Jurnal Anestesiologi Indonesia
Vol 5, No 3 (2013): Jurnal Anestesiologi Indonesia

Pengaruh Simvastatin Terhadap Kadar Proliferasi Limfosit Mencit Balb/C yang Diinduce Sepsis dengan LPS

Kharmayani, Made Ryan (Unknown)
Lutfi, Haris (Unknown)
Soesilowati, Danu (Unknown)



Article Info

Publish Date
04 Mar 2014

Abstract

Latar Belakang : Statin, inhibitor 3-hidroxy-3-methylglutaryl coenzyme A (HMG-CoA) reductase merupakan agen yang paling efektif dalam menurunkan lipid dan mempunyai efek pleiotrofik yaitu anti inflamatori dan immunomodulatori. Statin juga memodifikasi interaksi interseluler dan kemotaksis seluler pada sistem imun serta berpotensi mempengaruhi limfosit T dengan cara menghambat iinteraksi antara adhesi molekul seluler leukocyte function-associated antigen-1 (LFA-1) dan intercellular adhesion molecule-1 (ICAM-1), juga menurunkan interferon gamma (IFN -ɣ) yang berperan dalam ekspresi class II major histocompatibilty complex (MHC II) pada antigen precenting cells (APC) dan merupakan proses penting dalam aktivasi sel T. Penurunan ekspresi MHC II berakibat pada inhibisi aktivasi CD 4 limfosit, sehingga mengakibatkan penurunan diferensiasi T helper-1 (Th1) dan pelepasan sitokin proinflamasi juga menurun.Tujuan : Membuktikan efek simvastatin dosis bertingkat peroral pada mencit yang diberi LPS intraperitoneal terhadap penurunan kadar proliferasi limfosit.Metode : Penelitian eksperimental laboratorik dengan desain randomized post test only controlled group pada 20 ekor mencit Balb/c yang disuntik lipopolisakarida 10 mg/KgBB intraperitoneal dan simvastatin dosis 0,03 mg, 0,06 mg dan 0,12 mg peroral. Mencit dibagi menjadi 4 kelompok secara random, yaitu K1 sebagai control,  K2 yang mendapat simvastatin 0,03 mg, K3 yang mendapat simvastatin 0,06 mg dan K4 yang mendapat simvastatin 0,12 mg. Pemeriksaan limfosit diambil dari kultur limpa setelah 72 jam pemberian simvastatin. Uji statistik yang digunakan adalah parametrik ANOVA dan dilanjutkan PosterioriHasil : Kadar rerata limfosit kelompok K1 (1,546 ± 0,106), K2 (0,541 ± 0,046), K3 (0,471 ± 0,013) dan K4 (0,553 ± 0,02). Terdapat penurunan kadar limfosit secara signifikan pada kelompok K2, K3 dan K4 dibanding K1 dengan p <0,05. Tidak terdapat perbedaan bermakna antara kadar limfosit kelompok K2 dengan kelompok K3 dan K4 ( p>0,05) tetapi didapatkan perbedaan bermakna antara kelompok K3 dibandingkan kelompok K4 ( p<0,05).Simpulan : Simvastatin secara signifikan menurunkan kadar proliferasi limfosit pada mencit yang diberi LPS intraperitoneal. Dosis 0,06 mg memiliki efek menekan kadar proliferasi limfosit paling besar.

Copyrights © 2013






Journal Info

Abbrev

JAI

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Jurnal Anestesiologi Indonesia (JAI) diterbitkan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif (PERDATIN) dan dikelola oleh Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (UNDIP) bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis ...