Rasimeng, Syamsurijal
Jurnal Geofisika Eksplorasi

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

INTEPRETASI NILAI KECEPATAN GELOMBANG GESER (Vs 30) MENGGUNAKAN METODE SEISMIK MULTICHANNEL ANALYSIS OF SURFACE WAVE (MASW) UNTUK MEMETAKAN DAERAH RAWAN GEMPA BUMI DI KOTA BANDAR LAMPUNG Laksono, Agung; Rasimeng, Syamsurijal; Rustadi, Rustadi
Jurnal Geofisika Eksplorasi Vol 3, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Geofisika Eksplorasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pulau Sumatra yang berbatasan langsung dengan Selat Sunda dan dilalui oleh ring of fire dan masih sering terjadi  bencana alam khususnya gempa bumi. Untuk mengurangi resiko dan mengurangi dampak dari kerusakan gempa bumi perlunya untuk dilakukan mitigasi bencana gempa bumi dengan cara melakukan pemetaan daerah rawan gempa bumi di Kota Bandar Lampung. Mitigasi yang dilakukan adalah dengan cara melakukan pengukuran di sekitar Kota Bandar Lampung dengan menggunakan metode seismik MASW aktif. Metode MASW  ini berguna untuk menentukan jenis batuan  dan site class berdasarkan kedalaman nilai kecepaan gelombang geser dari perlapisan batuan yang berada pada permukaan. Proses metode ini dilakukan yang pertama adalah akuisisi data dilakukan pada 24 titik pengukuran yang tersebar pada Kota Bandar Lampung, kemudian dilakukan pengolahan data dari edit geometri data pengukuran, kemudian data dirubah ke domain frkuensi-kecepatan fasa dari domain waktu-jarak.Dilakukan picking kecepatan pada analisis spektrum kurva dispersi untuk mendapatkan nilai kurva dispersi. Kurva dispersi dilakukan inversi dan didapat nilai profil kecepatan gelombang geser 1D terhadap kedalaman. Nilai gelombang geser yang didapat menghasilkan site class  dan bisa untuk identifikasi  serta memetakan jenis tanah dan batuan di daerah tersebut ABSTRACT Sumatera Island which is directly adjacent to Sunda Strait and traversed by ring of fire and still happens often natural disasters especially earthquakes. To reduce risk and impact from earthquake damage it is necessary to do earthquake disaster mitigation by using mapping the earthquake-prone areas in Bandar Lampung City. Mitigation done by measuring around the City of Bandar Lampung by using the active MASW seismic method. MASW method is useful to determine rock type and site class based on depth of shear wave velocity value from rock bedding which in the surface. This method process is firstly done by data acquisition in 24 measuring point scattered in Bandar Lampung City, then data processing is done from measured data geometry editting, then the data changed to velocity-frequency phase from time-distance domain. Velocity picking done to dispersion curve spectrum analysis to get dispersion curve value. Dispersion curve inverted, and acquired 1D shear wave velocity value profile to depth. Shear wave value obtained and generate site class, it will be useful to identify and map soil type and rock type on that area.  Keywords : MASW, Shear Wave Velocity, Site Class.
IDENTIFIKASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN MENGGUNAKAN METODE MAGNETOTELLURIK 2D DI DAERAH CEKUNGAN BINTUNI SEBAGAI POTENSI HIDROKARBON Yulianti, Ririn; Rasimeng, Syamsurijal; Karyanto, Karyanto; Indragiri, Noor Muhammad
Jurnal Geofisika Eksplorasi Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Geofisika Eksplorasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian metode Magnetotellurik (MT) dilakukan pada daerah prospek hirdokarbon di Cekungan Bintuni, Propinsi Papua Barat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi struktur bawah permukaan berdasarkan penampang resistivitas 2 dimensi. Proses pengolahan data penelitian ini antara lain; (i) proses transformasi data dari domain waktu ke domain frekuensi dengan trasformasi Fourier. (ii) proses filtering dengan robust, dimana robust ini terdiri dari tiga jenis yaitu Robust No Weight, Robust Rho Variance dan Robust Ordinary Coherency. (iii) seleksi XPR dan  format data diubah menjadi EDI file. (iv) inversi untuk mendapatkan model penampang resistivitas 2D. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini berdasarkan penampang resistivitas 2D yaitu pada formasi Klasafet memiliki nilai resistivitas yaitu 1 – 20 Ωm pada kedalaman 0 hingga 1000 meter di bawah permukaan dengan litologi sebagai batu lempung yang diidentifikasikan sebagai caprock, pada formasi Kemblengan nilai resistivitas 20 – 90 Ωm pada kedalaman 3500 meter di bawah permukaan dengan litologi batu pasir gampingan yang diidentifikasikan sebagai reservoir, pada formasi Kemum nilai resistivitas 20 – 32  Ωm pada kedalaman 6000 meter di bawah permukaan dengan litologi batu pasir yang diidentifikasikan sebagai basement.  ABSTRACT Magnetotelluric research was done in hydrocarbon prospect area of Bintuni basin, West Papua province. The purpose of this research is to identificate hydrocarbon prospect in subsurface structure using 2D resistivity section. Data processing step for the research are; (i) Data transformation from time domain to frequency domain using Fourier transformation. (ii) Filtering process using Robust No Weight, Robust Rho Variance and Robust Ordinary Coherency. (iii) XPR selection and formatting data into EDI file. (iv) 2D resistivity section modeling using inversion. The result of this research based on 2D resistivity section in Klasafat formation have resistivity value about 1 – 20 Ωm. From 0 until 1000 meter below the surface the main lithology is claystone that identified as caprock. Kemblengan formation have resistivity value about 20 – 90 Ωm in 3500 meter under surface with main lithology lime-sandstone and identified as a reservoir. Tipuma formation have resistivity value about 0.62 – 2 Ωm in 8000 meter under surface with main lithology claystone. Kemun formation have resistivity value about 20 – 32 Ωm in 6000 meter under surface with main lithology sandstone and identified as a basement. Keywords—2D Magnetotelluric, Hydrocarbon, Reservoir.
PENENTUAN LITOLOGI LAPISAN BAWAH PERMUKAAN BERDASARKAN TOMOGRAFI SEISMIK REFRAKSI UNTUK GEOTEKNIK BENDUNGAN AIR DAERAH “X” Sabiq, Hilman; Rasimeng, Syamsurijal; Karyanto, Karyanto
Jurnal Geofisika Eksplorasi Vol 4, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Geofisika Eksplorasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sungai Batang Toru yang melewati Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan merupakan aliran sungai yang akan dijadikan sebagai pembangkit listrik tenaga air, untuk memenuhi kebutuhan listrik area Sumatera Utara dan sekitarnya. Oleh karena itu, survei seismik refraksi dibutuhkan untuk mengetahui litologi bawah permukaan, sebagai pedoman dalam pembangunan bendungan air sungai pada daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan litologi di daerah penelitian berdasarkan penampang tomografi seismik refraksi, serta mengestimasikan kedalaman dan ketebalan lapisan batuan di bawah permukaan daerah penelitian. Tomografi seismik refraksi menghasilkan penampang yang menunjukkan sebaran nilai kecepatan terhadap kedalaman, sehingga diperoleh interpretasi litologi batuan dan estimasi kedalaman dari tiap lapisan. Lapisan pertama merupakan lapisan topsoil dengan rentang nilai kecepatan 100-700 m/s, ketebalan topsoil diestimasi sekitar 1-10 meter Lapisan kedua diindikasikan sebagai batuan tuff-pasiran dengan konsolidasi sedang dengan rentang nilai kecepatan 600-1800 m/s, dengan estimasi ketebalan sekitar 10-35 meter. Lapisan ketiga diindiasikan sebagai batuan tuff-pasiran hingga tuff-breksi dengan rentang nilai kecepatan lebih besar dari 1800 m/s, dengan estimasi kedalaman 30-40 meter dari permukaan.     ABSTRACT Batang Toru river which is through Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, will be a hydro-electric power plant, in order to require the electricity in North Sumatera area. Therefore, refraction seismic survey needed to determine the subsurface litology, as a guide in the construction of river water dam in that area. This study aims to determine lithology in the research area based on cross-section of refraction seismic tomography, and to estimate the depth and thickness of the rock layers beneath the surface of the study area. Refraction seismic tomography produces a cross section which shows the distribution of velocity value to depth, so we obtain the interpretation of rock lithology and depth estimation of each layer. The first layer is a topsoil layer with a velocity range of 100-700 m/s, the thickness of the topsoil is estimated to be about 1-10 meters. The second layer is indicated as a tuff-sandstone with medium consolidation with a velocity range of 600-1800 m/s, with an estimated thickness about 10-35 meters. The third layer is indicated as a tuff-sand rock to tuff-breccia with a value range higher than 1800 m/s, with an estimated depth of 30-40 meters from the surface.   Keywords—water dam, refraction seismic, tomography
INVERSI 2D DATA MAGNETOTELURIK UNTUK MENGETAHUI KEBERADAAN HIDROKARBON DAERAH BULA, MALUKU Limswipin, Elen Novia; Rasimeng, Syamsurijal; Karyanto, Karyanto
Jurnal Geofisika Eksplorasi Vol 4, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Geofisika Eksplorasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian dengan tema “inversi 2 dimensi data magnetotelurik untuk mengetahui keberadaan hidrokarbon daerah Bula, Maluku”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi resistivitas daerah penelitian berdasarkan data magnetotelurik, mengidentifikasi keberadaan hidrokarbon berdasarkan nilai resistivitas dari hasil inversi 2D data magnetotelurik. Metode pengolahan data yang dilakukan adalah (i) mengubah raw data dari domain waktu kedalam domain frekuensi, (ii) mereduksi noise dengan melakukan robust processing, (iii) melakukan proses combine, (iv) seleksi cross power, (v) melakukan inversi 1D dan 2D. Hasil inversi 2D yaitu penampang distribusi resistivitas bawah permukaan, lapisan yang memiliki nilai resistivitas 7 – 16 Ωm disepanjang titik MT1 dan MT7 pada kedalaman mencapai 1000 meter merupakan batu lempung yang diindikasikan sebagai cap rock. Lapisan dengan nilai resistivitas 34 – 120 Ωm yang berada diantara titik MT6 dan MT7 pada kedalaman 1500 meter merupakan batu pasir yang diindikasikan sebagai reservoar. Berdasarkan informasi geologi dan penampang inversi 2D terlihat adanya sesar berdasarkan nilai resistivitas yang kontras yaitu diantara titik MT2 dan MT3, MT3 dan MT4 serta MT6 dan MT7.  ABSTRACT There had been done a regional research which tittle is “2D inversion magnetotelluric data for understanding the hidrocarbon presence in Bula, Maluku”. This study aims to determine the resistivity distribution area of research based on data Magnetotelluric, identifying the presence of hydrocarbons based on the value of the resistivity of the results of 2D inversion of data Magnetotelluric. Methods of data processing done are (i) transform raw data from the time domain into the frequency domain, (ii) reduce noise by robust processing, (iii) process combine, (iv) Selection cross power, (v) inversion 1D and 2D. 2D inversion results is sectional subsurface resistivity distribution, layer having resistivity values 7-16 Ωm along MT1 and MT7 point at a depth of 1000 meters is a clay stone which is indicated as cap rock. Layer with resistivity values 34-120 Ωm, which is between the point MT6 and MT7 at a depth of 1500 meters is indicated as the sandstone reservoir. Based on geologic information and sectional 2D inversion seen their fault based on the resistivity contrast is between the point MT2 and MT3, MT3 and MT4 and MT6 and MT7. Keywords— magnetotelluric, 1D inversion, 2D inversion, hidrocarbon, Bula
ANALISIS ANOMALI SINYAL ULTRA LOW FREQUENCY BERDASARKAN DATA PENGUKURAN GEOMAGNETIK SEBAGAI INDIKATOR PREKURSOR GEMPABUMI WILAYAH LAMPUNG TAHUN 2016 Wahyuningsih, Ulfa; Rasimeng, Syamsurijal; Karyanto, Karyanto; Rudianto, Rudianto
Jurnal Geofisika Eksplorasi Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Geofisika Eksplorasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang analisis anomali sinyal pada spektrum frekuensi yang sangat rendah berdasarkan data pengukuran geomagnetik sebagai indikator prekursor gempabumi wilayah Lampung tahun 2016. Untuk mencapai tujuan penelitian dilakukan berdasarkan tahapan berikut ini (i) Perhitungan data medan magnet total; (ii) Analisis Tren Harian; (iii) Transformasi Fourier data Anomali Geomagnetik; (iv) Lokalisasi Frekuensi ULF ; (v) Perhitungan Ratio Vertikal-Horizontal (Polarisasi Ratio Z/H) ; (vi) Koreksi badai magnet atau Disturbance Strom Time (DST); (vii) Identifikasi Prekursor gempabumi; (viii) Penentuan Onset Time, lead time, dan arah prekursor. Hasil analisis sepuluh gempabumi dengan magnitudo diatas 5 Mw memiliki prekursor antara 11 sampai 30 hari sebelum terjadi gempabumi. Sembilan dari sepuluh gempabumi yang diteliti memiliki prekursor dan satu gempabumi yang tidak memiliki prekursor, hal ini dikarenakan jaraknya yang terlalu jauh dari stasiun MAGDAS di Liwa, Lampung Barat. Dengan demikian dapat diketahui bahwa prekursor menggunakan data magnetik tersebut dapat digunakan untuk melakukan prediksi jangka pendek.  ABSTRACT Regional research had been done to analysis anomalies signal of ultra low frequency based on measurement data as an indicator of the geomagnetic earthquake precursor of lampung in 2016. To achieve purpose of the study conducted by the following steps: (i) Calculation of the total magnetic field of data; (ii) Daily Trend Analysis; (iii) the Fourier transform of the data Geomagnetic Anomaly; (iv) Localization Frequency ULF; (v) Calculation of Ratio Vertical-Horizontal (Polarization Ratio Z / H); (vi) Correction magnetic storms or Disturbance Strom Time (DST); (vii) the identification of earthquake precursors; (viii) Determination of OnsetTime, leadtime,and the direction of precursors. The results of the analysis of ten earthquakes with a magnitude above 5 MW have precursors between 11 to 30 days before an earthquake. Nine out of ten earthquakes studied had an earthquake precursors and precursors that do not have, this is because the distance is too far from the station Magdas in Liwa, West Lampung. Thus it can be seen that the precursor using the magnetic data can be used to make short-term predictions. Keywords: Earthquake Lampung region, ULF emissions, Precursors of earthquakes.
PENGHILANGAN SWELL NOISE DAN LINIER NOISE PADA DATA SEISMIK 2D MARINE HIGH RESOLUTION PADA LINTASAN “AF” MENGGUNAKAN METODE SWNA, F-K FILTER DAN TAU-P TRANSFORM Subari, Achmad; Rasimeng, Syamsurijal; Haerudin, Nandi
Jurnal Geofisika Eksplorasi Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Geofisika Eksplorasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitan mengenai penghilangan noise yang disebabkan oleh lingkungan (swell noise) dan noise linier pada data seismik 2D frekuensi tinggi pada lintasan “AF” dengan menggunakan metode swell noise attenuation (SWNA), filter f-k dan transformasi tau-p. Berdasarkan hasil yang diperoleh swell noise berhasil dihilangkan dari data dengan menggunakan batasan kecepatan filter yakni 1000 m/s pada frekuensi 25 Hz yang diterapkan pada proses swell noise attenuation. Data yang telah diterapkan SWNA, kemudiain dijadikan input proses filter f-k. Dalam penerapan filter f-k, desain polygon yang digunakan memiliki batasan frekuensi minimum sebesar 5 Hz dan frekuensi maksimum sebesar 450 Hz. Hasil filter f-k memberikan output yang baik dengan menghilangkan noise linier hingga time 1500 ms. Output filter f-k yang diperoleh, kemudian diproses kembali dengan menggunakan metode transformasi tau-p. penerapan transformasi tau-p dilakukan dengan mentransformasikan data menjadi domain (τ-p). Pada data yang telah ditransformasi dalam domain (τ-p), noise linier terbentuk pada moveout 600 ms. Kemudian data diberlakukan mute dengan menggunakan surgical mute. Berdasarkan hasil yang diperoleh, metode tau-p mampu menghilangkan noise linier pada data. Noise linier yang dihilangkan lebih mendominasi pada time1500 ms-2500 ms. Hal tersebut disebabkan noise linier pada time 0-1500 ms berhasil dihilangkan dengan baik oleh proses sebelumnya. Setelah metode tersebut di atas berhasil diterapkan. Pengolahan data dilanjutkan dengan melakukan proses stack dan migrasi. Migrasi yang diterapkan yakni postack kirchoff time migration, migrasi dilakukan dengan sudut migrasi sebesar 300 dan aperture sebesar 600 m.   ABSTRACT Research have been done about noise removal caused by environment (swell noise) and linear noise on high frequency 2D seismic data on line “AF” using swell noise attenuation (SWNA) method, f-k filter and tau-p transformation. Based on obtained result, swell noise succeed removed from data using velocity limited filter that is 1000 m/s on frequency 25 Hz applied to swell noise attenuation process. Applied SWNA data, then created input f-k filter process. In f-k filter process, used polygon design having a minimum frequency limit around 5 Hz maximum high frequency around 450 Hz. The results f-k filter giving a good output with linear noise removal to time 1500 ms. F-k filter output obtained, then processed again using tau-p transformation method. Application of tau-p transformation transformed data into (τ-p) domain. Transformed data on (τ-p) domain, linear noise made on moveout 600 ms. Then the data muted using surgical mute. Based on obtained result, tau-p result can removing linear noise on data. Linear noise removed dominating on time 1500 ms-2500 ms. That matter caused by linear noise on time 0-1500 ms succeed removed using previous process. After the method succesfully applied , data processing continued doing the stack and migration process. Applied migration is postack kirchoff time migration, migration do with migration angel around 300 and aperture around 600 m. Keywords—swell noise, swell noise attenuation, f-k filter, tau-p transformation, aperture, postack time migration
IDENTIFIKASI CEKUNGAN HIDROKARBON “RAE” BERDASARKAN DATA MAGNETOTELURIK DI DAERAH BULA, MALUKU Wanudya, Gita Purna Rae; Rasimeng, Syamsurijal; Rustadi, Rustadi; Indragiri, Noor Muhammad
Jurnal Geofisika Eksplorasi Vol 4, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Geofisika Eksplorasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian menggunakan metode Magnetotelurik untuk mendapatkan model 2D berdasarkan variasi resistivitas batuan bawah permukaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan zona formasi hidrokarbon. Metode penelitian yang dilakukan untuk mencapai tujuan penelitian antara lain, pertama dilakukan filtering pada data dengan proses robust. proses robust ini terdiri dari Robust No Weight, Robust Rho Variance dan Robust Ordinary Cohenerency. Kedua dilakukan seleksi XPR dan mengubah format Edi. Ketiga dilakukan inversi untuk mendapatkan model penampang 2D resistivitas. Berdasarkan hasil pengolahan data dari delapan titik pengukuran metode Magnetotelurik diperoleh informasi formasi batuan. Formasi hidrokrabon yang terdapat pada daerah penelitian ini adalah reservoar dan caprock. Kedalaman sampai dengan 1600 m – 2700 m di bawah permukaan dengan nilai resistivitas 12 m - 33 m diduga terdapat batu lempung (clays) yang diindikasikan sebagai caprock. Kedalaman 2700 m sampai dengan 5000 m dibawah permukaan dengan nilai resistivitas 41 m – 250 m diduga batu pasir terisi minyak (oil sands) yang diindikasikan sebagai reservoar. Untuk jebakan atau trap pada formasi hidrokarbon ini termasuk pada jebakan struktural, yaitu terdapat jebakan antiklin.   ABSTRACT The research had been performed using Magnetotelluric to get a 2D model based on variations in resistivity of the subsurface rock. The purpose of this study was to determine the hydrocarbon formation zone. The research method to achieve the research objectives, among others, the first filtering performed on the data with a robust process. This process consists of Robust No Weight, Robust Rho Variance and Ordinary Cohenerency. The second step is done to change the format Selection XPR And Edi. A third inversion resistivity model for the review get a 2D cross section. Based on the findings of the eight data processing methods of measurement points obtained information Magnetotelluric rock formations. Formation hidrokrabon What are the areas is research a reservoir and caprock. The layer in 1600 m – 2700 m depth from the surface which resisvity 12 -33 m assumpted as clay cap. While the layer in 2700 m – 5000 m depth from the surface with high resistivity 41- 250 m is assumpted as oil sands (reservoir). The trap zone of this hidrocarbon formation categorized into structural trap which is the trap of anticline. Keywords— Hidrocarbon, Magnetotelluric, 2D model, Reservoar, Caprock
IDENTIFIKASI ZONA MINERALISASI EMAS BERDASARKAN DATA CONTROLLED SOURCE AUDIO-FREQUENCY MAGNETOTELLURICS (CSAMT) DENGAN DATA PENDUKUNG INDUCED POLARIZATION (IP) DI LAPANGAN AU Rahman, Kholilur; Rasimeng, Syamsurijal; Haerudin, Nandi
Jurnal Geofisika Eksplorasi Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Geofisika Eksplorasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian identifikasi zona mineralisasi emas di sebelah Timur Laut Kubah Bayah, Pongkor, Jawa Barat. Penelitian dilakukan menggunakan metode CSAMT yang didukung oleh data induced polarization (IP) dan geologi lokal daerah penelitian. Batuan induk yang mendominasi di daerah penelitian adalah batuan tuff, batuan breksi dan intrusi andesit. Zona mineralisasi emas terbagi menjadi dua zona, pada zona resistivitas tinggi berkisar 500-1000 Ωm di kedalaman 0-600 meter yang diduga berasosiasi dengan alterasi silisifikasi. Pada zona resistivitas sedang-tinggi berkisar 300-700 Ωm di kedalaman 0-450 meter, diduga merupakan respon dari batuan breksi yang melingkupi intrusi andesit pada proses pembentukannya. Dengan nilai PFE berkisar 2,6-3,4 % yang diduga pada zona tersebut memiliki kandungan logam yang tinggi. Dari interpretasi tersebut, dapat dilihat kemenerusan zona mineralisasi emas dan rekomendasi titik pengeboran eksplorasi sebagai pertimbangan kegiatan penambangan emas di daerah penelitian. Kemenerusan zona mineralisasi emas dari seluruh lintasan pengukuran berarah Barat Laut-Tenggara yang memotong lintasan pengukuran serta sesuai dengan arah singkapan vein. Terdapat enam rekomendasi titik pengeboran tahap eksplorasi di zona mineralisasi emas, pada resistivitas berkisar 500-1000 Ωm dan 400-700 Ωm, serta tepat berada di singkapan vein dan sekitar struktur geologi. ABSTRACT The research has identified the gold mineralization zone in the Northeast of the Bayah Dome, Pongkor, West Java. This study aims to determine the zone of gold mineralization and recommendation of drilling points, as well as the continuity of the gold mineralized zone in the research area based on the geophysical measurement data. The research was conducted using CSAMT method supported by data of induced polarization (IP) and local geology of research area. The dominant rocks in the study area were tuff, breccia and andesite intrusions. The zone of gold mineralization is divided into two zones, in high resistivity zones ranging from 500-1000 Ωm at depths of 0-600 meters allegedly associated with silicified alteration. In medium-high resistivity zones ranging from 300-700 Ωm at depths of 0-450 meters, it is thought to be the response of breccia rocks that surround the andesite intrusion in the formation process. With PFE values ranging from 2.6 to 3.4% which is suspected in the zone has a high metal content. From these interpretations, it can be seen the continuity of the gold mineralization zone and the recommendation point of exploration drilling as consideration of gold mining activities in the research area. The severity of the gold mineralized zone from all trajectories of Northwest-Southwest trending measurements that cut through the measurement path as well as in the direction of the vein outcrop. There are six recommendations of exploration stage exploration points in the gold mineralized zone, at resistivity ranging from 500-1000 Ωm and 400-700 Ωm, as well as precisely located in the outcrop of vein and surrounding geological structures. Keywords: gold mineralization, pongkor, resistivity, CSAMT, PFE, IP.
PENGOLAHAN DATA MIKROTREMOR BERDASARKAN METODE HVSR DENGAN MENGGUNAKAN MATLAB Yuliawati, Winda Styani; Rasimeng, Syamsurijal; Karyanto, Karyanto
Jurnal Geofisika Eksplorasi Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Geofisika Eksplorasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Telah dilakukan penelitian yang menghasilkan sebuah program matlab untuk pengolahan data mikrotremor. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan software matlab ke dalam pengolahan data mikrotremor. Mikrotremor adalah getaran tanah yang dapat mengidentifikasi kerentanan gempa bumi dengan menggunakan metode HVSR (Horizontal to Vertikal Spectral Ratio). Metode HVSR (Horizontal to Vertikal Spectral Ratio) merupakan metode untuk membandingkan dua komponen horizontal terhadap komponen vertikal pada gelombang mikrotremor yang akan menghasilkan nilai frekuensi dominan (f0) berdasarkan nilai spektrum H/V tertinggi dari analisis kurva HVSR. Berdasarkan dari penelitian tersebut disimpulkan bahwasannya pengolahan data mikrotremor dapat dilakukan dengan software matlab, hasil dari pengolahan data ini akan menghasilkan nilai yang tidak jauh berbeda dengan software geopsy. Nilai frekuensi dominan yang dihasilkan oleh software geopsy dan matlab masuk ke dalam site class jenis 2 yaitu sebagian besar adalah aluvium. Sedangkan dari nilai periode dominan yang dihasilkan oleh software geopsy dan matlab masuk ke dalam site class jenis 1 dengan jenis lapisan tanah yang keras.   Abstract - The research has conducted to get the result of Matlab program for microtremor data processing. The purpose of this research is to apply Matlab software into microtremor data processing. The microtremor is the ground motion to identify earthquake vulnerability by using HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio) method. The HVSR method for comparing both of horizontal component and vertical component on microtremor wave to obtain the result dominant frequency(f0) based on the high spectrum H/V value from the analysis of HVSR curve. Based on this research which concludes that microtremor data processing has processed using Matlab software. The result of this data processing gives similar value from the geopsy software. The value of dominant frequency by Matlab software and geopsy software calculation are classified on the site class type II which is dominantly alluvium. Whereas, the result of dominant period by geopsy and Matlab are classified on the site class type I which shows as the bedrock. Keywords—Software Matlab, Microtremor, HVSR, Frequency