Bionatura
Vol 3, No 2 (2001): Bionatura Juli 2001

HUBUNGAN POLA MAKAN DAN POLA AKTIVITAS FISIS DENGAN OBESITAS PADA ANAK

Irawati Sjahid, Suzy (Unknown)
Gurnida, Dida A. (Unknown)
Kurnia, Nia (Unknown)



Article Info

Publish Date
24 Feb 2015

Abstract

Perubahan gaya hidup yang juga berpengaruh terhadap perubahan polakonsumsi pangan dan pola aktivitas fisis menyebabkan prevalensi obesitas padaanak di Indonesia cenderung meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untukmenyelidiki hubungan antara pola makan dan pola aktivitas fisis denganterjadinya obesitas primer pada anak. Penelitian dilakukan pada 122 anak berusia4-12 tahun di Kota Bandung antara bulan Mei dan Juli 2000. Status obesitasditentukan berdasarkan klasifikasi indeks massa tubuh (IMT) dan berat badanterhadap tinggi badan (BBTB). Kepada 122 subjek ini dilakukan wawancara polamakan menurut pola kebiasaan (PK) dan rekaman diet 24 jam (RD) yang meliputiambilan kalori, makronutrien, dan mikronutrien yang dinyatakan dalam persenterhadap angka Kecukupan Gizi yang dianjurkan (KGA) untuk anak, jugawawancara skor aktivitas fisis (SAF) dan rekaman aktivitas fisis harian yangdinyatakn dalam keluaran energi (KE). Hasil penelitian menunjukkan bahwajumlah anak obes adalah sebanyak 81 orang dan non obes 41 orang berdasarkanklasifikasi IMT, sedangkan berdasarkan BB-TB didapatkan anak obes sebanyak 47orang dan non obes 75 orang. Ambilan kalori anak obes lebih besar dari anak nonobes dengan perbedaan sangat bermakna berdasarkan RD baik padapengklasifikasian status obesitas menurut IMT (p=0,0,026) dan BB-TB(p=0,0001). Ambilan makronutrien berdasarkan wawancara PK/RD antara anaknon obes dan obes menurut IMT/BB-TB tidak menunjukkan perbedaan bermakna,baik dalam ambilan karbohidrat, lemak, maupun protein (p.0,05). Hasil ANOVAmenunjukkan bahwa berdasarkan PK dan derajat obesitas IMT, lemak merupakanmakronutrien yang paling berperan (F=3,392; p=0,006) tetapi berdasarkan BBTB,kalori lebih berperan (F=2,557; p=0,042). Berdasarkan RD pada statusobesitas IMT maupun BB-TB, ambilan karbohidrat yang paling erat hubungannyadengan derajat obesitas (F=7,909; p=0,007 dan F=6,928; p=0.010). Ambilanmikronutrien tidak menunjukkan perbedaan bermakna antara anak non obes danobes (p>0,05), kecuali untuk masukan kalsium berdasarkan PK dan statusobesitas berdasarkan BB-TB (p=0,043). Hasil uji t terhadap aktivitas fisismenunjukkan bahwa anak non obes memiliki SAF lebih tinggi daripada anak obes(p=0,000), dan dengan korelasi Pearson, SAF berkorelasi negatif negatif secarabermakna dengan IMT (r=-0,615; p=0,000). Sementara itu selisih ambil kalori(PK/RD) dan keluaran energi (KE) anak non obes lebih besar daripada anak obespada klasifikasi status obesitas menurut IMT [p=0,001 (PK) dan p=0.0068 (RD)].Pola makan dengan ambilan kalori berlebih dan aktivitas fisis rendahberhubungan dengan terjadinya obesitas pada anak, sedangkan derajat obesitaslebih dipengaruhi oleh ambilan nutrien lemak dan karbohidrat.Kata kunci: Pola makan, pola Aktivitas, obesitas pada anak.

Copyrights © 2001






Journal Info

Abbrev

bionatura

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Immunology & microbiology

Description

Cikal bakal jurnal ilmiah di Unpad adalah Majalah Unpad. Majalah Unpad pada tahun 1999 dipecah menjadi dua berdasarkan bidangnya yaitu eksak dan sosial. Untuk bidang eksak diterbitkan Jurnal Bionatura sedangkan untuk bidang sosial diterbitkan Jurnal Sosiohumaniora. ...