Mayenti, Fitra
STIKes Al-Insyirah Pekanbaru

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kejadian Hipertensi Berdasarkan Golongan Darah Murni, Murni; Mayenti, Fitra
Jurnal Endurance Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: One of the factor that increases the risk of hypertension is ABO blood type. Non-O blood groups have higher vWF levels than blood type O, which can increase the risk of arterial and venous thrombosis. Purpose: The aim of this research is to determine the relationship of blood groups to the incidence of hypertension. Methods: Research is quantitative analitic with cross sectional approach. The study population was elderly who visited Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru. The sample was 104 respondents. Sampling technique with purposive sampling. Data analysis using Chi-Square test statistic. Results: Result of research got that blood type Non-O respondent suffer most hypertension amount to 46 people (67,0%). The results showed that there was a significant relationship between blood type with incidence of hypertension with p value < 0,05 (p = 0,005). Conclusion: Blood type O has the lowest vWf level compared to the Non-O blood group, resulting in low coagubility and no blood deposits in the blood vessel wall. Blood type O has a lower risk of hypertension than blood types Non-O (A, B, and AB).Latar Belakang: Salah satu faktor yang meningkatkan risiko kejadian hipertensi adalah tipe golongan darah ABO. Golongan darah Non-O memiliki kadar vWF lebih tinggi dibandingkan golongan darah O sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya trombosis arteri dan vena. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan golongan darah terhadap kejadian hipertensi. Metode Penelitian: Penelitian bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah lansia yang berkunjung ke Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru. Sampel penelitian berjumlah 104 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian didapatkan bahwa responden bergolongan darah Non-O terbanyak menderita hipertensi berjumlah 46 orang (67,0%). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara golongan darah dengan kejadian hipertensi dengan nilai p < 0,05 (p = 0,005). Kesimpulan: Golongan darah O memiliki kadar vWf paling rendah dibandingkan golongan darah Non-O, sehingga mengakibatkan koagubilitas rendah dan tidak terdapat endapan darah pada dinding pembuluh darah. Golongan darah O memiliki risiko rendah terhadap kejadian hipertensi dibandingkan golongan darah Non-O (A, B, dan AB).
PELAKSANAAN TUGAS KESEHATAN KELUARGA DALAM PERAWATAN DAN MEMODIFIKASI LINGKUNGAN TERHADAP KEKAMBUHAN REMATIK PADA LANSIA Mayenti, Fitra
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 7 No 2 (2018): Al-Asalmiya Nursing: Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : STIKes Al-Insyirah Pekanbaru

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.892 KB)

Abstract

Jumlah penduduk lansia di Indonesia pada tahun 2005 lebih kurang 18 juta jiwa dan pada tahun 2015 diperkirakan berjumlah lebih kurang 29 juta jiwa. Menurut data PBB, Indonesia diperkirakan mengalami peningkatan  jumlah penduduk lansia tertinggi di dunia, yaitu sebesar 414% hanya dalam kurun waktu 35 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan tugas kesehatan keluarga dalam memberi perawatan dan momodifikasi lingkungan terhadap kekambuhan rematik pada lansia di Jorong Taratak Pauh Kabupaten Solok tahun 2009. Desain penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, penelitian ini dilaksanakan bulan September 2008 sampai dengan April 2009. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 120 responden dengan menggunakan teknik  pengambilan sampel total sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar 85,8% responden baik dalam memberikan perawatan pada lansia dan sebagian besar 75,8% responden memenuhi syarat dalam memodifikasi lingkungan yang sehat. Hasil uji statistik didapatkan tidak ada pengaruh memberi perawatan dengan kekambuhan rematik pada lansia (pValue=0,53) dan ada pengaruh antara memodifikasi lingkungan yang sehat terhadap kekambuhan rematik pada lansia (pValue=0,047). Diharapkan kepada petugas kesehatan agar aktif lagi dalam memberikan promosi kesehatan tentang rematik pada lansia. The number of elderly population in Indonesia 2005 were  approximately 18 million people and by the year 2015 were  estimated to be approximately 29 million people. According to UN data, Indonesia were  estimated to have the highest population increase in the world's elderly, which were  414% in just 35 years. The purpose of this study was  to determine the effect of the implementation of family health tasks in providing care and environmental modification toward  rheumatic in the elderly in Jorong Taratak Pauh Solok  District in 2009. The design of this study is descriptive analytic with cross sectional approach, this research was conducted from September 2008 until April 2009. The number of samples in this study were 120 respondents by using sampling total sampling technique. The results showed that most 85.8% of respondents were good in providing care to the elderly and 75.8% of the respondents were eligible to modify the healthy environment. The results of statistical test showed no effect of giving treatment with rheumatic recurrence in elderly (pValue = 0,53) and there was influence between modifying healthy environment toward  rheumatic recurrence in elderly (pValue = 0,047). It is expected that health workers can be active contribute  health promotion about rheumatism in elderly