Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra
Vol 7, No 1 (2011): January 2011

SIMBOL DAN MAKNA KEBANGSAAN DALAM LIRIK LAGU-LAGU DOLANAN DI JAWA TENGAH DAN IMPLEMENTASINYA DALAM DUNIA PENDIDIKAN

Fuadhiyah, Ucik (Unknown)



Article Info

Publish Date
22 Jul 2011

Abstract

Indonesia sebagai negara yang berbhineka tunggal ika sesungguhnya kaya akan budaya dan keseniantradisional di tiap-tiap daerah. Keanekaragaman seni budaya tersebut dapat dilihat dari aspek bahasa, kesenian,dan adat istiadat. Namun ironisnya, generasi muda sebagai penerus budaya tidak begitu banyak yang berminatmelestarikan maupun sekedar mempelajari seni budaya lokal. Bangsa Indonesia, masyarakat Jawa khususnyatidak menyadari bahwa banyak budaya dan kesenian modern terutama yang berasal dari negara asing sangatberpengaruh bagi pola pikir generasi muda. Persoalan ini sangat berkaitan dengan kondisi bangsa Indonesiayang belum juga lepas dari krisis sejak tahun 1997. Generasi muda sebagai penerus pembangunan hendaknyamemiliki rasa bangga dan jiwa kepahlawanan dalam menyikapi suatu masalah. Sikap tersebut dapat dimulaidengan rasa bangga dan mencintai seni budaya. Melalui seni seseorang belajar peka terhadap lingkungannya.Hingga sekarang ini, bangsa Indonesia telah mengalami krisis multidimensi. Berawal dari krisis moneter(ekonomi), krisis politik hingga krisis moral yang semakin menjadikan bangsa Indonesia terpuruk. Persoalantersebutlah yang melatarbelakangi munculnya gagasan penelitian tentang peran lirik lagu dolanan sebagaisalah satu dari seni sastra tradisional di Jawa Tengah dalam mewujudkan semangat persatuan dankebangsaan. Alasan lain karena hingga saat ini lagu dolanan cenderung dianggap sebagai lagu permainansemata. Melalui pendekatan hermeneutik fenomenologi penelitian ini mencoba mengungkap simbol dan maknadalam lirik lagu-lagu dolanan di Jawa Tengah. Simbol dan makna lirik lagu dolanan tersirat dalam pendidikanketuhanan, budi pekerti, dan kehidupan berbangsa dan bertanah air. Implementasi simbol dan maknakebangsaan lagu dolanan dalam pendidikan formal (sekolah) dapat dilakukan melalui pengajaran apresiasisastra pada Mata Pelajaran Bahasa Jawa. Di dalam pendidikan non formal (keluarga, masyarakat: komunitasseni, sanggar seni, seniman) bentuk implementasi yang ditempuh sebagai upaya sosialisasi, dilakukan denganmengaplikasikan lagu-lagu dolanan baik bagi anak-anak maupun orang dewasa. Sehingga lagu dolanan bukanlagi dianggap lagu dolanan anak semata, tetapi merupakan seni sastra tradisi milik seluruh masyarakat.Kerjasama yang harmonis antara orang tua, lingkungan, lembaga terkait, dan pemerintah akan berandil amatbesar bagi kelestarian seni budaya daerah yang merupakan sumber aset budaya nasional.Kata-kata kunci : Simbol dan makna, lirik lagu dolanan, pendidikan formal dan non formal

Copyrights © 2011






Journal Info

Abbrev

lingua

Publisher

Subject

Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Lingua, provides a forum for the full range of scholarly study of the language and literature. Embracing the field of language and literature broadly defined, the editors warmly welcome articles and research reports addressing linguistics and ...