Meviana, Ika
Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

KARAKTERISTIK INTERAKSI SOSIAL ANTARA WARGA ASLI DENGAN WARGA PENDATANG DI KELURAHAN BURING KECAMATAN KEDUNGKANDANG KOTA MALANG Meviana, Ika; Huda, Rofiul; Ware, Yohanes
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol 1 No 1 (2016): September
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.281 KB)

Abstract

Keberadaan berbagai etnis di dalam masyarakat menyebabkan adanya perbedaan kelompok sosial. Kelompok sosial memiliki karakteristik yang khas. Kekhasan ini terkadang menimbulkan perbedaan yang menjadikan interaksi kurang harmonis. Penelitian ini termasuk dalam jenis kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: Pertama, persebaran permukiman di Kelurahan Buring yang terbagi menjadi 4 kelompok yaitu permukiman etnis Madura, permukiman etnis Jawa, permukiman etnis Jawa dan Madrura, dan permukiman warga perumahan. Kedua,  bentuk interaksi di Kelurahan Buring terjadi dalam berbagai bidang, yaitu bidang budaya, sosial, dan ekonomi. Bentuk interaksi yang terjadi merupakan bentuk assosiatif dan dissosiatif. Ketiga, karekteristik perilaku interaksi sosial pada masyarakat pendatang di Kelurahan Buring dapat terlihat dengan penggunaan bahasa sehari-hari yaitu menggunakan Bahasa Jawa yang dapat mempengaruhi perilaku dalam hubungan bermasyarakat yaitu dengan adanya kerja sama dalam pekerjaan. Keempat, karakteristik perilaku interaksi sosial pada masyarakat asli ini diwujudkan dengan masih kentalnya kebudayaan khas Madura yang dijuluki dengan sebutan Sakera Puncak Buring.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Solving Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Tema Keadaan Alam dan Aktivitas Penduduk Indonesia Kelas VII D SMP Islam Ma’arif 02 Malang Nawira, Siti; Meviana, Ika
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol 3 No 2 (2018): September
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.477 KB)

Abstract

Hasil pengamatan yang dilakukan di kelas VII D SMP Islam Ma’arif 02 Malang dijumpai beberapa permasalahan yaitu siswa kurang merespon apa yang dijelaskan oleh guru, kurang antusiasnya siswa saat pembelajaran, dan kurangnya komunikasi yang baik antar siswa sehingga menyebabkan hasil belajar siswa rendah. Bukti rendahnya hasil belajar dilihat dari persentase ketuntasan 33% dengan kategori kurang baik pada mata pelajaran IPS.Problem solving merupakan model pembelajaran yang melakukan pemusatan pada pengajaran dan keterampilan pemecahan masalah yang diikuti dengan penguatan keterampilan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa IPS pada tema keadaan alam dan aktivitas penduduk Indonesia kelas VII D SMP Islam Ma’arif 02 Malang melalui model pembelajaran problem solving. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Mc Taggard. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Islam Ma’arif 02 Malang siswa kelas VII D tahun pelajaran 2017/2018 yang terdiri dari 27 siswa yaitu 15 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes, lembar observasi keterlaksanaan, dan catatan temuan lapangan.Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilaksanakan menunjukkan bahwa siklus I persentase hasil belajar siswa 59% dengan nilai rata-rata 71 dengan kategori kurang baik. Sedangkan pada siklus II persentase hasil belajar siswa 81% dengan nilai rata-rata 77,07 dengan kategori sangat baik. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran problem solving dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Meningkatnya hasil belajar siswa diduga karena; 1) diskusi kelompok, 2) tanggung jawab pembelajaran, 3) motivasi belajar, dan 4) tanya jawab.Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada guru IPS SMP Islam Ma’arif 02 Malang agar dapat menerapkan model pembelajaran problem solving dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai; 1) referensi untuk dapat menerapkan model pembelajaran problem solving dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa, 2) pembelajaran diharapkan dapat dilakukan dengan baik agar mendapatkan hasil yang optimal.
Pengaruh Pertambangan Marmer Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Besole Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung Sakti, Muhammad Bima; Jamil, Achmad Maulana Malik; Meviana, Ika
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol 4 No 1 (2019): Maret
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.568 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi adanya keberadaan industri marmer di Desa Besole Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung yang tentunya menimbulkan dampak positif. Dampak positifnya seperti penyerapan tenaga kerja, meningkatnya pendapatan, memberikan kesempatan kerja, tersedianya peluang usaha masyarakat. Dampak positif dari keberadaan industri pertambangan marmer akan menimbulkan peruabahan bagi masyarakat baik kondisi sosial maupun ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karateristik fisik dan non fisik dan untuk mengetahui pengaruh bertambangan marmer terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat Desa Besole Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data yaitu kuisioner, observasi, dokumentasi dan wawancara. Populasi dari penelitian ini adalah masyarakat Desa Besole yang berjumlah 11.528 jiwa. Dalam penelitian ini, penentuan sampel berdasarkan tingkat kepercayaan 85% dan tingkat kesalahan 15% yang dikembangkan Slovin sehingga berjumlah 45 responden. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Taknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner, pedoman wawancara, dokumentasi, lembar observasi dan metode analisis data menggunakan regresi linier sederhada dengan pengujian asumsi dasar. Hasil penelitian ini adalah jenis tanah yang ada di Besole adalah tanah alluvial coklat tua kelabuan. Tipe Iklim di Desa Besole secara umum termasuk tipe AW, curah hujan tahunan rata-rata berkisar >2000 mm. Flora dan fauna ekosistem Desa Besole sama dengan wilayah desa lain. Tingkat pendidikan Masyarakat Di Desa Besole mulai dari tamat SD sampai Perguruan Tinggi ada. Selain itu juga penelitian ini  menunjukan bahwa industri pertambangan marmer berpengaruh positif terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat Desa Besole. Pengaruh positifnya adalah industri pertambangan marmer membuka lowongan pekerjaan bagi masyarakat sehingga masyarakat bisa bekerja di pabrik tersebut. Dengan adanya industri pertambangan marmer kondisi sosial ekonomi masyarakat meningkat mulai dari pendapatan. Tingkat pendidikan, membuka kesempatan kerja, menumbuhkan peluang usaha lain.
Nilai Laju Pelarutan Batu Gamping Pada Mataair Sumber Agung Di Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang Nilai Laju Pelarutan Batu Gamping Pada Mataair Sumber Agung Di Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang Susanti, Nelya Eka; Meviana, Ika
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol 4 No 1 (2019): Maret
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.029 KB)

Abstract

Kabupaten Malang. Bagian selatan Kabupaten Malang merupakan perbukitan kapur (Karst Malang Selatan) pada ketinggian 0-650 mdpl. Bagian utara merupakan daerah lereng Arjuno-Tengger yang berada pada ketinggian 600-2700 mdpl, bagian timur merupakan daerah lereng Tengger-Semeru, membujur dari utara ke selatan pada ketinggian 500-3600 mdpl, dan bagian barat merupakan daerah lereng Kawi-Arjuno, terdapat pada ketinggian 500-3.300 mdpl. Tujuan penelitian ini menganalisis variasi temporal laju pelarutan batugamping  pada mataair sampel dikawasan Karst Malang Selatan. Jenis penelitian ini adalah survei. Populasi penelitian ini adalah seluruh mataair yang berada pada kawasan Karst Malang Selatan, sedangkan sampel penelitian ini adalah mataair yang terletak di Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Pengambilan data lapangan untuk variabilitas spasial dan temporal pada mataair mengacu pada periode sampling mingguan yang dilakukan dengan interval waktu dua minggu selama 6 bulan. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui fluktuasi dan perubahan material yang terlarut. Data hasil pengukuran dilakukan analisis variabilitas HCO3- dan analisis laju pelarutan sehingga dapat diketahui beberapa aspek yang berpengaruh terhadap hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh nilai konsentrasi HCO3-  terlarut  tahunan tertinggi yang terdapat pada mataair Sumber Agung terjadi pada saat musim kemarau, sebesar 609,71 mg/l. Sedangkan konsentrasi HCO3- terlarut terendah yang terdapat pada mataair Sumber Agung terjadi pada saat musim penghujan, yakni sebesar 531,72 mg/l.
SOSIALISASI MITIGASI BENCANA LONGSOR LAHAN PADA SISWA SD DI KECAMATAN DAU, KABUPATEN MALANG Meviana, Ika; Sari, Ulfi Andrian; Putra, M. Oriza Fadlilah
Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : LPPM IKIP Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.004 KB)

Abstract

Penanggulangan bencana yang baik harus terintegrasi ke dalam sektor pendidikan, karena pendidikan menjadi salah satu faktor penentu dalam kegiatan pengurangan risiko bencana. Kegiatan pengintegrasian ini bisa dimulai sejak dini dimulai yaitu anak-anak di jenjang TK–SD sampai jenjang SMP–SMA. Anak–anak yang terbiasa bersinggungan dengan bencana dianggap mampu membuat keputusan dan berperan aktif ketika bencana terjadi, sehingga mereka mengerti bagaimana cara menyelamatkan diri. Anak–anak adalah pemain utama dalam kegiatan pembelajaran sejak dini ini. Kegiatan pembelajaran bencana ini bisa meliputi bagaimana menilai, merencanakan, mengimplementasikan, memantau, dan mengevaluasi serta mempengaruhi teori dan praktik (Benson and Bugge, 2006). Program Abdimas ini menekankan pada sosialisasi tentang mitigasi bencana, khususnya tanah longsor bagi siswa SD di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Bencana tanah longsor telah menyebabkan korban jiwa, kerugian harta benda, dan kerusakan lingkungan. Materi pelatihan disusun didasarkan atas analisis kebutuhan peserta yang dilaksanakan melalui pelatihan dengan melibatkan siswa. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan mereka. Dengan demikian materi sosialisasi betul-betul sesuai kebutuhan dan agar bisa berjalan efektif dan efisien. Berdasarkan hasil dari pelaksanaan kegiatan pengabdian simulasi mitigasi bencana longsor lahan di SD Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, diperoleh bahwa pelaksanaan pengabdian mitigasi bencana longsor lahan di SD di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, berlangsung dengan baik, lancar dan memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Hasil evalusi siswa tentang pemahaman bancana longsor lahan di SDN Kalisong 2 dengan nilai rata–rata 64, sedangkan di SDN Kucur 3 memperoleh nilai rata–rata 77. Berdasarkan hasil pengabdian disarankan bahwa perlu adanya penambahan waktu untuk melakukan simulasi mitigasi bencana longsor lahan untuk menghasilkan hasil yang maksimal.