Yeni, Fitra
Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

Hubungan Fungsi Perawatan Kesehatan Keluarga dengan Kadar Kolesterol Pasien Hiperkolesterolemia di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Padang Tahun 2013 Erwina, Ira; Yeni, Fitra
Ners Jurnal Keperawatan Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.977 KB) | DOI: 10.25077/njk.9.1.30-38.2013

Abstract

Hiperkolesterolemia menjadi salah satu faktor resiko penyakit jantung koroner yang merupakan penyebab kematian nomor satu. Pengontrolan kolesterol dilakukan dengan melibatkan keluarga dalam melaksanakan fungsi perawatan kesehatan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variabel yang paling signifikan. Jenis penelitian adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Lokasi penelitian di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Padang dengan responden 60 orang. Analisis dengan uji chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian ada hubungan bermakna antara fungsi perawatan kesehatan keluarga dalam pelaksanaan praktik diet P=0,004 (p<0,05), aktifitas fisik dan rekreasi p=0,002 (p<0,05) dengan kadar kolesterol. Sedangkan praktik pencegahan berbasis pengobatan tidak terdapat hubungan bermakna p=0,925 (p>0,05). Variabel yang paling signifikan adalah fungsi perawatan kesehatan keluarga dalam pelaksanaan praktik diet dengan nilai p=0,007 dengan nilai OR=4,896 (95%CI=1,548-15,486). Saran kepada pihak puskesmas agar dapat meningkatkan frekuensi kunjungan rumah dan memberikan penyuluhan yang lebih ditekankan pada praktik diet dan menyarankan keluarga untuk berperan lebih aktif dalam melaksanakan fungsi perawatan kesehatan.
Hubungan Emosi Positif dan Koping dengan Hipertensi di RSUP. M. Djamil Padang Yeni, Fitra
Ners Jurnal Keperawatan Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.247 KB) | DOI: 10.25077/njk.8.2.115-128.2012

Abstract

Jumlah kunjungan pasien mengalami hipertensi dirumah sakit Dr.M.Djamil padangterus meningkat, tahun 2006 sekitar 914 dan Meningkat 1892 pada ahun 2007, penelitian inibertujuan untuk mengetahui hubungan antara emosi positif dan koping proaktif terhadaptekanan darah. penelitian korelasi ini dilakukan pada 86 orang dengan kriteria sampel bisamembaca dan menulis berdomisili di kota padang, usia dibawah 60 tahun, analisis yangdigunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis korelasi berganda parametrik. Hasilanalisis data didapatkan terdapat hubungan bermakna antara emosi positif dan koping proaktifsebagai variable control dengan tekanan darah sistolik dan diastolik dimana diperoleh ujisignifikansi koefisien sebesar p = 0,002 dan p = 0,025
Pengaruh Pelatihan Proses Keperawatan terhadap Dokumentasi Asuhan Keperawatan di Puskesmas Kabupaten Agam Propinsi Sumatera Barat Yeni, Fitra
Ners Jurnal Keperawatan Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.174 KB) | DOI: 10.25077/njk.10.1.24-31.2014

Abstract

: Pendokumentasian asuhan keperawatan di puskesmas sangat beragam dan tidak sesuai standar sementara pendokumentasian yang tidak sesuai standar mengakibatkan rendahnya mutu pelayanan di puskesmas. Peningkatan kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan dapat dilakukan melalui pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah pelatihan proses keperawatan keluarga dapat meningkatkan kemampuan perawat puskesmas dalam melakukan pendokumentasian asuhan keperawatan keluarga. Desain penelitian adalah kuasi eksperimen dengan menggunakan one group pre/post test design. Sampel penelitian adalah 44 perawat yang berasal dari 22 puskesmas di Kabupaten Agam.  Dokumentasi asuhan keperawatan keluarga dinilai dengan menggunakan checklist asuhan keperawatan (nursing care checklist). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan proses keperawatan dapat meningkatkan kemampuan perawat dalam melakukan dokumentasi asuhan keperawatan (p=0,000;p<0,05). Rata-rata kemampuan dokumentasi sebelum pelatihan adalah 4,72 dan meningkat menjadi 8,63 setelah pelatihan.  Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi dinas kesehatan kota dan institusi pendidikan dalam menyusun model asuhan keperawatan di puskesmas.
Hubungan Peran Keluarga Dengan Pengendalian Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Pauh Padang Yeni, Fitra; Handayani, Tutwuri
Ners Jurnal Keperawatan Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.837 KB) | DOI: 10.25077/njk.9.2.136-142.2013

Abstract

Diabetes melitus merupakan suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multietiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah (hiperglikemia). Diabetes Melitus tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikontrol dengan mengatur kadar gula darah. Salah satu faktor penting dalam mengontrol kadar gula darah adalah peran keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan peran keluarga dengan pengendalian kadar gula darah pada pasien Diabetes melitus di Wilayah kerja Puskesmas Pauh Padang tahun 2013. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan 6 maret – 17 maret 2013. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan pemeriksaan kadar gula darah. Sampel berjumlah 90 responden yang diambil dengan teknik simple random sampling. Data dianalisa secara univariat menggunakan stastistik deskriptif berupa distribusi frekuensi dan analisa bivariat dilakukan dengan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan 53,3% responden memiliki peran keluarga yang kurang baik pada pasien diabetes melitus, 57,8 % dengan kadar gula darah tidak normal. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara hubungan peran keluarga dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus (p<0,05). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan peran keluarga mempunyai peranan dalam pengendalian kadar gula darah. Oleh karena itu diharapkan keluarga meningkatkan keikutsertaan dalam merawat dan memotivasi pasien diabetes melitus dalam mengendalikan kadar gula darah supaya kadar gula darah dalam keadaan terkendali
Studi Fenomenologi Konsep Sehat Sakit Keluarga denga Demam Berdarah Dengue di Kota Padang Yeni, Fitra
Ners Jurnal Keperawatan Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.816 KB) | DOI: 10.25077/njk.10.1.46-53.2014

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan olehvirus yang berbahaya karena dapat menyebabkan penderita meninggal dalam waktu yang sangat pendek, yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegepty. Pengalaman keluarga yang berhasil merawat penderita DBD pada fase syok sangat penting bagi keluarga lain untuk dijadikan pelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi, memahami dan memberi makna dari pengalaman konsep sehat sakit keluarga dalam merawat anggota keluarga yang menderita DBD. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan fenomenologis deskriptif, dengan 3 orang informan di Kota Padang tahun 2013. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa keluarga yang berhasil merawat penderita DBD sampai pulih melakukan perawatan yang baik dengan mengikuti saran dari petugas medis agar tidak terjadi kesalahan tindakan pada pasien. Keluarga pun perlu mendapat penjelasan dari petugas medis agar bisa mengambil tindakan yang baik dan benar agar angka kematian akibat DBD dapat dihindari
DINAMIKA KOMUNIKASI ANTAR PASANGAN Yeni, Fitra
Ners Jurnal Keperawatan Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.29 KB) | DOI: 10.25077/njk.9.2.109-115.2013

Abstract

Komunikasi merupakan kemampuan seseorang untuk mengekspresikan perasaan mereka dan kemampuan untuk memahami orang lain. Komunikasi dan keintiman adalah dua hal yang sangat berhubungan karena komunikasi adalah kunci keintiman. Kurangnya keterampilan untuk melakukan komunikasi dengan pasangan  akan memiliki potensi besar untuk menimbulkan konflik perkawinan. Konflik perkawinan dapat menimbulkan ketidakbahagiaan, kekerasan dalam rumah, menurunkan produktivitas kerja dan lebih lanjut menimbulkan perceraian. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi. Partisipan (responden) dalam penelitian ini adalah pasangan suami-istri dan telah mempunyai anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para responden mempunyai gaya tersendiri dalam berkomunikasi dengan pasangan. Suami tidak memiliki kendala dalam berkomunikasi dengan istri tetapi sebaliknya istri kurang puas berkomunikasi dengan suami karena latar belakang yang berbeda. Para responden telah melakukan usaha-usaha agar pasangan mengerti apa yang mereka inginkan, seperti membangun interaksi, menyamakan persepsi, memberikan reward dan punishment, bicara baik-baik, marah-marah dan “cuek” terhadap apa yang terjadi. Para responden menyebutkan bahwa komunikasi dapat mempengaruhi perkembangan keluarga baik positif maupun negatif
Hubungan Karakteristik Ibu dengan Pengetahuan tentang Penatalaksanaan Diare pada Balita Novrianda, Dwi; Yeni, Fitra
Ners Jurnal Keperawatan Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.236 KB) | DOI: 10.25077/njk.10.2.159-165.2014

Abstract

Peranan seorang ibu dalam penatalaksanaan diare sangat penting sehingga diharapkan dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat diare. Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui hubungan antara karakteristik ibu berdasarkan umur, tingkat pendidikan, status pekerjaan, dan status ekonomi dengan pengetahuan tentang penatalaksanaan diare pada balita. Penelitian ini telah dilakukan dari tanggal 1 Maret - 9 Agustus 2004 dengan responden sebanyak 97 orang. Desain penelitian cross sectional study dengan simple random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara terpimpin menggunakan kuisioner, dianalisis dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi dan chi-square. Dari penelitian didapatkan 55,7 % berada pada kelompok usia tua (31-45 tahun); 45,4 % responden berpendidikan rendah; 90,7 % responden tidak bekerja; 57,7 % berstatus miskin. Pada umumnya pengetahuan responden mengenai penatalaksanaan diare pada balita 58,8 % adalah buruk. Terdapat hubungan yang bermakna antara umur, tingkat pendidikan, dan status ekonomi dengan pengetahuan tentang penatalaksanaan diare pada balita. Untuk itu perlu peningkatan pengetahuan ibu-ibu balita melalui penyuluhan-penyuluhan kepada masyarakat
Hubungan Emosi Positif dengan Kepuasan Hidup Pada Lanjut Usia (LANSIA) di Kota Padang Provinsi Sumatera Barat Yeni, Fitra
Ners Jurnal Keperawatan Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.675 KB) | DOI: 10.25077/njk.9.1.7-12.2013

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan emosi positif dengan kepuasan hidup pada lanjut usia (lansia). Data penelitian ini dikumpulkan melalui 2 alat ukur, yaitu skala emosi positif dan skala kepuasan hidup. Sampel penelitian berjumlah 120 lansia yang diambil dari 20 puskesmas yang ada di Kota Padang. Teknik sampling yang digunakan adalah cara kuota (quota sampling) dengan kriteria: 1) terdaftar sebagai pasien yang berkunjung ke puskesmas tahun 2010; 2) laki-laki atau perempuan; 3) memiliki latar budaya Minangkabau; dan 4) berusia 60 tahun atau lebih. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik analisis korelasi. Uji korelasi  menunjukkan bahwa terdapat hubungan kuat dan positif antara emosi positif dan kepuasan hidup pada lansia(p=0,000;r=0,630).  
The Effect of InGDEP on Type 2 Diabetes Patients’ Knowledge and Self-Care Malini, Hema; Yeni, Fitra; Saputri, Dilya Eka
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol 6, No 3 (2018): Padjadjaran Nursing Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkp.v6i3.696

Abstract

In the recent years, there is an increasing number of the diabetes incidence worldwide. Self-care is believed as one of key in chronic disease management. In order to increase the capability to self-care, diabetics patients need to be empowered with the knowledge and skills through an educational program. There were some existed diabetes educational programs, however for developing country such as Indonesia, there was a need to develop a culturally relevant diabetes education program. This study was aimed to identify feasibility and the effect of the Indonesian Group-based Diabetes Education Program (InGDEP) on knowledge and self-care behaviors among type 2 diabetic patients. This quasi experimental with one group pre-and post-test only design involved 62 diabetic patients and 16 health professionals who actively delivered the program in four community health centers (Puskesmas). Data were collected using Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ) and Summary of Self Care Activities (SDSCA). Paired t-test used to analyze the effect of the InGDEP on the knowledge, self-care, and biometric measurement (HbA1c). The knowledge score for pre-test was 13.2+3.9 and post-test was 16.1±3.5, self-care activities score for pre-test was 3.31±1.10 and post-test was 3.99±1.27 and the HbA1C level was 10.56±2.32 The results showed there was the significant effect of InGDEP on diabetes patients’ knowledge, some changes in self-care and biometric measurements even though it was not significant. The program also can be accepted by the health professionals where there was a good team work in delivering the educational program. It can be recommended that the InGDEP has an effect in improving knowledge and self-care among diabetics’ patients, however since the effect on self-care and biometric changes was not significant, further research related to the factors that influence the self-care and biometric changes is needed.