Articles

Found 7 Documents
Search

KORELASI ANTARA KEMAMPUAN BAHASA ARAB DENGAN PEMAHAMAN AYAT-AYAT AL-QUR’AN TERHADAP SISWA KELAS XII MADRSAHALIYAH AL-AMANAH KOTA BAUBAU Karim, Ahmad; Abubakar, Achmad; Kasim, Amrah
Jurnal Diskursus Islam Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang tingkat kemampuan bahasa Arab dan tingkat pemahaman ayat-ayat al-Qur’an serta korelasi antara keduanya terhadap siswa kelas XII Madrasah Aliyah (MA) Al-Amanah Baubau. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field reseach) bersifat kuantitatif dalam bentuk ex-post facto atau kasual komparatif karena penelitian ini berusaha mencari informasi tentang hubungan sebab akibat dari suatu peristiwa. Data dikumpulkan melalui tes (soal) dari hasil jawaban Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN). Hasil penelitian dan pembahasan: (1) Setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam menjawab tes soal bahasa Arab dan al-Qur’an pada Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional. Tingkat pemahaman siswa kelas XII MA Al-Amanah Baubau dapat menerima/menyerap pelajaran al-Qur’an dengan sangat positif dan signifikan; (2) Korelasi antara tingkat kemampuan bahasa Arab dengan tingkat pemahaman ayat-ayat al-Qur’an dipengaruhi oleh kemampuan bahasa Arab siswa kelas XII MA Al-Amanah Baubau. Penelitian ini dapat memberi sumbangsih pemikiran dan pengetahuan bagi siswa dan guru agar lebih giat menguasai dan memahami pembelajaran bahasa Arab dan al-Qur’an, menjadi referensi atau rujukan yang relevan bagi kaum akademisi, lembaga pendidikan atau institusi penelitian lainnya dalam melakukan kajian dan penelitian yang terkait dengan tingkat kemampuan bahasa Arab dan tingkat pemahaman ayat-ayat al-Qur’an di MA Al-Amanah Baubau.
BENTUK-BENTUK TAKRĀR DALAM AL-QUR’AN MENURUT TINJAUAN BALAGAH (STUDI PADA JUZ AMMA) Amir, Amir; Khalid, M Rusydi; Garancang, Sabaruddin; Kasim, Amrah
Jurnal Diskursus Islam Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mengetengahkan mengenai ayat-ayat takrār d dalam Juz ‘Amma suatu  tinjauan  Bala>gah, dalam konteks bentuk-bentuk takrar. Penelitian ini dapat dikatagorikan ke dalam penelitian kepustakaan (libraryresearch). Sumber data primer mencakup buku-buku bala>gah, linguistik, mu’jam-mu’jam leksikal bahasa Arab yang diangap standar, kitab-kitab tafsir, dan bahan-bahan tertulis lainnya yang representatif yang ada relevansinya dengan penelitian. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan interdisipliner dalam penelitian ini, mengingat bahwa ilmu balagah memiliki keterkaitan erat dengan sejumlah sub disiplin ilmu kebahasaan, meliputi ilmu nahwu, s}arf, semantik, linguistik, tafsir, dan sebagainya. Sedangkan pendekatan bala>gah dijadikan sebagai pedoman untuk melihat pola perubahan komunikasi dalam sebuah alur pembicaraan dan efek makna yang ditimbulkan. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan tehnik-tehnik survey kepustakaan, studi literatur, membaca ayat-ayat al-Qur’an secara berulang-ulang, mencatat ayat-ayat al-Qur’an yang dianggap takār dan letaknya dalam surah dan nomor ayat, dan mengumpulkan ayat-ayat al-Qur’an yang ada pada Juz ‘Amma (Juz 30) yang mengalami perulangan (takrar). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat-ayat dalam al-Qur’an yang mengalami perulangan (takrar) ternyata mengandung banyak bentuk takrar, Faedah takrar, makna takrar,  dan ide terpenting di dalamnya yang harus dipahami oleh manusia. Takrar pada dasarnya menunjukkan sebuah kata atau kelompok kata yang mendapat perulangan itu dianggap penting, karena merupakan fikiran inti yang harus lebih ditonjolkan dari unsur-unsur teks yang lain. Bentuk-bentuk takrar  yang banyak didapati dalam al-Qur’an adalah pada kisah-kisah.
SIMBOL MITOLOGI DALAM KARYA SASTRA TEKS AL-BARZANJI (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES PADA PASAL 4) Mirnawati, Mirnawati; Kasim, Amrah; Aliah, Abd. Rauf
Jurnal Diskursus Islam Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas tentang pendekatan semiotika Roland Barthes terhadap karya sastra al-barzanji. Jenis penelitian ini adalah penelitian library research dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan linguistik dan semiotika. Adapun sumber data penelitian diperoleh langsung dari teks al-barzanji serta penelusuran berbagai literatur atau referensi. Data dikumpulan dengan memilih dari beberapa pasal dalam barzanji kemudian memilah dan menganalisis leksia per leksia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada 5 pasal tersebut, setiap pasalnya dimulai dengan kata وَلَمَّا yang penulis bedah menjadi 87 leksia. Selanjutnya penulis analisis teks tersebut dan mengkategorikan 16 leksia mengandung kode hermeneutika, 13 leksia tergolong kedalam kode gnomik/budaya, 33 leksia yang termasuk kode prioretik/aksi, 11 leksia terkandung kode semik/konotatif dan terakhir kode simbolik terdapat dalam 14 leksia yang ada pada teks tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pendekatan pembacaan semiotik Roland Barthes, bisa katakan bahwa Abu Ja’far Al-Barzanji menulis karya sastra ini tidak sekedar mengungkapkan kekagumannya terhadap Rasulullah saja saw., tapi juga mengisahkan secara tersirat budaya-budaya bangsa Arab khususnya di wilayah Makkah dan Negeri Syam. Simbol mitologi pada 5 pasal yang dikaji masih mengalami eksistensi hingga saat ini, meliputi: hakikat status yatim, Bani Najjar, juru kunci Ka’bah atau Bani Syaibah, usia Rasulullah saw. menginjak 4 tahun, Umur saat pernikahan Rasulullah saw., Umur ketika Nabi saw. diangkat menjadi Rasul Allah, simbol mitologi mimpi, serta Mahallul Qiyam disetiap pembacaan al-barzanji khusunya pada pasal 4, hingga saat ini masih tetap berlaku. Dan juga kata Atthir di setiap awal pasalnya, pada dasarnya kata ini termasuk kinayah yang bisa bermakna asli dan bisa juga tidak, namun jika dijabarkan bahwa keharuman bau harum yang disandarkan kepada Nabi saw. dalam bentuk rahmat. Implikasi dari penelitian ini adalah 1) Al-Barzanji adalah sebuah karya sastra yang paling akrab ditelinga bisa dikaji melalui berbagai pisau pendekatan, baik dari balaghah, Ilmu Arudh, Semantik, Sintaksis, dan berbagai cabang disiplin ilmu kebahasaan dan kesusastraan yang lainnya. Hal tersebut bisa menjadi salah satu sudut pandang bagi kaum intelektual muda di tengah maraknya isu bid’ah dan haram terkait barzanji. 2) Isi teks dari barzanji bukan hanya tentang syair namun juga sirah Rasulullah serta gambaran kondisi budaya Arab saat itu, tentu hal ini bisa juga menjadi bahan perbandingan bagi penggelut sejarah keislaman maupun sirah Nabawiyah. 3) Dengan adanya penelitian ini kedepannya bisa memberi sumbangsih terhadap penelitian selanjutnya, khususnya penelitian dibidang semiotika, bahasa dan sastra. Peneliti menyadari bahwa penelitian ini masih membutuhkan pengkajian yang lebih dalam maka dibutuhkan saran dan masukan yang membangun demi kebaikan penulisan ke depannya.
Al-Tasybih fi al-Akhadis al-Nabawiyyah min Kitab “al-Lu’lu’ wa al-Marjan fima Ittafaqa ‘alaihi al-Syaikhon” Ulum, Fatkhul; Munir, Munir; Kasim, Amrah
Jurnal Al Bayan : Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Al Bayan: Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/albayan.v11i1.3853

Abstract

This research aims to determine the types of adat al-Syibhi, the differences and the roles in understanding the texts of the hadith of the Prophet, as well as facilitating the identification of tasybih elements in a hadith text. This research is a Library Research, that relies on a descriptive analytical approach (al-Manhaj al-Washfi al-Tahlili). Descriptive approach is to analyze scientific material that is related to the subject, through library research and then presented and explained systematically. The analytical approach is to analyze the hadith of the Prophet which contains the aspects of tasybih and the words of the ‘ulama (clerics) and balaghah experts. Adat al-Shibh is the link between musyabbah and musyabbah bih. Tasybih will not be considered as completed without adat al-Syibh. Adat al-Syibh has a big role in tasybih, which can be mentioned in the sentence or omitted, and with omitting, it will give a stronger meaning than mentioning. Tasybih in terms of the Adat of al-Sibh is divided into two, namely the tasybih mursal, if its adat al-syibh is mentioned and tasybih muakkad if its adat syibih is omitted. Adat al-Syibh in the hadith uses four kinds of kaf, kaanna, mislu, and nahwu. This research confirms the ability of bayan nabawi to describe abstract meanings and thoughts, especially something that is related to occultism, which the meaning is transformed into a motion picture, because something visible and concrete can strengthen meaning and can give a greater influence in heart and mind.
USLUB AL-INSYA DALAM QS. AL-MAIDAH (KAJIAN ANALISIS BALAGAH) Marhaban, Marhaban; Khalid, Rusydi; Kasim, Amrah
Jurnal Diskursus Islam Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini merupakan penilitian terhadap QS al-Maidah dengan memfokuskan kepada bentuk-bentuk analisis uslub insya dengan menjadikan disiplin ilmu balagah sebagai tolak ukur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah: metode kualitatif melalui pendekatan bahasa yaitu kaidah bahasa Arab ilmu balagah untuk dianalisa dalam QS. al-Maidah. Pemilihan apsek ini menjadi fokus penelitian berangkat dari adanya fenomena pemisah kajian nahwu, sharaf dan balagah yang memiliki kemiripan pembahasan pada objek kajian uslub insya. Analisis terhadap qur’an surah al-Maidah tampak sangat memperhatikan makna yang terkandung dibalik uslub insya. Oleh sebab itu, penulis dalam mengkaji uslub tersebut tidak hanya melihat dari aspek struktur dan pola pembentukannya semata, akan tetapi lebih jauh mempertimbangkan aspek makna. Hasil penelitian ini, dapat dikemukakan bahwa uslub insya’  dalam Surat al-Maidah 68 ayat  yaitu  amar (perintah) 27, nahi (larangan) 14 ayat,  istifham (pertanyaan) 9, nida’ (panggilan) 16, dan tamanni (harapan) 2 ayat. Adapun  dilihat dari segi bentuknya,  ayat-ayat Surat al-Maidah terdapat berbagai bentuk uslub insya’ yang meliputi amar (perintah), nahi (larangan), istifham (pertanyaan), nida’ (panggilan), dan tamanni (harapan). Adapun dari segi makna uslub insya’ mempunyai makna haqiqi yaitu makna asli dan makna idhafi di antaranya adalah ta’jiz (melemahkan), iltimas (ungkapan kepada yang sebaya), tahdid (ancaman), irsyad (petunjuk), dan doa (permohonan), taubikh (menghina) dan taqrir (penegasan).ABSTRACTThe purpose of this reseach is to analyse form and meaning of uslub insya’ in surah al-maidah. This reseach is using the descriptive method of content analysis. The procedur of data analysis includes tables and classification of uslub insya’. The result of this reseach reveals that there are 68 verses of uslub insya’  in surah al-Maidah. Those are amar (command) 27 verses, nahi (prohibition) 14 verses, istifham (question) 9 verses, nida’ (call) 16 verses, and tamanni (hope) 2 verses. According to its form, uslub insya’ in surah al-Maidah has several forms including amar (command), nahi (prohibition), istifham (question), nida’ (call), and tamanni (hope). Based on the meaning, uslub insya’ has two meanings. The first is denotative (haqiqi) and the second is connotative (idhafi). Denotative means the sentence expression does not have a certain purpose, while connotative means the sentence has a certain purpose depends on the context and the situation expressed by the sentence. The other meanings of uslub insya’  that can be found in the verses of surah al-maidah are ta’jiz (weaken), iltimas (expression to the same age), tahdid (threat), irsyad (guidance), doa (prayer), taubikh (insult), and taqrir (confirmation).
KONFLIK PERKAWINAN DI KABUPATEN SAMBAS Harjanti, Sri; Amin, Muliaty; Ali, Baharuddin; Kasim, Amrah
Jurnal Diskursus Islam Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini akan mengurai tentang konflik perkawinan yang terjadi di Kabupaten Sambas. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Reaseach) dengan sifat penelitian deskriptif-analitik. Tipe pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan fenomenologi, pendekatan dakwah, sosiologi komunikasi dan resolusi konflik. Sumber data primer yaitu pihak Kantor Urusan Agama (KUA), Pengadilan Agama dan pasangan suami istri yang mengalami konflik perkawinan di Kabupaten Sambas. Sedangkan sumber data sekunder adalah berupa buku, arsip, dokumen, catatan-catatan yang berkenaan dengan penelitian. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara (interview) dan dokumentasi. Aktivitas dalam analisis data meliputi kualitas instrumen dan pengumpulan data. Teknik pengolahan dan analisis data triangulasi, menggunakan bahan referensi, mengadakan member check. Data diuji keabsahan data dalam penelitian ditekankan pada uji validitas dan reabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis konflik perkawinan dalam  rumah tangga di Kabupaten Sambas yaitu: faktor pertengkaran, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan faktor suami mabuk. Faktor pertengkaran dilatarbelakangi oleh tidak adanya kesepahaman suami dan isteri, suami pemakai oba-obat terlarang dan suka main judi. Kekerasan dalam rumah tangga berakibat penderitaan fisik maupn psikis. Bentuk kata-kata kasar dan jorok dari suami membuat isteri tersinggung,  dilecehkan, tertekan akibat perkataan dan sikap suami; Faktor ekonomi Ekonomi disebabkan tingkat pendapatan suami dibandingkan isteri, isteri tidak dapat mengatur pendapatan suami dengan bijak, ketidakjujuran isteri terhadap suami. Meninggalkan Pasangan, Selingkuh (wanita Idaman Lain/ Pria Idaman Lain) dan Poligami; Faktor  dihukum penjara, murtad dan kawin paksa.
Kesulitan Guru Dalam Pembelajaran Bahasa Arab Berdasarkan Kurikulum 2013 Di MTs Negeri Gowa Salmawati, Salmawati; Syamsudduha, Syamsudduha; Kasim, Amrah
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol 17 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Qodiri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1047.723 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini membahas tentang “Kesulitan Guru dalam Pembelajaran Bahasa Arab Berdasarkan Kurikulum 2013 di MTS Negeri Gowa”. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dan jenisnya adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu sumber data primer yakni guru yang mengajarkan mata pelajaran Bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah Negeri Gowa dan sumber data sekunder berupa dokumentasi penting menyangkut profil sekolah, dokumen kurikulum, petunjuk teknis pengembangan silabus untuk mata pelajaran bahasa Arab. Adapun kesulitan Guru dalam pembelajaran Bahasa Arab berdasarkan Kurikulum 2013 di MTS Negeri Gowa antara lain: 1) kesulitan yang dialami dalam merencanakan pembelajaran adalah menganalisis Kompetensi inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), Merumuskan Indikator, merumuskan tujuan pembelajaran, Media dan Metode yang akan digunakan, 2) Kesulitan dalam  melaksanakan  pembelajaran adalah  menerapkan pendekatan  scientific yang  mengarahkan pembelajaran berpusat kepada  peserta didik, akan  tetapi minimnya minat  belajar bahasa Arab sehingga peserta didik kurang memperhatikan pelajaran serta menganggap bahwa bahasa Arab itu susah untuk dipelajari, dan 3) Kesulitan dalam  menilai hasil  pembelajaran  yaitu  pada tekhnik penilaian sikap sulit dalam menumbuhkan  sikap  mandiri dan gemar membaca dalam diri peserta didik. Kemudian pada tekhnik penilaian  pengetahuan dan  keterampilan  yaitu karena dalam suatu ruangan terlalu banyak  jumlah  peserta didik  sedangkan alokasi waktu yang disiapkan  terbatas sehingga peserta didik tidak memiliki kesempatan melakukan unjuk kerja demikian juga halnya dengan proyek dan portofolio belum berjalan sesuai dengan langkah-langkah penilaian  karena guru belum memahami tekhnik penilaian tersebut. Kata Kunci: Kesulitan Guru, Bahasa Arab, Kurikulum.