DINTEK
Vol 12 No 1 (2019): Dintek Volume 12 Nomor 1 Maret 2019

OPTIMASI RECOVERY EMAS DAN PERAK DENGAN SIANIDASI PADA DEPOSIT BIJIH EMAS KADAR RENDAH DI PT. NUSA HALMAHERA MINERALS DAERAH GOSOWONG KABUPATEN HALMAHERA UTARA, PROVINSI MALUKU UTARA

Sarempa1, Apriani (Unknown)
Isjudarto**, Ag. (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Mar 2019

Abstract

ABSTRAK Pemodelan dan estimasi Sumberdaya nikel laterit bertujuan untuk mengetahui penyebaran sumberdaya yang ditampilkan dalam bentuk blok model serta mengetahui hasil estimasi nikel laterit yang akurat dan komersial dari suatu endapan. Hasil pemodelan dan estimasi sumberdaya memprsentasikan bentuk dan penyebaran dari endapan mineral sehingga memudahkan dalam melakukan penambangan serta dapat memperkirakan batas-batas penambangan berdasarkan hasil pemodelan dan estimasi sumberdaya. Data yang digunakan dalam pemodelan dan estimasi sumberdaya nikel laterit terdiri dari data bor hasil eksplorasi, koordinat bor, dan klasifikasi kadar eksplorasi. Metoda Pengolahan dan analisa data menggunakan pemodelan dan Metode estimasi sumberdaya nikel laterit menggunakan pendekatan metode Inverse Distance Weight (IDW) dan Ordinary kriging dengan ukuran grid terbesar 25 M³ dan model ukuran blok 25 M x 25 M tebal blok 3 M dan ukuran blok terkecil 12,5 M x 12, 5 M tebal block terkecil 1.5.  Hasil estimasi Sumberdaya Ni metode Inverse Distance Weight (IDW) dengan total tonase sebesar 1,221,090 ton kadar Ni 1.96, kadar Fe 15.91, dan Total hasil estimasi metode Ordinary kriging1,604,063 dengan kadar Ni 1.52 dan kadar Fe 20.01 ton. Berdasarkan hasil estimasi, dilakukan perbandingan kedua metode terhadap data bor eksplorasi (data Komposit kadar Ni). Dari grafik  hasil perbandingan terlihat pola grafik kadar kadar Ni yang lebih cenderung mengikuti pola grafik kadar data bor eksplorasi/ data komposit Ni adalah pola grafik data dari metode Ordinary kriging dibandingkan pada metode Inverse Distance Weight.

Copyrights © 2019