Yunita, Jasrida
Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health) Published by : P3M STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

Sumber Daya Kesehatan dalam Penyusunan Perencanaan Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman

Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 1 No 2 (2011): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health) Published by : P3M STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.627 KB)

Abstract

Perencanaan merupakan inti kegiatan manajemen, karena semua kegiatan manajemen diatur dan diarahkan oleh perencanaan tersebut. Kurang sempurnanya usulan perencanaan bisa disebabkan oleh kekurangan dibagian sumber daya seperti kebijakan, tenaga, dana, sarana prasarana, serta data dan informasi. Dalam dua tahun terakhir di Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman terjadi kecenderungan penurunan capaian indikator program kesehatan. Hal ini salah satunya disebabkan oleh kurang sempurnanya perencanaan program dan kegiatan yang direncanakan setiap tahunnya. Tujuan penelitian diketahuinya sumber daya kesehatan dalam penyusunan perencanaan Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dengan 12 orang informan. Hasil penelitian menyatakan pelaksanaaan penyusunan perencanaan telah mengikuti kebijakan yang sesuai dengan ketentuan dan perundangan yang berlaku, kualitas tenaga perencana dan data yang masih kurang, sarana dan prasarana yang cukup memadai tapi masih kurang dalam hal pemeliharaan serta dana yang sudah tersedia. Agar perencanaan berkualitas, maka perlu pelatihan tenaga perencana, penempatan tenaga sesuai keahliannya dan membentuk tim khusus dalam pengolahan data.

Proses Perencanaan Tahunan Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman

Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 1 No 4 (2012): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health) Published by : P3M STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.54 KB)

Abstract

Dinas Kesehatan Padang Pariaman occured trends decreasing indicators achievement of health programs in the last two years. This is one of them caused by defective planning programs and activities that are planned each year. This caused by the planning was not following the path planning, consulting, technical guidance and coordination. The purpose of this research will know the annual planning process in Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman. The research method uses a qualitative approach with using the technique of personal interviews with 17 informants. The results explain the chronology of the path planning has not followed the steps according to the rules, monitoring of supervisors on the implementation of consultation is still lacking, the technical guidance of accomplished and implementation coordination is still less than optimal. In order for planning has quality, it is necessary to gives guidance  of planning, monitoring on the implementation of consultation, socialization of the technical guidance and the meet of coordinating every end of the year with correlated sectors

Pelaksanaan Program Deteksi Dini Kanker Cerviks (Ca Cervix) dengan Metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di Kabupaten Kampar

Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 4 No 2 (2018): Journal of Community Health
Publisher : Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health) Published by : P3M STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.223 KB)

Abstract

ABSTRAK Pelaksanaan program deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA merupakan kebijakan pemerintah Republik Indonesia dalam upaya mengantisipasi dan menurunkan angka kejadian kanker serviks. Masih rendahnya cakupan deteksi dini kanker serviks pada tahun 2016 di Kabupaten Kampar yaitu hanya 1.165 orang wanita usia subur (wus) dari jumlah sasaran 110.236 orang atau hanya 6% dari target 100%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan program deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA. Metode penelitian yang di gunakan adalah metode Kualitatif dengan riset naratif. Analisis data yang di lakukan adalah content analysis dengan Triangulasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 12 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan program deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA sudah terlaksana tapi belum maksimal. Pelaksanaan program di laksanakan oleh Puskesmas serta posyandu dan bidan sebagai tenaga pelaksana hanya 31 orang yang sudah terlatih. Pembiayaan untuk kegiatan deteksi dini kanker serviks ini di bebankan pada Dana Bantuan Operasinal Kesehatan Puskesmas dan dana Jaminan Kesehatan Nasional. Bidan sebagai pelaksana sudah bekerja sesuai SOP yang di tetapkan walaupun masih belum maksimal karena adanya keterbatasan sarana yang ada. Peran linatas sektor baik vertical maupun horizontal sudah cukup baik. Tingkat pengetahuan tentang kanker serviks yang rendah, rasa malu, takut dan khawatir dari WUS sebagai sasaran IVA merupakan kendala yang masih di jumpai dan harus dapat di tanggulangi.

Pengaruh Perilaku Masyarakat dan Kondisi Lingkungan Terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue

Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 1 No 4 (2012): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health) Published by : P3M STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.278 KB)

Abstract

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru menunjukkan bahwa jumlah kasus DBD meningkat dua kali lipat dibandingkan Tahun 2010. Tiga kasus DBD tertinggi di Kota Pekanbaru, salah satunya berada pada kecamatan Tampan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh perilaku masyarakat dan kondisi lingkungan dengan kejadian Demam Berdarah Dengue. Metode penelitian dengan desain Kasus Kontrol yang dilaksanakan pada bulan September-Desember 2011 di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Pekanbaru. Jumlah sampel 224 terdiri dari 56 kasus dan 168 kontrol. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data untuk bivariat dengan uji Chi-Square dan multivariat dengan uji Regresi Logistik Ganda. Hasil penelitian menunjukkan untuk faktor Perilaku Masyarakat yang dominan berhubungan dengan kejadian DBD adalah variabel Kebiasaan menggantung pakaian, OR= 6,29 (95% CI: 3,09-12,81) dan faktor Kondisi lingkungan yang dominan berhubungan dengan kejadian DBD adalah variabel Keberadaan jentik pada tempat penampungan air, OR=6,35 (CI95%=2,66-15,12). Diharapkan pihak Puskesmas lebih mengintensifkan kegiatan pemeriksaan jentik berkala, masyarakat untuk lebih memperhatikan kegiatan 3M plus dan pelaksanaan PSN–DBD secara mandiri dan teratur serta memperhatikan perilaku menggantung pakaian.

Factors Related to the Performance of Officers Relating to Provision Service of National Health Care (JKN)

Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health) Published by : P3M STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.111 KB)

Abstract

ABSTRAK Dalam meningkatkan kinerja pelayanan petugas di Puskesmas pihak BPJS telah memberikan kontribusi berupa dana kapitasi yang didapat dimanfaatkan untuk jasa pelayanan kesehatan (60%) dan biaya operasional Puskesmas (40%). Berdasarkan survey awal, didapatkan bahwa hanya 40% petugas dengan kinerja baik, petugas juga masih banyak yang sering datang terlambat. Tujuan dari penelitian ini yaitu diketahuinya faktor yang berhubungan dengan kinerja petugas terkait pemberian Jasa Pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Puskesmas Tapung dan Puskesmas Tapung II. Dengan variabel yang diteliti adalah jasa pelayanan, ketenagaan/jabatan, kehadiran, masa kerja, imbalan, motivasi, kepemimpinan, dan variabel demografis berupa jenis kelamin. Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif dengan desain cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Juni-Juli tahun 2017. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh petugas yang menerima Jasa Pelayanan yang berjumlah 97 orang. Hasil penelitian ini adalah ada hubungan ketengaan/jabatan, masa kerja, dan kepemimpinan dengan kinerja. Sedangkan variabel yang lain (kehadiran, imbalan, motivasi, umur, dan jenis kelamin) tidak ada hubungan dengan kinerja petugas. Sedangkan variabel Jasa Pelayanan merupakan variabel confounding (perancu) terhadap masa kerja. Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada hubungan antara ketengaan/jabatan, masa kerja dan kepemimpinan dengan kinerja petugas. Disarankan kepala Puskesmas untuk menganggarkan dana diluar jasa pelayanan untuk petugas yang beban kerjanya lebih berat, pemberikan motivasi berupa reward untuk petugas yang bisa dijadikan teladan, punishmen untuk petugas yang tidak disiplin, pemberian arahan dan dukungan, serta pengadaan evaluasi dan pengamatan secara bertahap terkait penyelesaian tugas oleh petugas.

Masalah Kesehatan Dalam Siklus Kehidupan

Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 3 No 4 (2017): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health) Published by : P3M STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.877 KB)

Abstract

Jurnal Kesehatan Komunitas Volume 3 Nomor 4 tahun 2017 kali ini membahas tentang permasalahan kesehatan yang melibatkan semua siklus kehidupan (life cycle). Kehidupan manusia selalu mengikuti suatu siklus yang berjalan seiring waktu. Dalam menjalani siklusnya, manusia melewati semua masa mulai dari kandungan, bayi, balita, remaja, dewasa, hingga menjadi tua atau lanjut usia. Selama menjalani hidupnya, manusia akan mengalami perubahan dalam hidupnya termasuk masalah kesehatan yang mungkin akan dihadapi manusia sepanjang hidupnya. Kita misalkan masalah yang dihadapi bayi dalam salah satu artikel di jurnal ini dimana tidak tercapainya ASI eksklusif karena pemberian makanan tambahan (PMT) terlalu dini kepada bayi 0-6 bulan. Adapun faktor yang berhubungan dengan PMT ini karena rendahnya pendidikan dan pengetahuan ibu tentang PMT. Tidak hanya masalah PMT yang terlalu dini, anak balita juga menghadapi banyak masalah diantaranya gizi buruk pada balita yang juga dibahas dalam edisi kali ini. Program penanggulangan gizi buruk sudah berjalan tetapi hasilnya belum dapat mengatasi kejadian gizi buruk. Salah satu penyebab kejadian gizi buruk diantaranya tidak hanya masalah SDM, masalah dana juga masih menjadi persoalan, ditambah lagi kurangnya koordinasi antara tenaga kesehatan (bidan), kader kesehatan, dan masyarakat. Masalah gizi buruk salah satunya juga karena kurangnya pemanfaatan posyandu oleh masyarakat sehingga sebagian anak kurang terpantau pertumbuhannya. Adapun faktor penyebab orang tua tidak mau membawa anaknya ke posyandu menurut salah satu artikel yang dimuat kali ini diantaranya adalah rendahnya pendidikan, orang tua yang bekerja, peran kader yang kurang, dan pengetahuan yang kurang yang berdampak kepada rendahnya pemanfaatan pelayanan posyandu oleh masyarakat. Anak usia sekolah juga rentan terhadap persoalan kesehatan, salah satunya adalah masih rendahnya perilaku cuci tangan pada anak-anak menurut satu artikel edisi ini. Walaupun sudah disediakan sarana dan prasarana yang mendukung untuk cuci tangan tapi pemanfaatannya masih rendah. Ternyata dengan melakukan diskusi kelompok dengan anak-anak akan lebih meningkatkan pengetahuannya tentang cuci tangan pakai sabun dibandingkan dengan memberikan ceramah tentang cuci tangan pakai sabun. Usia kerja juga mengalami masalah kesehatan seperti pada nelayan di Desa Kemang Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan yang mengalami Pterigium. Kejadian Pterigium yaitu suatu keadaan yang merupakan fenomena iritatif akibat sinar UV, pengeringan, dan lingkungan dengan banyak angin. Hasil penelitian tahun 2016 dalam jurnal ini telah ditemukan sekitar 77,8% kejadian Pterigium pada nelayan. Faktor penyebab Pterigium diantaranya pengetahuan nelayan yang kurang dan perilaku nelayan dalam menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang masih belum lengkap, tidak adanya peran tenaga kesehatan, serta masa kerja nelayan yang lebih dari 5 jam sehari. Memasuki siklus terakhir kehidupan yaitu masa lanjut usia, juga dihadapkan pada penyakit degeneratif yang semakin meningkat. Salah satunya hipertensi yang diderita lanjut usia. Cara mengatasinya menurut salah satu penelitian dalam artikel ini adalah dengan melakukan perendaman kaki pada penderita hipertensi. Hasil penelitian membuktikan bahwa perendaman kaki pada penderita hipertensi dapat menurunkan tekanan darah pada lanjut usia. Sehingga cara perendamkan kaki merupakan bentuk terapi komplementer yang mudah dan murah dilakukan secara mandiri dalam menurunkan hipertensi. Untuk menghindari masalah-masalah kesehatan yang mungkin akan dilalui selama siklus kehidupan, maka mulai dari kandungan, masa bayi, masa balita, anak, dan masa remaja asupan gizi dan pola hidup sehat harus diperhatikan, sehingga saat dewasa dan masa lanjut usia nanti hidup menjadi sehat dan berkualitas. Upaya meningkatkan siklus hidup berkualitas merupakan peran semua pihak yaitu, individu, keluarga, dan pemerintah dengan menyediakan pelayanan kesehatan yang bermutu.

Analisis Pengelolaan Linen di Instalasi Laundry Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Pekanbaru Tahun 2018

Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 4 No 3 (2018): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health) Published by : P3M STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.368 KB)

Abstract

Instalasi Laundry menjadi salah satu pelayanan yang paling penting dalam mendukung pelayanan medik dirumah sakit. Survey pendahuluan yang dilakukan di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Pekanbaru, pada proses pengelolaan linen kotor tidak dilakukan tahap penimbangan. Hal tersebut mengakibatkan petugas Laundry  seperti hanya memperkirakan berapa perbandingan antara berat linen kotor dengan  jumlah air dan takaran bahan pencuci. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan linen di Instalasi Laundry Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Pekanbaru. Data yang dikumpulkan berupa wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Pengolahan data dilakukan dengan teknik analisa Kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Penelitian ini menggunakan validitas data berupa triangulasi. Informan pada penelitian ini adalah  Petugas laundry, Kepala laundry, Kepala penunjang medik dan Direktur Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Pekanbaru yang berjumlah 7 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tema-tema yang muncul sebagai temuan dari penelitian pengelolaan linen ini. Adapun tema-tema tersebut adalah kendala dalam pengelolaan linen berupa kurangnya tenaga atau SDM yang ada, kurang dilakukannya pelatihan kepada petugas dan lamanya penanganan jika ada mesin yang rusak, ketersediaan sarana dan prasarana berupa tidak adanya alat penimbang linen kotor, serta tidak dilakukannya service berkala pada mesin, dan pelaksanaan SOP yang belum optimal berupa pemakaian APD, tidak dilakukannya proses penimbangan linen kotor, pemakaian mesin cuci yang sama dan tidak ada pemilahan warna linen. Oleh karena itu perlu adanya perhatian terhadap pengelolaan linen di Instalasi Laundry Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Pekanbaru sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Faktor Resiko yang Berpengaruh Terhadap Kepatuhan Diet Hipertensi

Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 1 No 3 (2011): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health) Published by : P3M STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.662 KB)

Abstract

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru tahun 2010, menunjukkan bahwa dari sepuluh penyakit terbesar di Puskesmas, hipertensi merupakan penyakit nomor tiga terbesar yaitu 15,6%. Di Puskesmas Sidomulyo sendiri pada tahun 2010 hipertensi merupakan penyakit peringkat pertama dari sepuluh penyakit terbesar yaitu 13,29%. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan penderita terhadap diet hipertensi di Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru tahun 2011. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional dengan jumlah sampel 177 orang dan alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Analisa yang digunakan adalah analisa bivariat dengan uji Chi square dan analisa multivariat dengan uji Regresi Logistik Ganda. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh antara pengetahuan, usia, jenis kelamin, status sosial ekonomi dan motivasi terhadap kepatuhan diet hipertensi. Faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap kepatuhan diet hipertensi adalah usia. Diharapkan kepada tenaga kesehatan Puskesmas Sidomulyo supaya lebih sering mengingatkan dan mengulang kembali informasi bahwa pentingnya mematuhi diet, seperti memberikan konseling yang mendalam tentang hipertensi.