Articles

Found 3 Documents
Search

PENYULUHAN MASTITIS SUBKLINIS PADA SAPI PERAH DI DESA MEKAR BAKTI KECAMATAN PAMULIHAN KABUPATEN SUMEDANG JAWA BARAT WINDRIA, SARASATI
Dharmakarya Vol 7, No 2 (2018): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.197 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i2.19515

Abstract

Subclinical mastitis is an inflammation of the udder that often attacks livestock, especially milk-producing livestock. The impact of the loss of subclinical mastitis is quite large, including a dramatic decrease in the quantity and quality of milk, but no pathological changes in cattle have been found. Mekar Bakti Village, located in Pamulihan Subdistrict, Sumedang Regency, West Java, is one of the villages that is the center for producing milk in the Sumedang Region. The high incidence of subclinical mastitis encourages counseling regarding subclinical mastitis. Promotion activities were carried out by presenting material about subclinical mastitis with lecture techniques (power point slides), videos and discussion. In addition, efforts to increase livestock yields were carried out by giving information on the technique of making "Liquid Organic Cattle Fertilizer Intensification" (PITSA OC) and training in making pasteurized cow milk. This series of counseling activities is an effort to reduce the incidence of subclinical mastitis through increasing community knowledge.
PENINGKATAN PENGETAHUAN KANKER PAYUDARA PADA MASYARAKAT DESA RANCAMANYAR KABUPATEN BANDUNG Wiraswati, Hesti Lina; Ekawardhani, Savira; Windria, Sarasati; Faridah, Lia; Saragih, Syafrizal; Arif, Muhammad Saifuddin B. S.; Sandra, Meri Alex; Larwuy, Astri Gloria; Oktaviani, Dini; Aradella, Yasfira; Raidah, Salma Nur
Dharmakarya Vol 7, No 4 (2018): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i4.19051

Abstract

Meningkatnya kasus kanker dan kematian akibat kanker di Indonesia dari tahun ke tahun perlu mendapatkan perhatian serius. Faktor penting yang berkontribusi pada peningkatan kejadian ini adalah kurangnya sosialisasi tentang kanker, penyebab kanker dan aktivitas-aktivitas penurun resiko kanker, disamping kurang efektifnya pengobatan dan upaya peningkatan kualitas hidup penderita. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan masyarakat tentang penyakit kanker, termasuk penyebab kanker dan faktor-faktor penurun resiko kanker sehingga diharapkan akan meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat agar terhindar dari penyakit ini. Kegiatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah berupa penyuluhan yang berbasis metode pendidikan masyarakat dengan berbagai macam aktivitas diantaranya ceramah, diskusi, nonton video, dan tanya jawab berhadiah. Pre-test dan post-test digunakan sebagai alat ukur untuk melihat ketercapaian tujuan. Hasilnya pertama, terjadi peningkatan pemahaman peserta rata-rata 23%, dengan rentang pemahaman 34%-89%. Kedua, selama diskusi peserta menyatakan sikapnya untuk bergaya hidup sehat agar memperkecil resiko terkena kanker payudara. Hasil-hasil tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan yang dilakukan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kanker dan memunculkan kesadaran masyarakat untuk berpola hidup sehat sebagai bentuk upaya pencegahan kanker payudara.
Meningkatkan Keterampilan Kader Kesehatan dalam Melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Lina Wiraswati, Hesti; Ekawardhani, Savira; Windria, Sarasati; Faridah, Lia
Jurnal Endurance Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.851 KB) | DOI: 10.22216/jen.v4i2.3763

Abstract

Breast cancer is one of the most common cancer types suffered by women in the world. In 2018, the International Agency for Research on Cancer (IARC) estimated number of cancer cases in Indonesia was 42.1 per 100000 females, while the death rate was 17 per 100000 females. These conditions are worrisome and call for serious handling. For this purpose, the effectiveness of patient treatment and life quality must be improved. Therefore, this study aims to improve the knowledge and skills of breast cancer early detection. The method used is health training through audio-visual devices and demonstration. Qualitative and quantitative analysis was carried out using paired t-test. The sampling data was acquired by purposive sampling method using a questionnaire. The result showed that first, majority of health cadres (97%) had less knowledge about BSE, before the training was carrying out. Second, lack of knowledge about BSE apparently did not prevent health cadres from doing BSE (28%). Third, BSE training improves the skills of health cadres with an average increase of 31%. Fourth, the training has also increased the knowledge of all cadres about BSE with an average increase of 29%. In addition, all cadres stated that they would disseminate their BSE knowledge and skills to their families and others. Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak di derita oleh wanita di dunia. International Agency for Reseach on Cancer (IARC) pada tahun 2018 memperkirakan  insiden kanker payudara di Indonesia sebesar 42.1 per 100 ribu wanita, sedangkan angka kematiannya sebesar 17 per 100 ribu penduduk. Situasi seperti ini sangat mengkhawatirkan dan perlu penanganan serius dari berbagai pihak. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kader kesehatan dalam melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan pelatihan melalui perangkat audio visual dan alat peraga. Analisis kualitatif dan kuantitatif dilakukan menggunakan uji t-test berpasangan. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan cara penetapan besar sampel berdasarkan jumlah kebutuhan minimal dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, mayoritas kader kesehatan memiliki pengetahuan kurang tentang SADARI (97%). Kedua, pengetahuan yang kurang tentang SADARI rupanya tidak menghalangi kader kesehatan untuk melakukan SADARI (28%). Ketiga, pelatihan SADARI meningkatkan keterampilan kader kesehatan dengan rata-rata peningkatan 31%. Keempat, pelatihan SADARI juga meningkatkan pengetahuan kader dengan rata-rata peningkatan 29%. Disamping itu, semua kader menyatakan bahwa mereka akan menyebarkan pengetahuan dan keterampilan SADARI yang mereka miliki kepada keluarga dan orang lain