Nasriati, Ririn
Health Sciences Journal

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG JAJANAN SEHAT PADA ANAK Oktaviana, Mega; Nasriati, Ririn; Sari, Rika Maya
Health Sciences Journal Vol 2, No 1 (2018): April
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractSnacks had important role in providing energi and nutrition for children. But, the level of snacks safeties were concerned. Therefor, the snacks that were consumed by children need special attention for parents. The knowledge of parents were very influence for the children snacks habbit. The research objective was to knew the parentss knowledge about the healthy snacks on children.This research design was descriptive with a population of 252 parents at Bajang Village Mlarak District Ponorogo Regency. The sample were 63 respondents and the research method that used was purposive sampling. The data were collected by questionnaires and displayed with precentage.The results of this research indicate that from 63 respondents obtained the enough knowledge were 31 respondents (49%),the less knowledge were 22 respondents (35%), the good knowledge were 10 respondents (16%) about the healthy snacksBased on the results of research itcould be concluded that almost a half of respondents were knowledgeable enough about the healthy snacks. Hopefully the parents are expected to incrase knowledge about healthy snacks with a lot af reading print media or electronic media and actively asked the health workers so the parents could changed the life behaviour and more understand about the healthy snacks which wree good for children.Keywords: Knowledge, Parents, Healthy SnacksAbstrak Jajanan memegang peranan yang cukup penting dalam memberikan asupan energi san gizi bagi anak khususnya usia sekolah. Akan tetapi, tingkat keamanan jajanan sekarang ini cukup memprihatinkan. Oleh karena itu jajanan yang dikonsumsi anak perlu menjadi perhatian khusus bagi para orang tua. Pengetahuan orang tua sangat mempengaruhi kebiasaan jajan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan orang tua tentang jajanan sehat pada anak. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan populasi adalah 252 orang tua di Desa Bajang Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo. Besar sampel 63 responden dan metode penelitian menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner data ditampilkan dengan prosentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 63 responden didapatkan hasil pengetahuan cukup 31 responden (49%), pengetahuan kurang 22 responden (35%), pengetahuan baik 10 responden (16%) tentang jajanan sehat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hampir setengahnya responden berpengetahuan cukup tentang jajanan sehat. Diharapkan untuk para orang tua untuk untuk menambah pengetahuan tentang jajanan sehat dengan banyak membaca media cetak atau media elektronik dan aktif bertanya kepada petugas kesehatan agar para orang tua dapat merubah perilaku hidup dan lebih memahami mengenai jajanan sehat yang baik dokonsumsi untuk anak.Kata Kunci :Pengetahuan, Orang Tua, Jajanan Sehat
PENGARUH TERAPI MUSIK KLASIK TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI Asmaravan, Bernando Agnisi; Munawaroh, Siti; Nasriati, Ririn
Health Sciences Journal Vol 2, No 1 (2018): April
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstactPatients with hypertension are less or have not yet got proper management in controlling blood pressure, then the number of morality and mortality will increase and health problems in the community will be more difficult to repair. Many people who consume more effective blood pressure-lowering drugs and rapidly lower blood pressure than non-pharmacological therapy. This study aims to determine the effect of Classical Music Therapy Against Blood Pressure Reduction in Hypertension Patients.The design of this research is quasy experiment design using One group pretest-post-test. All people suffering from hypertension in Dusun 4, Demangan Village, Siman District, Ponorogo District with a sample size of 20 patients. Sampling of the study using Total sampling, data collection using blood pressure observation and using T-Test SPSS 16.0 for windows.Blood Pressure before Classical Music therapy resulted in 18 respondents (100.0%) of high blood pressure and half of the 9 respondents (50.0%) of normal and high blood pressure. Wilcoxon analysis results significance of 0.000 <0.05, then Ho is rejected and Ha accepted means there is influence of classical music therapy to decrease blood pressure in hypertensive patients. Changes in the category of blood pressure after classical music therapy so that for the place of research the researcher suggests giving health education writing and drawing about the decrease of pressure with Method of Music Music Classical and also procedure of execution.Keywords: Classical Music Therapy, Blood Pressure, Hypertension. AbstrakPenderita hipertensi kurang atau bahkan belum mendapatkan penatalaksanaan yang tepat dalam mengontrol tekanan darah, maka angka morbilitas dan mortalitas akan semakin meningkat dan masalah kesehatan dalam masyarakat akan semakin sulit untuk diperbaiki. Banyak masyarakat yang lebih mengkonsumsi obat penurun tekanan darah yang lebih efektif dan cepat menurunkan tekanan darah daraipada terapi nonfarmakologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Terapi Musik Klasik Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi.Desain penelitian ini adalah penelitian quasy experiment design menggunakan One grup pretest—post-test. Seluruh masyarakat yang menderita hipertensi di Dusun 4, Desa Demangan, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo dengan besar sampel sejumlah 20 pasien. Sampling penelitian menggunakan Total sampling, pengumpulan data menggunakan observasi tekanan darah dan menggunakan uji T-Test SPSS 16.0 for windows.Hasil penelitian Tekanan Darah sebelum Terapi Musik Klasik didapatkan seluruhnya 18 responden (100,0%) tekanan darah tinggi dan setengahnya 9 responden (50,0%) tekanan darah normal dan Tinggi. Hasil analisis Wilcoxon signifikansi sebesar 0.000 < 0.05, maka Ho ditolak dan Ha diterima berarti ada pengaruh terapi musik klasik terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi.Perubahan penurunan kategori tekanan darah setelah terapi musik klasik sehingga bagi tempat penelitian peneliti menyarankan pemberikan pendidikan kesehatan tulisan dan gambar tentang penurunan tekanan dengan metode Terapi Musik Klasik serta prosedur pelaksanaan.Kata kunci: Terapi Musik Klasik, Tekanan Darah, Hipertensi.
PENGETAHUAN WISATAWAN TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA PADA KORBAN SENGATAN UBUR-UBUR Wijanarko, Wahyu; Nasriati, Ririn; Nurhidayat, Saiful
Health Sciences Journal Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractJellyfish are marine animals that are harmful to humans. Jellyfish often attack the beach tourists through the sting they have. The stings of a jellyfish can cause burning and even death if it does not get proper handling. So it is very necessary first aid on the right victim. But one of the societal habits for the first aid on jellyfish stings using urine or ammonia, and it is not justified. If urine is alkaline it will increase the effect of toxins. The purpose of this study is to determine the level of knowledge of tourists about first aid in victims of jellyfish stings. The research design used was descriptive with coastal tourist population of Teleng Ria beach Pacitan as many as 492 respondents, The sample as much 98 respondents. The sampling technique used is Purposive Sampling. Data collection using questionnaires, then performed data processing using Coding, Scoring, Tabulating, and analyzed based on percentage. The results of this study indicate that of 98 respondents, 72 respondents or 73.5% had less knowledge, while 22 respondents or 22.4% knowledgeable sufficient, and 4 respondents or 4.1% have good knowledge. The result of this research can be concluded that knowledge influence to handling jellyfish sting procedure accordingly so as to prevent health problems like respiratory disturbance, pain disorder, and tissue damage, hence needed improvement of knowledge about handling jellyfish sting.Keywords: Knowledge, Tourists, First Aid On The Survivors of Jellyfish StingsAbstrak`Ubur-ubur merupakan binatang laut yang berbahaya, dan sering menyerang para wisatawan pantaimelalui sengatannya. Korban sengatan ubur-ubur dapat semakin parah bahkan berakibat fatal bila tidak mendapat penanganan yang tepat. Kebiasaan masyarakat yang salah menggunakan amoniak dalam memberikan pertolongan pertama sengatan ubur-ubur harus diperbaiki. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan wisatawan tentang pertolongan pertama pada korban sengatan ubur-ubur.Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan populasi wisatawan pantai Teleng Ria Pacitan sebanyak 492 responden, sampelnya berjumlah 98 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, kemudian dilakukan pengolahan data menggunakan Coding, Scoring, Tabulating, dan dianalisis berdasarkan prosentase.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari 98 responden, didapatkan 72 responden atau 73.5% memiliki pengetahuan kurang, sedangkan 22 responden atau 22.4% berpengetahuan cukup, dan 4 responden atau 4.1% memiliki pengetahuan baik.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan berpengaruh terhadap penanganan sengatan ubur-ubur yang sesuai prosedur sehingga mencegah masalah kesehatan seperti gangguan pernapasan, gangguan rasa nyeri, dan kerusakan jaringan, maka diperlukan peningkatan pengetahuan tentang penanganan sengatan ubur-ubur.Kata Kunci: Pengetahuan Wisatawan, Pertolongan Pertama, Sengatan Ubur-Ubur
PENGARUH DURASI BERMAIN TERHADAP ADIKSI GAME ONLINE PADA REMAJA Di Warung Internet XGC Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun Oktavian, Nindar; Nurhidayat, Saiful; Nasriati, Ririn
Health Sciences Journal Vol 2, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Background: As the rapid development of Internet technology, online games are also experiencing development. Online Game presents a more varied challenge compared to offline games, this makes the players feel at home and play long enough. Online game is seductive which means it can cause addiction, Addictive online game is marked by how far someone play excessive game so that can interfere its life everyday.Method: Design of research using Cross Sectional with a population of 78, a sample of 45 respondents using purposive sampling technique. Data collection using questionnaires with data processing using Chi Square test.Result: From the result of research from total 45 respondent 24 (53,3%) respondent playing game excessively, and 21 (47,7%) not excessive. And 24 (53.3%) respondents experienced addiction. Statistical analysis showed significant result with p-value 0,002 <0,05. Then H1 accepted which means there is influence between the duration of playing online games towards online game addiction.Conclusion: Playing games with a long duration is one of the factors causing online game addiction among teenagers. So there needs to be self-control of online game play behavior.Keywords:Game Online, Addiction, Teenagers Abstrak Latar Belakang: Seiring pesatnya perkembangan teknologi internet, game online juga mengalami perkembangan. Game online. Game Online menyajikan tantangan yang lebih bervariasi dibandingkan dengan game offline, hal ini membuat para pemain betah dan bermain cukup lama. Game online bersifat seduktif yang berarti dapat menyebabkan kecanduan, Kecanduan game online ditandai oleh sejauhmana seseorang bermain game secara berlebihan sehingga dapat mengganggu kehidupannya sehari-hari.Metode:Desain penelitian menggunakan Cross Sectional dengan jumlah populasi 78, sampel 45 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan pengolahan data menggunakan uji chi square.           Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan dari total 45 responden 24 (53,3%) responden bermain game secara berlebihan, dan 21 (47,7%) tidak berlebihan. Dan 24 (53,3%) responden mengalami adiksi. Analisis statistika menunjukkan hasil yang signifikan dengan p-value 0,002 < 0,05. Maka H1 diterima yang artinya ada pengaruh antara durasi bermain game online terhadap adiksi game online.Kesimpulan: Bermain game dengan durasi waktu yang cukup lama menjadi salah satu faktor penyebab adiksi game online di kalangan remaja. Sehingga perlu adanya kontrol diri terhadap perilaku bermain game online.Kata kunci: Game Online, Adiksi, Remaja
TINGKAT DEPRESI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 Di Poli Penyakit Dalam RSUD Dr. Harjono Ponorogo Bayuningtyas, Rieska Zerina; Verawati, Metti; Nasriati, Ririn
Health Sciences Journal Vol 2, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrac             Depression is increasingly common in patients who experience chronic chronic conditions such as stroke, diabetes, cancer and chronic pain disorders. Many people still see diabetes only in clinical terms, but diabetes and depression can trigger each other so that patients with diabetes mellitus are at high risk of depression. This study aims to determine the level of depression in patients with type 2 diabetes mellitus.The design of this study was descriptive with a population of all type 2 diabetes mellitus patients at the Internal Medicine Polyclinic Dr. Harjono Ponorogo numbered 186. The sampling technique used was Quota Sampling. The sample of this study were all type 2 diabetes mellitus patients in Dr. Harjono Ponorogo with a total of 56 respondents. Data analysis used the HDRS questionnaire to determine the level of depression in patients with type 2 diabetes mellitus.            From the results of the study of 56 respondents Depression Level in Type 2 Diabetes Mellitus Patients as many as 25 respondents (44.68%) experienced moderate depression, 15 respondents (26.78%) experienced mild depression and as many as 7 respondents (12.5%) experienced depression heavy, while 9 respondents (16.07%) did not experience depression.      The results of the study were concluded that almost half were in medium and small parts. More weight than done in conducting research, for example, the selection of respondents must be in accordance with the type of respondents studied. For the next researcher, it is suggested to conduct research on more unique factors that can affect the level of depression.Keywords: Depression Level, Type 2 Diabetes Mellitus Abstrak Depresi semakin banyak terjadi pada pasien yang mengalami kondisi kronik menahun seperti stroke, diabetes, kanker serta gangguan nyeri yang kronis. Banyak orang yang masih memandang diabetes hanya dari segi klinisnya saja, namun diabetes dan depresi dapat saling memicu sehingga pendertita diabetes mellitus resiko tinggi mengalami depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat depresi pada pasien diabetes mellitus tipe 2.Desain penelitian ini adalah deskripif dengan populasi seluruh pasien diabetes mellitus tipe 2 di Poli Penyakit Dalam RSUD Dr. Harjono Ponorogo berjumlah 186. Teknik sampling yang di gunakan adalah Quota Sampling. Sampel penelitian ini seluruh pasien diabetes mellitus tipe 2 di RSUD Dr. Harjono Ponorogo dengan jumlah 56 responden. Analisa data menggunakan lembar kuesioner HDRS untuk mengetahui tingkat depresi pada pasien diabetes mellitus tipe 2.Dari hasil penelitian terhadap 56 responden Tingkat Depresi Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 sebanyak 25 responden (44,68%) mengalami depresi sedang, 15 responden (26,78%) mengalami depresi ringan dan sebanyak 7 responden (12,5%) mengalami depresi berat, sedangkan sebanyak 9 responden (16,07%) tidak mengalami depresi.Hasil penelitian disimpulkan bahwa hampir setengahnya mengalami depresi sedang dan sebagian kecil mengalami depresi berat sehingga peneliti menyarankansupaya lebih mendetail dalam melakukan penelitian, contohnya seperti pemilihan responden harus sesuai dengan karakteristik responden yang diteliti. Bagi peneliti selanjutnya disarakan untuk melakukan penelitian tentang faktor yang lebih dominan yang dapat mempengaruhi tingkat depresi.Kata Kunci:  Tingkat Depresi, Diabetes Mellitus Tipe 2