Articles

Found 2 Documents
Search

Midline Granuloma LINGGAWAN, STEPHANI
Hang Tuah Medical journal Vol 15, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/htmj.v15i1.6

Abstract

Pendahuluan:Midline granuloma atau nasal type extranodal T/NK-cell non-Hodgkin’s lymphoma sering menimbulkan berbagai permasalahan.Pembahasan:Midline granuloma adalah kelainan bagian tengah wajah dengan ciri khas destruksi dan ulserasi yang progresif, meliputi hidung, sinus paranasal, palatum, mata, serta jaringan lunak wajah.Etiologi dan patofisiologi belum jelas antara reaksi radang dan tumor. Midline granuloma termasuk dalam penyakit granuloma hidung berdasarkan pemeriksaan biopsi, sedangkanThe Revised European American Lymphoma (REAL) / Wordl Health Organization (WHO) mengelompokkan midline granuloma dalam extranodal T/NK-cellnon-Hodgkin’s lymphoma berdasarkan pemeriksaan imunohistologi. Infeksi virus Epstein-Barr (EBV) 90-100% terlibat dalam proses pembentukan tumor.Diagnosis sulit dan diagnosis banding luas, sehingga diperlukan anamnesis dan pemeriksaan yang lengkap, terutama biopsi, imunohistologi, dan sitogenetik didapatkan gambaran nekrosis disertai destruksi dan ulserasi pembuluh darah, radang dengan infiltrat sel pleomorfik, CD56+, CD3+, protein sitotoksik+, dan EBV+. Penatalaksanaan dengan radioterapi, kemoterapi, transplantasi sumsum tulang, dan imunoterapi. Komplikasi dapat terjadi lokal maupun sistemik dengan penyebaran ke sirkulasi darah tepi, jaringan lunak, paru-paru, hati, kulit, saluran pencernaan, testis, saraf pusat, dan sumsum tulang. Prognosis buruk, hanya kurang dari 50% penderita yang berespon lengkap setelah kemoterapi dan radioterapi. Prognosis dapat dinilai dengan International Prognostic Index (IPI).Simpulan:DiagnosisMidline granulomasulit, penatalaksanaan sering terlambat, sedangkan sifatnya yang progresif menimbulkan berbagai komplikasi, sehinggasemakin memperburuk prognosis. Kata Kunci: midline granuloma, EBV, biopsi, imunohistologi, sitogenetik
Mometasone furoate topikal menurunkan kadar IL3, IL9-serum dan jumlah eosinofil mukosa hidung penderita rinitis alergi Kurniawan, Agus; Linggawan, Stephani; Retnoningsih, Endang; Suheryanto, Rus; Handoko, Edi; Soehartono, Soehartono
Oto Rhino Laryngologica Indonesiana Vol 43, No 2 (2013): Volume 43, No. 2 July - December 2013
Publisher : PERHATI-KL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.585 KB) | DOI: 10.32637/orli.v43i2.70

Abstract

Latar belakang: Rinitis alergi merupakan inflamasi kronis mukosa hidung yang diperantarai oleh IgE, sering berhubungan dengan banyak ko-morbid dan berdampak pada kualitas hidup. Interleukin (IL)3 dan IL9 berperan dalam proses pembentukan eosinofil, sedangkan eosinofil diketahui berperan penting dalam menyebabkan keluhan hidung buntu dan kerusakan epitel mukosa hidung penderita rinitis alergi. Mometasone furoate merupakan kortikosteroid topikal generasi terbaru yang jarang menyebabkan efek samping.Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui perubahan kadar IL3, IL9-serum, dan jumlah eosinofil mukosa hidung sesudah pemberian semprot hidung mometasone furoate pada penderita rinitis alergi. Metode: Penelitian observasional analitik ini melibatkan 38 penderita rinitis alergi yang diberi semprot hidung mometasone furoate selama 2 minggu dengan dosis 200 µg/hari. Kadar IL3, IL9-serum, dan jumlah eosinofil mukosa hidung diukur sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil: Data dianalisis dengan uji t-berpasangan dan uji Wilcoxon. Kadar IL3, IL9-serum, dan jumlah eosinofil mukosa hidung menurun secara bermakna (p <0,001) sesudah pemberian mometasone furoate topikal selama 2 minggu. Kesimpulan: Mometasone furoate semprot hidung terbukti berpengaruh terhadap penurunan kadar IL3, IL9-serum, dan jumlah eosinofil mukosa hidung pada penderita rinitis alergi. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui pengaruh mometasone furoate topikal terhadap sitokin lain yang berperan pada rinitis alergi, pengukuran kadar IL3 dan IL9-mukosa hidung, dan hubungan kadar IL3 dan IL9-mukosa hidung dengan IL3 dan IL9-serum.Kata kunci: Rinitis alergi, IL3, IL9, eosinofil, mometasone furoate.