Judhaswati, Ratna Dewi
Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur
Articles
2
Documents
Kelayakan Usaha Pengolahan Limbah Kulit Udang dan Rajungan (Studi di Kabupaten Situbondo dan Banyuwangi Provinsi Jawa Timur)

CAKRAWALA Vol 12, No 2: Desember 2018
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1587.201 KB)

Abstract

Selama ini hasil limbah laut yang berupa kulit udang, cangkang kerang, cangkang rajungan hanya dimanfaatkan sebagai campuran bahan terasi, makanan ternak dan juga untuk aksesoris, bahkan di beberapa daerah pesisir dibuang dan menimbulkan bau yang tidak sedap. Permasalahan yang dihadapi adalah limbah kulit udang dan rajungan sejauh ini belum dimanfaatkan untuk diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi (dalam hal ini diolah menjadi pupuk dan kitin). Dengan demikian, maka diperlukan sebuah kajian tentang kelayakan finansial yang gunanya untuk melihat layak tidaknya pengolahan ini dilakukan dan juga perhitungan besarnya nilai tambah yang dihasilkan dari proses perubahan imbah kulit udang dan rajungan menjadi produk pupuk dan kitin, sehingga akan didapatkan gambaran besaran keuntungan perusahaan. Tujuan penelitian : (1) untuk menganalisis kelayakan finansial usaha dan (2) untuk menganalisis nilai tambah dan keuntungan perusahaan. Penelitian ini deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dilakukan bulan Februari-September 2018 di Kabupaten Situbondo dan Banyuwangi. Informan penelitian berasal dari 2 kabupaten yaitu Kabupaten Situbondo 11 orang dan Kabupaten Banyuwangi 19 orang. Teknik pengumpulan data dengan Focus Group Discussion (FGD) dan pengisian kuesioner. Analisis data terdiri dari (1) analisis nilai tambah dan (2) analisis kelayakan finansial rasio R/C, NPV, IRR, PP. Hasil penelitian adalah (1)  finansial usaha pengolahan limbah kulit udang dan rajungan menunjukkan bahwa usaha ini layak dijalankan dengan tingkat pengembalian hasil 35,05% dan periode pengembalian pengeluaran investasi 2,1 tahun. (2) Perhitungan nilai tambah pengolahan limbah kulit udang dan rajungan adalah Rp 382.375.200,-/tahun dengan rasio nilai tambah 75,151% dan marjin keuntungan perusahaan 77,430%.

PERSPEKTIF PENGAMBIL KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN TANAMAN OBAT ASLI LAMPUNG BERDASARKAN PERSEPSI PEMERINTAH PROVINSI LAMPUNG

JSEP (Journal of Social and Agricultural Economics) Vol 11 No 3 (2018)
Publisher : University of Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.627 KB)

Abstract

Indigenous Medicinal Plants Lampung is a medicinal plant obtained directly from natural ingredients in all regions in Lampung Province, and local policy in developing and preserving it is necessary. The purpose of this research is to know the policy of perspective and strategy of TOAL development based on perception of policy maker in Lampung Province. The study was conducted from May to September 2017 located in Lampung Province. Respondents were determined by purposive sampling by appointing relevant parties on TOAL development activities. The results showed that Internal Factor, the strength among others the use of medicinal plants as an alternative medicine has become a tradition of Lampung society, The weakness factor among others HR is still less creative to create variants of traditional medicine products. External Factors consist of opportunities that can be marketed in the form of processed products that can be marketed domestic scale and national scale; and threats, funds allocated to support the development of TOAL are still limited. Strategy for Developing and Implementing Traditional Medicine and Planning Systems for the Availability of Traditional Medicines Raw Materials in Lampung Province to become National Policy Direction to Support Traditional Health Services, covering a) Cultivation and conservation of TOAL resources, b) efficacy and benefits, c) quality, d) accessibility , e) appropriate use, f) supervision, g) research and development, h) documentation and databases, i) human resource development and j) monitoring and evaluation.