Isro'in, Laily
Health Sciences Journal

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN INTERDIALYTIC WEIGHT GAIN DENGAN TEKANAN DARAH PREDIALISIS PADA PASIEN HEMODIALISIS Abdiansyah, Baskoro; Isro'in, Laily; Nurhidayat, Saiful
Health Sciences Journal Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe increase in blood pressure in hemodialysis patients is affected by an increase in interdialytic weight gain (IDWG). Increased blood pressure is the most often complication problem that occur during hemodialysis and became one of the causes of cardiovascular morbidity and mortality in patients. This study aims to identify and analyze the relationship between interdialytic weight gain and predialysis blood pressure in hemodialysis patients. This study uses a correlational design that assess and reveals the relationship between variables with cross sectional approach. This study was conducted with 53 subjects who underwent hemodialysis at Hemodialysis Unit of dr. Harjono’s Regional General Hospital of Ponorogo. Data were collected using a recording sheet, weight, and sphymonanometer. Data were analyzed by Chi-Square statistic test with significance level <0,05. The results showed a significant relationship between interdialytic weight gain (IDWG) with predialysis blood pressure (p=0.049). The study also found that subjects with high IDWG (>3%) were 3 times more likely to have hypertensive predialysis blood pressure (OR=3.102, p=0.052). It conclude that Interdialytic weight gain (IDWG) is associated with predialysis blood pressure, so control of interdialysis weight gain can be performed to control blood pressure predialysis in hemodialysis patients.The use of antihypertensive drugs to control blood pressure in hemodialysis patients have to be explored in more detail.Keywords : Interdialytic Weight Gain, Predialysis Blood Pressure, Hemodialysis AbstrakPeningkatan tekanan darah pada pasien hemodialisis dipengaruhi oleh peningkatan interdialytic weight gain (IDWG). Peningkatan tekanan darah merupakan masalah penyulit yang paling sering muncul selama hemodialisis dan menjadi salah satu penyebab morbiditas serta mortalitas kardiovaskuler pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi dan menganalisis hubungan antara interdialytic weight gain dengan tekanan darah predialisis pada pasien hemodialisis. Penelitian ini menggunakan rancangan korelasional yang mengkaji dan mengungkapkan hubungan antar variabel dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan dengan 53 subjek penelitian yang menjalani hemodialisis pada Unit Hemodialisis Rumah Sakit Umum dr. Harjono Ponorogo. Data dikumpulkan menggunakan instrumen berupa lembar pencatatan, timbangan berat badan, dan sphymomanometer. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistik Chi-Square dengan tingkat signifikan <0,05. Hasil menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara interdialytic weight gain (IDWG) dengan tekanan darah predialisis (p=0,049). Pada penelitian ini juga ditemukan fakta bahwa subjek penelitian yang memiliki IDWG tinggi (>3%) berisiko 3 kali untuk untuk memiliki tekanan darah predialisis hipertensif (OR=3,102, p=0,052). Kesimpulan dari penelitian ini adalah interdialytic weight gain (IDWG) berhubungan dengan tekanan darah predialisis, sehingga pengendalian penambahan berat badan interdialisis dapat dilakukan untuk mengendalikan tekanan darah predialisis pada pasien hemodialisis. Penggunaan obat anti hipertensi untuk mengendalikan tekanan darah pada pasien hemodialisis masih perlu ditelusuri lebih rinci.Kata Kunci : Interdialytic Weight Gain, Tekanan Darah Predialisis, Hemodialisis
EFEKTIVITAS GEL LIDAH BUAYA (Aloe vera) TERHADAP PENYEMBUHAN KETOMBE KERING di Madrasah Aliyah Negeri 2 Ponorogo Ningrum, Dewi Puspita; Ernawati, Hery; Isro'in, Laily
Health Sciences Journal Vol 2, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractDandruff is often regarded as a mild thing. However, for patients it resulted in disruption of comfort and confidence. The use of natural ingredients without the side effects of chemicals for the treatment of dry dandruff is by using traditional materials obtained from the natural surroundings, one of which is aloe vera (Aloe vera). Aloe vera (Aloe vera), which chemically has elements of a compound that can replace chemical drugs to cope with dry dandruff such as phosphorus, vitamins A, B, amino acids, saponins and flavonoids. The design of this study using one group pra-post test design, with a population of 23 respondents, a sample of 23 respondents, using total sampling technique. Collecting data using questionnaires. Data processing with data normality test pre-post <30%, then using a paired t-test with significance <0.05.The results of this study obtained from 23 respondents, 17 respondents (73.9%) experienced a decline in scores, 4 respondents (17.4%) score remained, and 2 respondents (8.7%) decrease increase of dry dandruff score. Statistical analysis showed significant results with a p-value = 0.000 < 0.05. The conclusion of this study is aloe vera gel (Aloe vera) has an effect to healing dry dandruff. Therefore it is expected that sufferers of dry dandruff are more selective to choose the type of scalp treatment.Keywords: Aloe Vera Gel, Dry Dandruff.AbstrakKetombe kering sering dianggap sebagai hal yang ringan. Namun, bagi penderita hal tersebut mengakibatkan gangguan kenyamanan dan tidak percaya diri. Penggunaan bahan alami tanpa menimbulkan efek samping untuk pengobatan ketombe kering adalah dengan menggunakan bahan tradisional, salah satunya adalah lidah buaya (Aloe vera). Lidah buaya (Aloe vera) yang secara kimia memiliki unsur-unsur senyawa yang dapat menggantikan fungsi obat kimia untuk mengatasi ketombe kering diantaranya fosfor, vitamin A,B, asam amino, saponin dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian gel lidah buaya (Aloe vera) terhadap penyembuhan ketombe kering. Desain penelitian ini menggunakan one group pra-post test design, dengan jumlah populasi 23 responden, sampel 23 responden, dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pengolahan data dengan uji normalitas data pre-post <30%, maka menggunakan uji paired t-test dengan kemaknaan <0,05. Hasil penelitian ini didapatkan dari 23 responden, 17 responden (73,9%) mengalami penurunan skor, 4 responden (17,4%) skor tetap, dan 2 responden (8,7%) mengalami penurunan peningkatan skor ketombe kering. Analisis statistika menunjukkan hasil yang signifikan dengan nilai = p-value 0.000 < 0.05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah gel lidah buaya (Aloe vera) mempunyai efek untuk penyembuhan ketombe kering. Maka dari itu diharapkan penderita ketombe kering lebih selektif untuk memilih jenis perawatan kulit kepala.Kata Kunci : Gel Lidah Buaya, Ketombe Kering.
PENGARUH KOMPRES HANGAT DENGAN JAHE TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI OSTEOARTHRITIS Wijayanto, Agus; Purwanti, Lina Ema; Isro'in, Laily
Health Sciences Journal Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractOsteoarthritis (OA) is a degenerative disease in the joints that involves cartilage, lining the joints, ligaments, and bones causing pain and stiffness in the joints. Pain is one of the complaints experienced by patients with osteoarthritis, the process of pain in the joints can be caused by inflammation, immunologic, noninfectious, bleeding and malignant processes. The purpose of this research is to know the influence of warm compress of grated ginger on the decrease of pain scale in osteoarthritis patient.Design This research is included in Pre-Experimental research type with population of 20 respondents with osteoarthritis, using purposive sampling technique, data collection using observation sheet, data is processed using paired t test with spss. The warm compound technique of grated ginger is said to be effective if the value of p <0.05.The result showed that the average of pain scale before the warm compression of ginger grated was 5.55 (moderate pain), after a warm compression of grated ginger was 2.95 (mild pain). The result of paired t test obtained that the value of p = 0.000 (p <0.05), thus can be stated there is influence of warm compress with ginger to decrease of osteoarthritis pain scale.Conclusion from this study that warm compresses with ginger effect in reducing the scale of osteoarthritis pain, so ginger compress can be an alternative as a non-pharmacological treatment given the inappropriate use of rheumatic drugs can cause side effects of stomach or gastrointestinal damage.Keywords: Compress with Ginger, Pain, OsteoarthritisAbstrakOsteoartritis (OA) merupakan penyakit degenerasi pada sendi yang melibatkan  kartilago, lapisan  sendi, ligamen, dan  tulang  sehingga menyebabkan nyeri dan  kekakuan pada sendi. Nyeri  merupakan  salah  satu  keluhan yang  dialami  oleh  pasien  osteoarthritis, proses  terjadinya  nyeri  pada  persendian bisa disebabkan karena inflamasi, imunologik, non-infeksi, perdarahan dan proses maligna . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompres hangat parutan jahe terhadap penurunan skala nyeri pada penderita osteoarthritis.Desain Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian Pre-Experimental dengan jumlah populasi 20 responden penderita osteoarthritis, menggunakan teknik purposive sampling, pengumpulan data menggunakan lembar observasi, data diolah menggunakan Uji paired t test dengan spss.Teknik kompres hangat parutan jahe dikatakan efektif jika nilai  p < 0.05.Hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata skalanyeri sebelum dilakukan kompres hangat parutan jahe adalah 5,55 (nyeri sedang), setelahdilakukan kompres hangat parutan jahe adalah 2,95 (nyeri ringan). Hasil dari uji paired t test didapat bahwa nilai hasil p = 0.000 (p < 0.05 ), dengan demikian dapat dinyatakan ada pengaruh kompres hangat dengan jahe terhadap penurunan skala nyeri osteoarthritis.Kesimpulkan dari penelitian ini bahwa kompres hangat dengan jahe berpengaruh dalam menurunkan skala nyeri osteoarthritis, sehingga kompres jahe dapat menjadi alternatif sebagai pengobatan non farmakologi mengingat penggunaan obat rematik yang tidak tepat bisa menyebabkan efek samping kerusakan lambung atau saluran cerna.Kata Kunci: Kompres dengan Jahe, Nyeri, Osteoarthritis
PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG EFEK JANGKA PANJANG PENGGUNAAN JAMU PADA RESIKO GAGAL GINJAL KRONIK DI DESA MILANGASRI RT 05/01 KECAMATAN PANEKAN KABUPATEN MAGETAN Rohmatin, Umi Isnayati; Isro'in, Laily; Sari, Rika Maya
Health Sciences Journal Vol 2, No 1 (2018): April
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrackPeople have been assuming that herbs are safer and lesser side effects, but it must be understood that herbs may not be safe for the body. Lack of public knowledge about the ingredients of herbs that are unknown. Society has not known that there are some herbs mixed by chemicals that are harmful to the body. This study aims to find out how the public knowledge about the long-term effects of herbal medicine on the risk of chronic renal failure (ggk).The research design used was descriptive, with a population of a sample of 148 people. The sampling technique used is purposive sampling with total sample of 30 respondents. Methods of data collection using questionnaires then performed data processed and analizyed based on percentage.The result of study on 30 respondents shows that most of the 16 respondent (53,3%) knowledgeable good, and a small portion 14 respondents (46,6%) knowladgeable bad.The result concluded that must people have a good knowledge about the long-term effects of herbal medicine use. The result showed that the level of community knowledge is influenced by various factors such as age, education, information, and information sources. Recommed for further research to examine the relationship of people who consume herbal medicine with chronic renal failure. Keyword : Knowledge, Society, Herb, Chronic Renal Failure AbstrakMasyarakat selama ini beranggapan bahwa jamu lebih aman dikonsumsi dan lebih kecil efek sampingnya, namun harus tetap dipahami bahwa jamu bisa saja tidak aman bagi tubuh. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kandungan jamu yang tanpa diketahui kandungannya. Masyarakat selama ini tidak tahu bahwa ada beberapa jamu yang dicampur oleh bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengetahuan masyarakat tentang efek jangka panjang penggunaan jamu pada resiko gagal ginjal kronik. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan populasi sejumlah148 warga. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dan analisa data menggunakan analisa prosentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar 16 responden (53,3%) berpengetahuan baik, dan sebagiankecil14 responden (46,6%) berpengetahuan buruk.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat memiliki pengetahuan yang baik tentang efek jangka panjang penggunaan jamu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti usia, pendidikan, informassi, dan sumber informasi.Untuk peneliti selanjutnya direkomendasikan dapat meneliti hubungan masyarakat yang mengkonsumsi jamu dengan gagal ginjal kronik.Kata Kunci : Pengetahuan, Masyarakat, Jamu, Resiko Gagal Ginjal Kronik.