0
P-Index
This Author published in this journals
All Journal AL-HUKAMA´
Zuhri, Sarifudin
Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah dan Hukum
Articles
1
Documents
PROSES PERJODOHAN DAN KRITERIA KAFA’AH DALAM PERKAWINAN ANGGOTA LDII DESA MEDAENG KECAMATAN WARU KABUPATEN SIDOARJO

The Indonesian Journal of Islamic Family Law Vol 8 No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah dan Hukum

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.792 KB)

Abstract

Artikel ini adalah penelitian lapangan mengenai analisis hukum Islam terhadap proses perjodohan dan kriteria Kafa’ah dalam perkawinan anggota LDII di Desa Medaeng Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan mengenai. Pertama, bagaimana proses perjodohan dalam sistem perkawinan anggota LDII di Desa Medaeng Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo. Kedua, bagaimana penerapan konsep Kafa’ah dalam perkawinan anggota LDII di Desa Medaeng Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo. Ketiga, bagaimana analisa maslahah terhadap proses perjodohan dan konsep Kafa’ah dalam perkawinan anggota LDII di Desa Medaeng Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo. Data penelitian ini diperoleh dari LDII Desa Medaeng Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo yang menjadi objek penelitian. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik deskriptif verikatif dengan pola pikir deduktif. Dalam hal ini kemudian teori maslahah diverifikasikan kepada data yang bersifat umum, dalam hal ini ialah perjodohan dan kriteria Kafa’ah dalam anggota LDII Medaeng. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa perjodohan dan kriteria Kafa’ah dalam anggota LDII yang lebih condong pada sesama anggota atau golongan. Boleh saja melakukan perkawinan model seperti itu selama bertujuan untuk kemaslahatan dan menolak kemadharatan. Karena tujuan dari agama Islam ialah kemaslahatan umat. Dan selama proses perjodohan itu tidak bertentangan dengan syariat agama maka boleh untuk dilakukan. Sejalan dengan kesimpulan di atas  sarang yang perludisampaikan ialah supaya anggota LDII Medaeng lebih mengutamakan Kafa’ah dalam perkawinan. Serta khususnya pada anggota LDII supaya lebih terbuka dalam memahami Kafa’ah karena yang dimaksud olaeh Islam Kafa’ah agama ialah agama Islam secara keseluruhan.