Articles

Found 2 Documents
Search

THE EFFECT OF MAJA FRUIT [Aegle marmelos (L) Correa] ON INFLAMMATION MARKERS INVOLVED IN THE AGING PROCESS Limanan, David; Christian, NO; Efrany, E; Yulianti, E; Ferdinal, Frans
Acta Biochimica Indonesiana Vol 1, No 1 (2018): ACTA BIOCHIMICA INDONESIANA
Publisher : PP PBBMI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.131 KB)

Abstract

Background: Aging is a process that every living creature will pass through and involves various factors. Increased inflammatory factors can be caused by hypoxia which forms Reactive Oxygen Species (ROS) and damages macromolecules and causes the acceleration of the aging process. Maja plants, empirically have long been used as medicinal plants, research on Maja leaves shows anti-inflammatory and antioxidant potential.Objective: The purpose of this study was to find out and understand the potential of Maja fruit in the presence of inflammatory markers of IL-6 and TNF-α which are involved in the aging process.Methods: This research was in vivo experimental, using male experimental animals Sprague Dawley rats divided into 8 groups (n = 4), and divided into 2 groups (fed with Maja ethanol extract (400 mg/ kg/day, 14 days) and not force-fed). Each group was divided into 4 subgroups (normoxia, hypoxia (O2 8%, N2 92%) for 3, 7 and 14 days). At the end of the trial period, animal blood was examined for IL-6 and TNF-α concentrations using the ELISA method.Results: The results showed an increase in levels of IL-6 and TNF-α both in the group fed and not fed in line with the duration of hypoxia when compared with controls. However, groups that are not force-fed show a higher pattern compared to those who are force-fed.Conclusion : The ethanol extract of Maja fruit can help slow down the aging process.
Kapasitas Total Antioksidan dan Sitotoksisitas Ekstrak Metanol Daun Ara (Ficus auriculata Lour) Limanan, David; Ferdinal, Frans; Salim, Melanie; Julianty, Eny
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.959 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara megabiodiversitas paling tinggi di dunia. Keragaman flora Indonesia menduduki peringkat ketujuh dunia Hal ini membuat Indonesia memiliki kandidat tanaman obat yang luas, akan tetapi hanya sebagian kecil yang telah dimanfaatkan sebagai bahan baku industri obat. Salah satu tanaman yang memiliki khasiat obat dan telah digunakan secara empirik adalah tanaman ara (Ficus auriculata Lour). Tanaman ara diketahui memiliki senyawa bioaktif yang dapat berfungsi sebagai antioksidan dan dapat digunakan untuk mengatasi stres oksidatif yang merupakan dasar dari berbagai macam penyakit, salah satunya adalah kanker. Selain itu obat-obatan kanker menimbulkan efek samping yang besar terhadap sel-sel normal, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut dalam mencari kandidat antikanker yang cukup efektif dengan efek samping kecil. Bahan bioaktif dari tanaman banyak yang cukup menjanjikan sebagai kandidat obat anti kanker. Karena itu, penelitian ini dilakukan untuk melihat kapasitas total antioksidan dan sifat sitotoksisitas dari ekstrak daun ara. Metode pada penelitian ini berupa penelitian eksperimantal, dengan daun ara yang telah didapatkan dibuat simplisia dan diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Hasil ekstraksi dilakukan pengujian kapasitass total antioksidan dengan menggunakan DPPH (Blois) dan uji sitotoksisitas menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT).Hasil penelitian didapatkan bahwa kapasitas total antioksidan ekstrak metanol daun ara diperoleh sebesar 213,2564 µg/mL, sedangkan IC-50 asam askorbat sebagai kontrol sebesar 5,9382 µg/mL. Uji sitotoksisitas ekstrak metanol daun ara didapatkan LC50 sebesar 448,895 ppm. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak metanol daun ara memiliki kapasitas antioksidan yang lebih kecil dibanding vitamin c tetapi memiliki bersifat sitotoksik sehingga dapat dijadikan kandidat antikanker.Kata Kunci : Ara, sitotoksisitas, kapasitas antioksidan