p-Index From 2014 - 2019
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal CAKRAWALA
Nurlita, Ita
Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Opini Publik Terhadap Kredibilitas Calon Presiden RI Tahun 2014 Dalam Perspektif Mahasiswa

CAKRAWALA Vol 9, No 1: Desember 2014
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10504.48 KB)

Abstract

Suatu negara yang menganut sistem politik demokrasi akan menitik beratkan pada apa yang menjadi keinginan dan kepentingan rakyat yang diaspirasikan,ditampung atau dihimpun melalui sebuah opini yang disebut dengan pendapat umum atau opini public. Dalam tat6anan Negara demokrasi opini public dilihat sebagai suatu instrument yang sangat penting baik dalam proses artikulasi pendapat dan keinginan rakyat maupun dalam pengambilan keputusan kebijakan public. Menjelang Pemilihan Presiden tahun 2014 ini, partai politik banyak melakukan propaganda politik di media massa yang dimaksudkan untuk memberikan image positif terhadap seorang tokoh atau partai politik tertentu. Dengan image positif tersebut maka partai atau tokoh politik dianggap memiliki kredibilitas tinggi yang artinya masyarakat memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap sebuah partai atau tokoh politik. Disini peneliti bertujuan untuk menganalisa opini public terhadap kredibilitas calon Presiden RI pada Pemilihan Presiden tahun 2014 ini dalam perspektif mahasiswa. Oleh karena mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa, dianggap mampu dan lebih kritis untuk menilai tentang kredibilitas calon pemimpin bangsa ini.jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, yakni penelitian yang menganalisis fakta-fakta melalui survey atau kuisioner dengan menggunakan data statistic deskriptif. Dan dalam penelitian ini didapat hasil bahwa menurut pandangan mahasiswa dalam menilai kredibilitas calon Presiden RI pada Pilpres tahun 2014 adalah 1) Indikator mempunyai pikiran yang baik (good sense) didapat nilai untuk Bapak Prabowo 3,63 poin dan Bapak Jokowi 3,86 poin, 2) Indikator mempunyai akhlak yang baik (good moral character) didapat nilai untuk Bapak Prabowo 3,43 poin dan Bapak Jokowi 4,06 poin, 3) Indikator mempunyai maksud yang baik (good will) untuk Bapak Prabowo 3,48 poin dan Bapak Jokowi 3,82 poin.dilihat menurut standar nilai dari Pace & Faules yaitu untuk batas atas skala 3,80 dan skala 2,80 untuk batas bawah, rata-rata nilai keseluruhan untuk Bapak Prabowo 3,51 poin dan Bapak Jokowi 3,91 poin, Sehingga dapat disimpulkan bahwa Bapak Jokowi dikatakan mempunyai lebih kredibilitas dibandingkan Bapak Prabowo.

POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM PEMBERDAYAAN PERILAKU ANAK TERHADAP TAYANGAN SINETRON DI TELEVISI

CAKRAWALA Vol 10, No 2: Desember 2016
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7122.615 KB)

Abstract

Saat ini hampir semua siaran televisi menggambarkan tayangan yang seharusnya tidak layak ditonton oleh anak yang belum cukup umur, terutama tayangan sinetron. Dimana kebanyakan sinetron televisi di Indonesia berisi tentang kekerasan dalam rumah tangga, kebebasan seks remaja, perkelahian dan hanya sedikit pesan moral. Bagi anak, televisi acapkali di persepsikan sebagai laporan tentang dunia sesungguhnya. Fenomena tayangan sinetron yang hadir dalam program acara di televisi bisa memicu perilaku negatif anak. Hal ini bisa dilihat banyaknya berita pelecehan seksual yang dilakukan oleh anak-anak di bawah umur, yang baru-baru ini terjadi di Kecamatan Gubeng. Berkaitan dengan hal itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa suatu pola komunikasi interpersonal dalam keluarga untuk pemberdayaan perilaku anak sebagai perlindungan anak dalam menonton tayangan sinetron di televisi. Pendekatan deskriptif kualitatif dan analisa data kuantitatif digunakan untuk mendukung pemecahan permasalahan penelitian dalam memahami subyek yang diteliti. Hasil penelitian ini adalah pada ranah kognitif : banyak anak-anak di SDN Kecamatan Gubeng menjawab sering melihat sinetron dan yang sering dilihat adalah sinetron Anak Jalanan; pada ranah afektif : anak-anak banyak yang suka terhadap sinetron yang dilihatnya, dimana adegan yang disukai adalah adegan berpacaran, sedangkan pada ranah kognitif : anak-anak kadang-kadang mempraktekkan adegan sinetron. Hal ini dapat dipahami bahwa dalam menonton tayangan sinetron tidak adanya pengawasan orang tua dan tidak efektifnya pola komunikasi interpersonal dalam keluarga sehingga anak bebas menonton dan bahkan mempraktekkan apa yang ditayangkan pada sinetron tersebut sehingga diperlukan pola komunikasi interpersonal untuk pemberdayaan perilaku anak sebagai perlindungan anak dalam menonton tayangan sinetron di televisi.