Articles

Found 5 Documents
Search

RANCANG BANGUN KONVERTER KIT DUAL FUEL (LPG – SOLAR) UNTUK MESIN DIESEL KAPAL NELAYAN TRADISIONAL Ma’muri, Ma’muri; Kuncoro, Ari; Wisnugroho, Susilo
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (927.453 KB)

Abstract

Keterbatasan persediaan bahan bakar minyak (BBM), terutama solar untuk bahan bakar mesin penggerak kapal nelayan skala kecil (tradisional), sering mengakibatkan terhambatnya operasional melaut (penangkapan ikan) para nelayan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan suatu inovasi untuk menghemat penggunaan solar dan pengembangannya dapat diaplikasikan pada mesin diesel penggerak kapal nelayan. Salah satunya dengan memanfaatkan LPG (Liquified Petroleum Gas) sebagai bahan bakar mesin diesel. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang dan membuat sebuah konverter kit LPG yang dapat digunakan pada mesin diesel penggerak kapal nelayan sehingga mesin tersebut dapat beroperasi secara dual fuel (menggunakan bahan bakar solar dan LPG secara bersamaan). Perancangan dan pembuatan konverter kit menggunakan metode pendekatan perekayasaan, dengan acuan mesin diesel merek Dong-Feng tipe S-1115M. Hasilnya adalah sebuah konverter kit sistem membran yang berbentuk silinder bertingkat dengan dimensi keseluruhan Ø80 x 60 mm, menggunakan housing dari material aluminium alloy. Hasil pengujian di laboratorium menunjukkan bahwa laju aliran massa LPG cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya kecepatan putaran mesin. Dan penghematan konsumsi solarnya rata-rata 32,79%.Kata kunci : solar, mesin diesel, konverter kit, LPG, dual fuel
Identifikasi Anomali Sinyal Geomagnetik Ultra Low Frequency Sebagai Prekursor Gempa Bumi Dengan Magnitudo Kecil Di Wilayah Kepulauan Nias M. Hamidi, M. Hamidi; Namigo, Elistia Liza; Ma’muri, Ma’muri
Jurnal Ilmu Fisika Vol 10, No 1 (2018): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1083.066 KB)

Abstract

Telah dilakukan identifikasi anomali sinyal geomagnetik frekuensi rendah sebagai prekursor gempa bumi dengan magnitudo kecil di wilayah Kepulauan Nias. Pada penelitian ini digunakan data gempa dari bulan September 2016 hingga bulan Juni 2017 dengan rentang waktu data geomagnetik yang digunakan 30 hari sebelum terjadinya gempa bumi. Data geomagnetik ini adalah data yang terekam oleh sensor Magnetic Acquisition Data System (MAGDAS). Penyeleksian data gempa bumi dilakukan dengan menerapkan persamaan radius daerah persiapan gempa yaitu  Pengolahan data geomagnetik dilakukan dengan menggunakan metode Power Spectrum Density (PSD) untuk menganalisis rasio komponen SZ/SH medan magnet bumi dan menggunakan metode Single Station Transfer Function (SSTF) untuk menentukan arah azimuth yang dihasilkan oleh anomali Ultra Low Frequency (ULF).  Selanjutnya, untuk memastikan sumber anomali digunakan validasi indeks Disturbance Storm Time (DST). Dari hasil pengamatan diperoleh 3 kejadian gempa bumi dengan anomali ULF sebelum terjadinya gempa. Gempa bumi tersebut adalah gempa 13 Oktober 2016 dengan magnitudo 3,3, gempa 16 November 2016 dengan magnitudo 3,6 dan gempa 16 April 2017 dengan magnitudo 3,2. Lead time anomali ULF untuk ketiga gempa ini memiliki durasi yang lebih pendek dibandingkan dengan lead time anomali ULF untuk gempa bumi dengan magnitudo besar yang pernah terjadi di Pulau Sumatera.Kata kunci: sinyal geomagnetik, ultra low frequency, prekursor, gempa magnitudo kecil, kepulauan nias
DESAIN WAHANA APUNG UNTUK PENEMPATAN PERANGKAT CATU DAYA PADA PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PEMANTAUAN UNTUK BUDIDAYA LAUT Widyanto, Salasi Wasis; Ma’muri, Ma’muri
Prosiding Seminar Nasional Pakar Prosiding Seminar Nasional Pakar 2019 Buku I
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pakar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Wahana apung (mooring buoy) atau buoy tertambat pada prinsipnya adalah sebuah alat yang mengapung di atas permukaan air yang kemudian diikat pada jangkar. Komponen ini menjadi penting dalam aplikasi teknologi pemantauan berbasis kelautan sebagai wahana untuk menempatkan perangkat catu daya.  Buoy terdahulu yang terbuat dari bahan material HDPE (High Density Poly Ethilene) memiliki kelemahan dari sisi keseimbangannya yang kurang stabil bila diaplikasikan secara mandiri dengan beban tambahan berupa perangkat catu daya tanpa platform Sarana Budidaya Rumput Laut Lepas Pantai (SARLAN). Kelemahan lainnya adalah kesulitan dalam proses mobilisasi, karena perangkat catu daya sudah harus terpasang pada buoy sebelum diaplikasikan di laut. Latar belakang inilah yang mendasari pemikiran untuk mengembangkan desain wahana apung yang mudah dibongkar pasang, dapat diaplikasikan secara mandiri, dan bisa ditempatkan dalam berbagai jenis platform berbasis perairan laut maupun darat. Mewujudkan desain wahana apung yang memiliki spesifikasi tersebut merupakan tujuan dari penelitian ini. Metode yang ditempuh untuk merealisasikan desain yang dimaksud meliputi metode observasi terhadap buoy terdahulu, metode ekplorasi bahan material yang sesuai ekspektasi, metode pengukuran terhadap perangkat catu daya, dan metode desain wahana apung untuk menempatkan perangkat catu daya tersebut.  Hasil desain merepresentasikan kemudahan mobilisasi dan assembly berbasis implementasi general dan inklusif dengan keseimbangan yang kokoh.
LPG SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF UNTUK BAHAN BAKAR DUAL-FUEL MESIN DIESEL KAPAL NELAYAN TRADISIONAL kuncoro, ari; Ma’muri, Ma’muri; Wasis W, S
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.885 KB)

Abstract

Penggunaan Liquified Petrolium Gas (LPG) sebagai bahan bakar alternatif pada mesin-mesin berbahan bakar minyak (BBM) di Indonesia sudah banyak dilakukan sebagai jawaban atas agenda penting pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pemakaian BBM, namun belum banyak digunakan oleh nelayan tradisional.Oleh maka itu, perlu untuk memasyarakatkan pemakaian LPG kepada nelayan tradisional, dimana untuk melakukan kegiatan penangkapan ikan banyak menggunakan mesin sebagai alat penggerak kapal.Salah satu jenis mesin yang banyak digunakan untuk penggerak kapal nelayan tradisional adalah mesin diesel. Pemakaian LPG pada mesin diesel dapat dilakukan dengan sistem bahan bakar ganda (dual-fuel). Penelitian sistem dual-fuel pada mesin diesel kapal nelayan tradisional yang dilakukan mempunyai tujuan untuk melihat efisiensi penggunaan solar pada saat pemakaian bahan bakar solar 100 % dibanding bahan bakar dual-fuel (solar dan LPG), dengan menguji penggunaan bahan bakar solar dan LPG terhadap kinerja mesin, meliputi konsumsi bahan bakar, kecepatan kapal, dan jarak tempuh. Pengujian dilakukan dengan menggunakan design prototype konverter kit yang sudah dibuat sebagai alat untuk mencampur LPG dengan udara yang akan di supply ke ruang bakar dan menggunakan mesin diesel Dongfeng S-1115M dengan empat variasi putaran mesin yaitu 1000 rpm, 1200 rpm, 1400 rpm dan 1600 rpm yang diujicoba skala laboratorium dan aplikasi di lapangan. Berdasarkan hasil pengujian ini, penggunaan LPG secara dual-fuel mampu menggantikan konsumsi solar hingga 40,05 % dari konsumsi solar seluruhnya selama empat jam.Kata Kunci : LPG, BBM, Mesin Diesel, Dual Fuel, Laboratorium
DESAIN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA UNTUK STASIUN RADAR PANTAI DI BUKIT TINDOI, KABUPATEN WAKATOBI Wisnugroho, Susilo; Widyanto, Salasi Wasis; Ma’muri, Ma’muri; Agus, Muhammad
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.277 KB)

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) adalah salah satu potensi pembangkit energi baru dan terbarukan dan ramah lingkungan. Indonesia yang berada di daerah khatulistiwa, keseluruhan wilayahnya dilalui matahari setiap tahunya. Kabupaten Wakatobi yang secra geografis terletak pada 05015’00”-06010’00” LS dan 123015’00”-124045’00” BT, keseluruhan wilayahnya merupakan Taman Nasional. Taman Nasional Wakatobi mempunyai luas wilayah perairan laut ±18.377,31 km2. Loka Perekayasaan Teknologi Kelautan (LPTK) yang berada di Wakatobi memiliki fasilitas monitoring untuk pengawasan berupa instalasi radar pantai terintegrasi dengan Automatic Identification System (AIS). Kendala dalam operasional radar pantai ini adalah supply listrik dari PLN yang belum mencapai stasiun radar pantai di bukit Tindoi. Solusi yang dapat dipakai sebagai sumber energi adalah dengan PLTS dan genset. Makalah ini membahas tentang perancangan secara teknis PLTS sistem off grid untuk stasiun radar pantai LPTK. Hasil pengujian menunjukkan kebutuhan energi untuk stasiun radar pantai ini sebesar 45550 Wh. Komponen PLTS yang dibutuhkan untuk memenuhi energi tersebut terdiri atas 60 photovoltaic dengan kapasitas setiap panel 260 Wp, dipasang dengan sudut kemiringan 150 menghadap utara. Kapasitas charge controller sebesar 60A, 150 V sebanyak 5 unit. Kapasitas baterai sebesar 2400Ah, 48 volt. Kapasitas inverter dengan sistem tegangan input 48 VDC, dan output daya kontinyu 3500VA, 220 VAC, 50Hz.