Pratikno, Heri
STMIK STIKOM SURABAYA

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

Kontrol Gerakan Objek 3D Augmented Reality Berbasis Titik Fitur Wajah dengan POSIT Pratikno, Heri
Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (JNTETI) Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.326 KB) | DOI: 10.22146/jnteti.v4i1.133

Abstract

Abstract— Augmented Reality (AR) is a technique in computerscience that combines real world conditions with the computercomputation results in the form of 2D or 3D graphics. In this study,a method and application implementation in Augmented Realityenvironment with markerless was discussed. In the markerlesstechnique, interaction process between humans and computersbecomes more natural and intuitive than the marker basedtechniques. Markerless techniques applied in this study used facialfeature points so that the result is more robust for the head objectdoes not produce light. The main problem in this area of researchis how the process of controlling the 3D object movement does notexperience anomalies such as railroad phenomenon, where the theeyes catch as if the distance between the two railroads narrower atthe farther view. This study used POSIT (Pose from Orthographyand Scale with ITeration), where the position and orientation of the3D objects were projected in orthographic from facial featurepoints with scaling, so the change in the distance between the faceand the webcam were proportional to the big - small changes of 3Dobjects. The next step was iteration process carried out four to fivetimes to look for the smallest error factor to obtain the best pose.Intisari— Augmented Reality (AR) adalah sebuah teknikdalam bidang ilmu komputer yang mengkombinasikan antarakondisi dunia nyata dengan data hasil komputasi dari sebuahkomputer dalam bentuk grafis 2D maupun 3D. Pada penelitianini, dibahas sebuah metode dan implementasi aplikasi dilingkungan Augmented Reality secara markerless. Pada metodemarkerless proses interaksi antara manusia dan komputer lebihalami dan intuitif dibandingkan dengan metode berbasis marker.Metode markerless yang diterapkan pada penelitian inimenggunakan titik-titik fitur wajah supaya hasilnya lebih robustkarena objek kepala tidak menghasilkan cahaya sehinggamengandalkan titik-titik fitur wajah. Permasalahan utama padabidang penelitian ini adalah bagaimana proses pengontrolanpergerakan objek 3D tersebut tidak mengalami anomali sepertirel kereta api, semakin jauh mata memandang seakan-akanjarak antara kedua rel kereta api semakin menyempit. Penelitianini menggunakan metode POSIT (Pose from Ortography andScale with ITeration), posisi dan orientasi objek 3Ddiproyeksikan secara ortografi dari titik-titik fitur wajah denganpen-skalaan, sehingga perubahan jarak antara wajah danwebcam berbanding lurus dengan perubahan besar dan kecilnyaobjek 3D. Langkah berikutnya dilakukan proses iterasi empatsampai lima kali untuk mencari faktor kesalahan terkecilsehingga didapatkan pose terbaik.
RANCANG BANGUN LOCKER OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER MENGGUNAKAN RFID Kusuma, Mochamad Fajar; Harianto, Harianto; Pratikno, Heri
Journal of Control and Network Systems (JCONES) Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Journal of Control and Network Systems (JCONES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini locker masih menggunakan kunci manual dan harus ada penjaga jika ingin meminjam atau mengembalikan kunci locker. Dengan kondisi seperti itu, jika penjaga tidak ditempat, maka tidak bisa meminjam atau mengembalikan kunci locker. Maka dirancang  sebuah sistem pemilihan secara acak locker yang belum terpakai oleh user sehingga user tidak hanya mendapatkan locker yang sama. Penjaga kunci lockertidak diperlukan dalam peminjaman atau pengembalian kunci.Perancangan tugas akhir ini menggunakan metode pemilihan locker secara otomatis dengan input utama menggunakan RFID. Sistem ini dibuat untuk mempermudah user dalam memilih locker yang belum terpakai oleh user lain atau masih kosong. Sistem ini menggunakan 3 buah mikrokontroler, yaitu Arduino Uno sebagai master dan 2 buah mikrokontroler ATMega32 sebagai slave. Digunakan komunikasi I2C sebagi penghubung mikrokontroler master dan slave. Masing-masing mikrokontroler akan menjadi pusat kendali komponen input dan output yang terhubung pada mikrokontroler tersebut.Sistem dapat digunakan oleh semua user yang memiliki kartu RFID atau tag RFID. Komunikasi I2C yang berjalan dengan baik menghasilkan kondisi-kondisi yang memungkinkan terjadi saat sistem dijalankan. Terdapat 5 kondisi yang berhubungan dengan dengan pembuktian acak nomer locker, ID dari tag RFID yang terdaftar dan tidak terdaftar, akses nomer locker yang sama untuk ID dari tag RFID yang terdaftar, serta kondisi-kondisi yang memungkinkan untuk ID dari tag RFID yang belum terdaftar yang mungkin terjadi.
ANALISIS PERBANDINGAN METODE LOAD BALANCE PCC DENGAN NTH MENGGUNAKAN MIKROTIK Adani, Muhammad Faizin; Jusak, Jusak; Pratikno, Heri
Journal of Control and Network Systems (JCONES) Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Journal of Control and Network Systems (JCONES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Load balancing is a technique on the Mikrotik to distribute the traffic load on the connection of two or more lines in a balanced way, so that traffic can run optimally, maximize throughput, minimize response time and avoid overload on one connection line. Load balancing has several methods, of which the PCC and Nth.The first phase of our works devoted to configure the IP addresses for the four routers in the system. Next we configurated the PCC load balance and the Nth load balance separately. On the second phase we transfered of data from client to server and enabled the wireshark to monitor network activities. On the third phase we analyzed throughput, packet loss, and fairness index obtained from the wireshark.Based on the research results, it is shown that using the throughput test parameter the PCC utilize the resource of the network (bandwidth) mostly in one line. On the other hand, the Nth works by dividing the resource utilization for both lines equally. In terms of the packet loss, it is indicated that the Nth has greater packet loss than the PCC. For the fairness index parameter, it shows that the Nth index has a larger value of fairness. In other words, Nth can be considered as fairer than PCC.