam bidang Ilmu Tanah dan Agroklimatologi serta bidang-bidang ...