Bariyah, Naim
University of Baiturrahmah

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN KARAKTERISTIK SCAFFOLD HIDROKSIAPATIT GIGI MANUSIA DENGAN METODE PLANETARY BALL MILL MENGGUNAKAN UJI SCANNING ELECTRON MICROSCOPE (SEM) Bariyah, Naim; Pascawinata, Andries; Firdaus, Firdaus
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 3, Nomor 2, Desember 2016
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.461 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.69

Abstract

Latar belakang: Kerusakan tulang alveolar dapat menimbulkan berbagai defek. Salah satu cara untuk merekonstruksi defek tersebut adalah dengan teknik bone grafting. Hal ini membutuhkan bahan regenerasi seperti bonegraft. Berbagai jenis bahan bonegraft telah digunakan untuk meregenerasi kerusakan tulang akibat penyakit periodontal. Penelitian ini menggunakan gigi manusia karena bahan ini memiliki kesamaan struktur dengan tulang, dan selain itu gigi yang telah diekstraksi seringkali dibuang karena dianggap sebagai limbah klinis. Tujuan: Mengetahui hasil gambaran karakteristik scaffold hidroksiapatit dari gigi manusia dengan metode planetary ball mill menggunakan uji scanning electron microscope (SEM). Bahan dan Metode: Gigi yang telah diekstraksi dan telah dibuang mahkotanya kemudian direbus, dihancurkan menggunakan palu, di timbang menggunakan neraca, kalsinasi dengan suhu 600℃, 900℃ dan 1200℃ setelah itu di haluskan menggunakan alat ball mill kemudian dilakukan uji SEM. Hasil: Terdapat porus pada masing-masing sampel dengan diameter ± 1,08-2,18 µm dengan suhu 600℃, ± 1,24-1,53 µm dengan suhu 900℃ dan ± 1,34-2,65 µm dengan suhu 1200℃. Simpulan: Dari hasil pengujian SEM pada suhu 1200℃ diameter porusnya lebih besar dibandingkan sampel lainnya dan pada pengujian ini berhasil didapatkannya scaffold dengan sifat porus menggunakan metode planetary ball mill.
SEBUAH KASUS SUSPEK LEUKOPLAKIA PADA LAKI-LAKI 44 TAHUN (DILEMATIC PROBLEM IN DIAGNOSIS AND MANAGEMENT) Bariyah, Naim; Mailiza, Fitria
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 5, Nomor 2, Desember 2018
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.397 KB) | DOI: 10.33854/jbd.v5i2.154

Abstract

Latar belakang : Leukoplakia adalah istilah klinik untuk plak ataubercak putih pada mukosa mulut yang tidak dapat dihapus dan tidakdapat diklasifikasikan sebagai penyakit lain apapun yang dapat didiagnosis secara klinis. Insiden terjadinya leukoplakia pada suatupopulasi sekitar 0,1%. Salah satu faktor predisposisinya adalahmerokok. Kebiasaan merokok cukup sulit dihilangkan dalam edukasiterhadap pasien. Hal ini menimbulkan dilema dalam edukasi tehadapkasus leukoplakia. Tujuan : Melaporkan penatalaksanaan sebuahkasus suspek leukoplakia pada laki-laki 44 tahun yang dipicu olehfaktor merokok. Kasus : Seorang pasien laki-laki berusia 44 tahundatang dengan keluhan ingin memeriksakan bercak putih pada gusi danlangit-langit rongga mulutnya sudah 6 bulan dan tidak terasa nyeri.Pemeriksaan ekstraoral tidak ada kelainan. Pemeriksaan intraoralterdapat plak putih tidak dapat dikerok pada daerah gingiva danpalatum. Penatalaksanaan kasus : Melakukan KIE dengan pasiendiinstruksikan agar mengurangi kebiasaan merokoknya dan merujuk kedokter spesialis penyakit mulut. Pembahasan : Pemeriksaanhistopatologi dan sitologi dapat membantu dalam penegakan diagnosisleukoplakia. Akan tampak adanya perubahan keratinisasi sel epitelium,terutama pada bagian superfisial. Secara mikroskopis, perubahan inidapat dibedakan menjadi 5 bagian, yaitu hiperkeratosis,hiperparakeratosis, akantosis, diskeratosis atau displasia, karsinoma insitu. Simpulan : Untuk menegakkan diagnosis dan managemen kasusleukoplakia diperlukan kerja sama yang baik antara pasien dan klinisi.