This Author published in this journals
All Journal ALQALAM Aqlania
Mansur, Syafi'in
Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

Kerukunan dalam Perspektif Agama-Agama di Indonesia Mansur, Syafi'in
Aqlania Vol 8 No 02 (2017): December
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat islam Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1628.449 KB) | DOI: 10.32678/aqlania.v8i02.1025

Abstract

Fenomena kerukunan atau toleransi umat beragama di Indonesia memang menarik diamati karena kerukunan umat beragama di Indonesia dapat tumbuh subur dengan agama-agama yang bermacam-macam, ada Islam, Kristen [Katolik dan Protestan], Hindu, Buddha dan Khonghucu. Namun tetap semua agama sama-sama menjaga umatnya untuk menjadi rukun, damai, kasih sayang dan saling menghormati dan menghargai. Bahkan Indonesia bisa menjadi contoh bagi dunia tentang toleransi atau kerukunan yang dapat tumbuh dengan keragamaan atau khebinekaan. Begitu pula, para tokoh agama saling bahu-membahu dalam menciptakan kerukunan atau toleransi di Indonesia.
POLIGAMI DALAM AGAMA SAMAWI Mansur, Syafi'in
ALQALAM Vol 23 No 1 (2006): January - April 2006
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1435.248 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v23i1.1451

Abstract

Poligami dari zaman ke zaman sudah dipraktekkan oleh para Nabi dan Rasul yang diutus Allah pada setiap umat manusia. Bahkan para sahabat dan pengikut Nabi melakukan hal itu, para raja dan umat manusia yang ada di belahan dunia ini, sejak anak cucu Adam mendiami bumi hingga kini.
KEMATIAN MENURUT PARA FILOSOF Mansur, Syafi'in
ALQALAM Vol 29 No 2 (2012): May - August 2012
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.097 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v29i2.1405

Abstract

As a human being, all people will meet the end of their life in this  world. Hence, all philosophers agree that the death is a dead certainty from the God for all human beings . even th ough the death is painful and tearful for those who are left , the death must meet every boDy anytime.Death is a certainty for humans determined by God, they must be ready to receive it because all humans must experience it. Even though the death is mysterious and nobody knows when it comes and how he will die; however, the most important thing that everybocfy will be awaken inside the grave by God and he will be asked about their deeds during his life in the world. Whoever does many good deeds, he will be entered into the heaven; conversely, whoever does many bad actions, he will be entered into the hell.Key Words: Death, Greece philosophers, Muslim Philosophers, West Philosophers.
BERJILBAB DALAM TIGA TRADISI AGAMA SAMAWI Mansur, Syafi'in
ALQALAM Vol 24 No 1 (2007): January - April 2007
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.526 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v24i1.1658

Abstract

Memakai jilbab diwajibkan oleh tiga agama samawi Yahudi, Kristen dan Islam. Dalam tradisi Yahudi, jilbab merupakan tanda ketaatan dan kehormatan wanita kepada suaminya. Jilbab juga dikenakan ketika melaksanakan kegiatan ritual keagamaan dan menjadi simbol kesucian, kewibawaan, kebangsawanan, dan kemewahan. Dalam tradisi Kristiani, kaum wanita Kristen diwajibkan memakai jilbab sebagai tanda ketaatan kepada Tuhan. Wanita yang tidak berjilbab harus dicukur rambutnya karena dianggap telah menghina suaminya. Jilbab menurut tradisi Islam harus dikenakan sebagai tanda ketaatan kepada syariat Allah dan untuk menjaga kehormatan, sopan santun, dan kemuliaan.