p-Index From 2014 - 2019
0.817
P-Index
This Author published in this journals
All Journal SCIENTIA JOURNAL
Marinawati, Marinawati
SCIENTIA JOURNAL

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN, MOTIVASI IBU DAN PENDAPATAN KELUARGA DENGAN PENCEGAHAN PNEUMONIA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAYO SELINCAH KOTA JAMBI TAHUN 2015 Marinawati, Marinawati
SCIENTIA JOURNAL Vol 4 No 4 (2016): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : SCIENTIA JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini lebih dari 3 juta orang yang mengalami serangan infeksi bakteri pneumonia ini setiaptahunnya. Lebih dari setengah juta dari mereka diopname di rumah sakit untuk perawatan. meskipundari kebanyakan orang-orang ini sembuh setelah mendapatkan perawatan yang semestinya, sekitar5% dari mereka akan meninggal dunia akibat pneumonia. Data Puskesmas Payo Selincah KotaJambi pada bulan Januari-Mei tahun 2015 sebanyak 37 balita (1,68%).Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional yangbertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, motivasi ibu dan pendapatan keluarga denganpencegahan pneumonia pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Payo Selincah Kota Jambi tahun2015. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu yang memiliki balita di Wilayah Kerja Puskesmas PayoSelincah Kota Jambi tahun 2015 yang berjumlah 2.202 orang. Sampel diambil secara proportionalstratifiedrandom sampling yang berjumlah 92 orang. Analisis data dilakukan secara univariat danbivariat.Hasil penelitian diperoleh bahwa sebagian besar (68,5%) responden pengetahuan rendah, (54,3%)responden motivasi kurang baik, (77,2%) responden pendapatan tinggi, dan (64,1%) respondenmemiliki pencegahan pneumonia yang kurang baik. Terdapat hubungan pengetahuan (p= 0,017),motivasi ibu (p= 0,000) dan pendapatan keluarga (p= 0,037) dengan pencegahan pneumonia padaBalita.Disarankan agar dalam penanggulangan penyakit pneumonia pada anak Balita melakukan programpengobatan dan pencegahan secara sinergis dengan mengimplementasikan strategi manajemenpenanggulangan penyakit pneumonia pada anak Balita yang telah disusun dengan mengambillangkah kebijakan dengan mempertimbangkan aspek sumber daya manusia baik pelaksana (petugaskesehatan) maupun sasaran (masyarakat).
HUBUNGAN MOTIVASI DAN MINAT BELAJAR TERHADAP NILAI EVALUASI BELAJAR MAHASISWA SEMESTER III AKADEMI KEPERAWATAN PRIMA JAMBI TAHUN AJARAN 2012/2013 Marinawati, Marinawati; Siahaan, Gustien
SCIENTIA JOURNAL Vol 2 No 2 (2013): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : SCIENTIA JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi sebagai suatu alat untuk melaporkan hasil pembelajaran yang dicapai. Masalah belajardipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal.Berdasarkan data yangdiperoleh dari bidang evaluasi Akademi Keperawatan Prima Tahun Ajaran 2012-2013 mengalamipenurunan IPK rata-rata 2,55 menjadi IPK rata-rata 2,27.Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui hubungan motivasi dan minat belajar terhadap nilai evaluasi belajar mahasiswasemester III Akademi Keperawatan Prima.Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan rancangan cross sectional.Pengumpulan data dengan kuesioner. Populasi dalam penelitian adalah seluruh mahasiswasemester III Akademi Keperawatan Prima yang berjumlah 73 orang dengan teknik total sampling.Pengolahan data dengan analis bivariat dengan uji statistik Chi- square.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 73 orang responden yang memiliki nilai evaluasi hasilbelajar memuaskan sebanyak 28 orang (38,4%), tidak memuaskan sebanyak 45 orang (61,6%),motivasi tinggi sebanyak 32 orang (43,8%), motivasi rendah sebanyak 41 orang (56,2%), minatbelajar tinggi sebanyak 35 orang (47,9%), minat belajar rendah sebanyak 38 orang (52,1%). Hasilperhitungan besarnya hubungan motivasi dengan nilai evaluasi hasil belajar nilai p-value 0,040sedangkan besarnya hubungan minat belajar dengan nilai evaluasi hasil belajar nilai p-value 0,014.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan adanya hubungan antara motivasi dan minatbelajar terhadap nilai evaluasi hasil belajar mahasiswa Akademi Keperawatan Prima.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN IMUNISASI DASAR DI WILAYAH KERJAPUSKESMASSP II SEKUTUR JAYA KABUPATEN TEBOTAHUN 2015 marinawati, marinawati
SCIENTIA JOURNAL Vol 4 No 3 (2015): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : SCIENTIA JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imunisasi adalah suatu upaya untuk mendapatkan kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit, denganmemasukkan kuman atau produk kuman yang sudah dilemahkan atau dimatikan. Berdasarkansurvey awal di wilayah kerja Puskesmas SP II Sekutur Jaya pada 10 ibu secara acak melaluiwawancara singkat di peroleh 5 ibu dari 10 ibu tidak tahu mengenai tujuan dan manfat pelayanankesehatan imunisasi dasar, sehingga ibu tidak peduli kapan anaknya mendapatkan imunisasi dan 5ibu dari 10 ibu yang diwawancarai di peroleh peran petugas dalam sosialisasi, penyuluhan daninformasi sangat kurang. Tujuan penelitian untuk mengetahuifaktor-faktor yang berhubungan denganpemanfaatan pelayanan kesehatan imunisasi dasar.Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional.Penelitian dilakukandi wilayah kerja Puskesmas SP II Sekutur Jaya Kabupaten Tebo pada tanggal 6-12 Agustus 2015.Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai bayi umur 9-12 bulan dari bulanJanuari-Juli 2015 sebanyak 73 ibu. Pengambilan sampel dengan teknik total sampling dimana sampelsebanyak 73 ibu. Data dikumpulkan dengan kuesioner di analisa dengan analisis univariat danbivariat.Berdasarkan hasil penelitian di peroleh 61 responden (83,6%) memberikan imunisasi dasar lengkap,42 responden (57,5%) memiliki pengetahuan baik, 46 responden (63,0%) memiliki sikap positif dan41 responden (56,2%) menyatakan peran petugas aktif. Ada hubungan antara pengetahuan ibu (pvalue=0,030), sikap ibu (p-value=0,045) dan peran petugas (p-value=0,039) dengan pemanfaatanpelayanan kesehatan imunisasi dasar.Perlunya tindakan penyuluhan dan promosi tentang pemanfaatan pelayanan kesehatan imunisasidasar untuk meningkatkan meningkatkan tingkat pengetahuan ibu, suami dan keluarga terdekatmengenai kelengkapan imunisasi dasar dan memberikan pendidikan kesehatan kepada para kaderposyandu agar dapat membantu petugas kesehatan dalam peningkatan pengetahuan masyarakatmengenai imunisasi dasar.
EFEKTIFITAS METODE PENGELOMPOKAN KELAS TERHADAP PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PRODI D-III KEBIDANAN STIKES PRIMA JAMBI TAHUN AKADEMIK 2009/2010 Marinawati, Marinawati; Dian, Dian
SCIENTIA JOURNAL Vol 2 No 1 (2013): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : SCIENTIA JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya Perolehan Indeks Prestasi (IP<2,00) pada mahasiswa Prodi D III KebidananSTIKes Prima Jambi T.A 2009/2010 dari semester I, II dan III ketika mengikuti sistemperkualiahan dengan metode pengelompokan kelas, telah melatarbelakangi peneliti untukmelakukan penelitian, dengan tujuan untuk mengetahui efektifitas metode pengelompokankelas terhadap peningkatan indeks prestasi belajar mahasiswa Prodi D III Kebidanan STIKesPrima Tahun Akademik 2009/2010.Penelitian ini bersifat deskriptif dengan analisa univariat berdasarkan data sekunder yaitu daftarindeks prestasi (IP) mahasiswa semester I dan II. Dengan jumlah sampel sebanyak 187mahasiswa (total sampling).Hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan narasi.Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa tidak ada pengaruh metode pengelompokan kelasterhadap peningkatan prestasi belajar mahasiswa jika dibandingkan antara sebelum dansesudah pengelompokan kelas. Sedangkan efektifitas pengelompokan kelas terhadappeningkatan indeks prestasi (IP) di kelas A lebih tinggi dari pada dikelas B dan C.Diharapkan pada pihak institusi pendidikan dapat mengembangkan metode pengelompokankelas dengan upaya meminimalisir dampak negatif dari pengelompokan tersebut yaitu denganmengoptimalkan metode belajar Student Center Learning (SCL) sehingga dapat mendorongperan aktif mahasiswa dalam proses belajar yang diharapkan dapat meningkatkan prestasibelajar. Selain itu disarankan untuk penelitian selanjutnya mengenai pengaruh metodepengelompokan kelas dapat dilakukan pada mahasiswa yang memiliki karakteristik yang sama,yaitu telah diberi perlakuan pengelompokan kelas.
FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA PEMANEN KELAPA SAWIT DI DESA RANTAU RASAU KECAMATAN RANTAU RASAU KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR TAHUN 2016 Marinawati, Marinawati; Siti, Siti
SCIENTIA JOURNAL Vol 5 No 2 (2016): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : SCIENTIA JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan rangkaian usaha untuk menciptakan suasana kerjayang aman dan tentram serta terhindar dari penyakit akibat kerja ataupun kecelakaan kerja bagi parapekerja yang bekerja di perusahaan yang bersangkutan, bedasarkan survei Departemen KesehatanRI masalah kesehatan tahun 2005 menunjukkan bahwa sekitar 40,5% penyakit yang diderita pekerjaberhubungan dengan pekerjaannya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia,beban kerja dan durasi dengan keluhanmuskuloskeletal .Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectionalPenelitian ini dilakukan pada tanggal 21 Juli 2016 – 2 Agustus 2016. Populasi pada penelitian inisebanyak 47 pekerja pemanen kelapa sawit dan sampelnya sebanyak 47 pekerja, Teknikpengambilan sampel menggunakan total sampling, dimana penelitian ini dilakukan denganmenggunakan kuesioner dengan cara wawancara, dan dianalisis menggunakan univariat dan bivariatHo di tolak jika p-value < 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan bermakna antara usia dengan keluhanmuskuloskeletal pada pekerja pemanen kelapa sawit dengan nilai p-value 0,023 ,ada hubunganbermakna antara beban kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja pemanen kelapa sawitdengan p-value 0,002, dan tidak ada hubungan bermakna antara durasi dengan keluhanmuskuloskeletal dengan p-value 0,772.Terdapat hubungan usia dan beban kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja pemanenkelapa sawit di desa Rantau Rasau Kecamatan Rantau Rasau Kabupaten Tanjung Jabung Timur,Disarankan agar Puskesmas Rantau-Rasau membuat kebijakan program keselamatan dankesehatan kerja untuk para pekerja pemanen kelapa sawit.
HUBUNGAN ANTARA SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LIMBUR LUBUK MENGKUANG KABUPATEN BUNGO TAHUN 2013 Marinawati, Marinawati
SCIENTIA JOURNAL Vol 3 No 1 (2014): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : SCIENTIA JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diantara penyakit menular yang tiap tahun menjadi masalah adalah penyakit diare. Berdasarkandata Dinas Kesehatan Provinsi Jambi tahun 2002 sampai dengan tahun 2009, jumlah penderitadiare cukup banyak, bila dilihat insident rate per 1000 penduduk sebagai berikut : tahun 2002adalah 13,59 per 1000 penduduk, tahun 2003 terjadi peningkatan kasus yang cukup tinggi yaitu38,22 per 1000 penduduk, namun tahun 2007 meningkat menjadi 17,63 per 1000 penduduk.Begitu juga tahun 2008 dan 2009 mengalami peningkatan menjadi 19,08 dan 20,93 per 1000penduduk. Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadiandiare pada balita.Penelitian ini merupakan penelitian Analitik Deskriptif dengan metode Cross Sectional. Populasidalam penelitian ini adalah sebanyak 1.631 balita, pengambilnya secara simple random samplingyaitu pengambilan sampel dengan cara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalampopulasi.Hasil penelitian Ada hubungan sumber air bersih dengan kejadian diare pada balita dengan pvalue 0,014 (p = 0,05). Ada hubungan penggunaan air bersih dengan kejadian diare pada balitadengan p value 0,040 (p = 0,05). Ada hubungan jamban dengan kejadian diare pada balitadengan p value 0,008 (p = 0,05). Ada hubungan jenis lantai rumah dengan kejadian diare padabalita dengan p value 0,004 (p = 0,05).Simpulan penelitian ada hubungan penggunaan air bersih, jamban, jenis lantai rumah dengankejadian diare pada balita wilayah kerja puskesmas Limbur Lubuk Mengkuang Kabupaten BungoTahun 2013.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK UMUR 1 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAKUAN BARU KOTA JAMBITAHUN 2013 Marinawati, Marinawati; Bukit, Rosmeri
SCIENTIA JOURNAL Vol 2 No 2 (2013): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : SCIENTIA JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan survei di wilayah kerja Puskesmas Pakuan Baru diperoleh data balita tahun 2012berjumlah 1.923 orang. Dengan melakukan wawancara di Puskesmas Pakuan Baru terdapat 3orang balita yang mengalami gizi buruk yang ditandai dengan tinggi dan berat badan kurangdari standar deviasi ukuran normal sesuai dengan usia dan jenis kelamin, sulit untukberkonsentrasi dan mempunyai reaksi yang lambat, dan kulit keriput, kering, dan kusam. Akibatkekurangan gizi akan menyebabkan efek serius seperti kegagalan pertumbuhan fisik serta tidakoptimalnya perkembangan dan kecerdasan. Akibat lain adalah terjadinya penurunanproduktivitas, menurunnya daya tahan tubuh terhadap penyakit yang akan meningkatkan risikokesakitan dan kematian.Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional untukmengetahui diketahuinya hubungan status gizi dengan perkembangan motorik anak umur 1-5tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Pakuan Baru Kota Jambi Tahun 2013. Sumber datadiperoleh dari data primer berupa kuesioner yang diberikan kepada responden yang menjadisampel yang diambil secara proportionale stratified random sampling yang berjumlah 92respondenpada tanggal 1-18 April 2013 yangdianalisis secara univariat dan bivariat denganmenggunakan uji Chi Square.Hasil penelitian secara univariat diperoleh bahwa sebagian besar (68,5%) responden memilikistatus gizi baik dan (64,1%) responden memiliki perkembangan motorik baik. Hasil analisisdengan uji Chi-Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara statusgizi dengan perkembangan motorik anak umur 1-5 tahun, dengan nilai p-value = 0,001.Diharapkan bagi tenaga kesehatan dapat meningkatkan status gizi balita melalui kegiatanpenyuluhan maupun konseling pada ibu yang memiliki balita agar pertumbuhan danperkembangan balita menjadi lebih baik serta meningkatkan perkembangan motorik anakdengan menyediakan alat permainan, sering mengajak anak untuk berinteriksa dan bicara sertamelakukan tanya jawab dan meningkatkan krekativitas dan interaksi bersosialisasi anak denganmemperkenalkan dunia luar.