Sastrawidjaja, Sastrawidjaja
Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

Tataniaga Ikan Kerapu Hidup di Kawasan Segitiga Batam, Tanjung Pinang dan Singapura (BaTaSi) : Tinjauan Aspek Sosiologi Sastrawidjaja, Sastrawidjaja; Triyanti, Riesti; Hikmah, Hikmah
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol. 7, No. 2, Tahun 2012
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1913.45 KB) | DOI: 10.15578/marina.v7i2.5762

Abstract

Ikan kerapu hidup telah menjadi merek dagang (brand) dan ikon bagi masyarakat daerah sekitar kepulauan Batam, Tanjung Pinang dan Singapura (BaTaSi). Keunggulan ikan kerapu hidup adalah harganya yang sangat tinggi dan pangsa pasarnya tak terbatas. Pasar kerapu semakin meluas seiring meningkatnya minat penduduk Asia Timur untuk mengonsumsi ikan ini. Tingginya permintaan ekspor membuat konsumen luar negeri rela pergi ke sentra-sentra produksi kerapu di sejumlah perairan Indonesia terutama Kepulauan Batam dan Tanjung Pinang. Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi aspek sosiologi dari tataniaga pemasaran ikan kerapu hidup di Batam, Tanjungpinang dan Singapura (BaTaSi). Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil Kajian menunjukkan bahwa dalam jalur tataniaga ikan kerapu di kawasan segitiga BaTaSi didominasi oleh dua etnis yaitu Tionghoa dan Melayu dengan strata sosial yang tinggi serta menggambarkan hubungan sosial diantara keduanya dalam hal jaringan sosial, perdagangan, dan kemitraan bisnis Ikan kerapu hidup. Adanya kepercayaan dan kebiasaan mengkonsumsi ikan kerapu saat Hari Raya Imlek menjadikan harga ikan kerapu jauh lebih tinggi dibandingkan hari-hari biasanya.
Moda Produksi Pelelangan Sumberdaya Perikanan Perairan Umum Lebak Lebung Nasution, Zahri; Sastrawidjaja, Sastrawidjaja
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol. 6, No. 2, Tahun 2011
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.665 KB) | DOI: 10.15578/marina.v6i2.5813

Abstract

Perairan umum lebak lebung (PULL) merupakan habitat perairan tawar yang berupa sungai dan daerah banjirannya (river flood plain) yang membentuk satu kesatuan fungsi dan mempunyai banyak tipe habitat yang dapat dibedakan antara musim kemarau dan musim penghujan. Di Sumatera Selatan (Sumsel), PULL merupakan kawasan penghasil ikan air tawar utama bagi kebutuhan masyarakat. Tipe perairan ini paling banyak dan luas terdapat di Kabupaten Ogan Komering Ilir (Kab. OKI), yang terletak di bagian timur Provinsi Sumatera Selatan. Akses usaha penangkapan ikan di PULL dilakukan dengan cara lelang yang telah berlangsung sejak lama. Makalah ini membahas moda produksi yang terbangun dalam rangka pemanfaatan sumberdaya perikanan PULL dan menganalisa terjadinya dominasi pemerintah daerah terhadap masyarakat nelayan. Dukungan fakta bahwa rasionalitas yang digunakan pemerintah hanya didasarkan kepada rasionalitas ekonomi dan belum didasarkan atas rasionalitas eko-sosial. Kondisi ini mengakibatkan rendahnya pendapatan masyarakat nelayan (lebih rendah dari upah buruh harian). Sistem pengelolaan sumberdaya perikanan PULL melalui sistem pelelangan belum mendukung upaya pemanfaatan sumberdaya perikanan berkelanjutan.
Prospek Pengembangan KIMBis (Klinik Iptek Mina Bisnis) Pamisaya Mina Kabupaten Wonogiri Muhartono, Rizky; Koeshendrajana, Sonny; Sastrawidjaja, Sastrawidjaja
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol. 8, No. 1, Tahun 2013
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.865 KB) | DOI: 10.15578/marina.v8i1.2612

Abstract

Klinik IPTEK Mina Bisnis (KIMBis) adalah kelembagaan yang berfungsi bukan sebagai pesaing/menggantikan kelembagaan yang sudah ada, tetapi merupakan kelembagaan yang mempererat komunikasi dan membangun kebersamaan dalam rangka pemberdayaan masyarakat. Prinsip kegiatan yang dilakukan adalah dari-oleh-untuk masyarakat. Tulisan ini bertujuan menggambarkan prospek pengembangan KIMBis di Kabupaten Wonogiri. Pengumpulan data di lapangan dilakukan pada 2012 dengan cara observasi lapang, wawancara dan studi dokumen. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KIMBis di Kabupaten Wonogiri memiliki prospek pengembangan yang baik. Hal ini ditandai dari respon positif PEMDA berupa kesepakatan MoU/KB, PKS serta dana pendampingan kegiatan KIMBis pada tahun berjalan (2012). Saran dalam pengembangan KIMBis Wonogiri adalah tetap melakukan sinergi kegiatan, menjaga komunikasi dan koordinasi antar satker yang melakukan kegiatan di Waduk Gajah Mungkur. Hal ini penting dilakukan agar kegiatan pemberdayaan masyarakat akan optimal dilakukan, sehingga tidak terjadi pengakuan sepihak jika terjadi keberhasilan kegiatan ataupun saling menyalahkan jika terjadi kegagalan kegiatan.